
Happy reading.
Pulang setelah tawuran, Regan dan para anggota Red Moon memutuskan untuk pulang ke rumah masing-masing saja.
Dengan langkah pelan Regan memasuki apartemen. "Assalamualaikum." salam nya duduk di samping Sila yang berada di sofa.
"Waalaikumussalam." jawab Sila seraya menoleh menatap Regan, keningnya mengerut saat melihat ada lebam di sekitar wajah Regan.
Tidak banyak, tapi itu sangat menggangu pada wajah tampan Regan, meskipun luka seperti itu Regan malah lebih tampan lagi dengan aura bed boy nya!
"Astaghfirullah Regan, kenapa banyak luka memar kayak gini." seru Sila khawatir, ia dengan pelan memegang rahang Regan memeriksa luka memar yang di miliki suaminya itu.
"Biasa cowok." jawab Regan enteng.
"Biasa gimana, biasa bonyok iya." Regan tersenyum tipis melihat ekspresi wajah Sila yang sangat menggemaskan ketika mengomel seperti itu.
"Tunggu sebentar ya, aku ambil kotak obat dulu, nanti bisa infeksi kalau gak di obati." ujar Sila, ia beranjak dari duduknya masuk ke dalam mengambil kotak obat.
"Ssh," ringis Regan sedikit kesakitan, sebenarnya dia tidak merasakan sakit sama sekali, ini itu belum apa-apa untuk nya. Tapi karena ia sangat menyukai ekspresi wajah Sila ia pun berbohong meringis kesakitan.
"Sakit ya?" tanya Sila khawatir, sekali lagi Regan tersenyum tipis dan menganggukkan kepalanya dengan wajah yang memelas.
Sila yang melihat itu pun tambah khawatir. "Makanya, lain kali jangan ikut tawuran lagi, kan sakit kayak gini." omel Sila lagi tapi tetap dengan nada khawatir nya.
"Gak janji."
Setelah di obati, Regan menidurkan kepalanya di atas paha Sila. ia menarik tangan Sila menyuruhnya untuk mengelus kepala nya.
__ADS_1
"Makanya janji dulu." ucap Sila.
"Gue gak mau ingkar janji lagi sil, makanya gak janji."
Sila menghembuskan nafasnya lalu meletakkan kepala Regan dengan pelan di sofa lalu beranjak dari sana.
"Tidur di kamar kamu sendiri sana." ujar Sila sebelum benar-benar pergi.
Hal itu membuat Regan gelagapan sendiri, ia sudah tergantung tidur bersama dengan Sila. Jika ia tidur sendiri bagaimana dia bisa tidur?
Regan menggelengkan kepalanya memikirkan hal itu, ia segera berdiri dan menyusul Sila ke kamar gadis itu.
Tok tok tok.
"Sila buka pintu nya doang, jangan gini. Ok gue minta maaf tapi gue benar-benar gak mau ingkar janji, gue gak mungkin tinggal diam kalau teman gue di keroyokin sampai-sampai masuk rumah sakit."
Pintu di buka oleh Sila membuka Regan menarik kedua ujung bibir nya membentuk sebuah senyuman.
Tanpa banyak bicara Regan langsung masuk ke dalam sana sebelum Sila kembali berubah pikiran dan mengusirnya keluar.
“Sila.” Panggil Regan pada Sila yang sedang belajar di meja belajaranya, sedangkan Regan sendiri duduk di sofa seraya memperhatikan punggung Sila yang membelakanginya.
“Asila.” Panggil Regan lagi pada nya, Sila menghela nafas lalu menoleh. “Kenapa Regan?” tanyanya.
“Sini duduk.” Jawabnya seraya menepuk sisi sofa yang kosong di samping nya. “Sini duduk dulu sil.” Ujar nya lagi kembali menepuk sofa tersebut.
Akhirnya Sila berdiri dari duduknya dan duduk di sofa seperti keinginan pria itu. “Kenapa?” Tanya nya lagi.
__ADS_1
Bukannya menjawab Regan malah merebahkan kepalanya di atas paha Sila. “Elusin.” Pinta nya menarik tangan Sila menuntunnya untuk mengelus rambut nya.
“Kalau mau tidur mending ke kasur aja Regan.” Kata Sila mengelus rambut halus Regan.
Lantas Regan langsung menggangkat kepalanya lalu berjalan menuju kasur dan berbaring di sana. “Sini elusin lagi.” Pinta nya lagi pada Sila setelah memposisikan dirinya di atas sana dengan nyaman.
Tanpa membantah Sila menyusul Regan naik ke atas kasur dan kembali mengelus rambut pria itu. “Sebelum benar-benar tiduk kamu mandi dulu.” Kata Sila yang tak hentinya mengelus rambut Regan.
Regan langsung bangun mebuat Sila dikit terkejut, Regan kelura dari sana lalu kembali lagi membawa peralatan mandi nya dan masuk ke kamar mandi di kamar Sila. “Tunggu sebentar.” Teriak nya sebelum menutup pintu.
Sila hanya menggelengkan kepalanya lalu turun dari kasur dan keluar untuk mengambilkan pakain karena ia tidak melihat Regan membawa pakaian nya juga.
“Nih pakaiannya.”
“Oh iya gue lupa ambil juga tadi, makasih ya.” Regan kembali masuk untuk memakai pakaian nya, tak butuh waktu lama pria itu keluar dengan pakaian lengkapnya.
Regan naik ke atas kasur dan duduk di sana, ia menatap Sila penuh makna Sila yang mengerti pun penepuk bantal menyuruh nya untuk berbaring.
Dengan senang hati Regan berbaring di sana dan tersenyum tak jelas saat Sila mengelus rambutnya, rasa ngantuk pun penghampiri Regan dan dengan perlahan Regan memejamkan matanya memasuki alam mimpinya.
Melihat itu Sila tersenyum tipis melihat betapa nyenyaknya suaminya itu tertidur, niat nya ia ingin marah pada Regan tapi saat pria itu bermanja pada nya seperti ini ia tak bia marah padanya.
Tbc.
Like dan komen...
Maaf baru up teman-teman, aku sibuk sama kuliah sebagai maba jadi gak sempat untuk ngetik, dan insyaallah kedepannya aku bisa up lagi seperti biasa ya...
__ADS_1
^^^Mawar Jk^^^