
Happy reading.
Pagi harinya Sila sudah sibuk di dapur membuat sarapan untuknya dan Regan. Regan sendiri baru bersiap-siap di kamar nya.
Beberapa menit kemudian Regan keluar dari kamar dan berjalan menuju dapur, sesampainya di sana ia melihat Sila yang tengah menyajikan makanan yang sudah di masakannya tadi.
"Selamat pagi, ayo sarapan." Sapa Sila lalu mengajak Regan untuk segera sarapan.
"Pagi juga." Sapa Regan balik dan duduk di kursinya, dengan cekatan Sila mengambil makanan untuk Regan, tak lupa juga untuk dirinya.
Sila hanya memasak satu menu saja, jadi dia tidak bertanya pada Regan apa yang ingin di makan nya.
"Pulang sekolah nanti aku mau belanja kebutuhan dapur ya." Kata Sila meminta izin pada Regan. Regan kan suaminya jadi apa- apa dia harus izin atau e bilang dulu pada sang suami.
"Boleh, sekalian gue antar." Sila mengangguk senang membuat Regan tersenyum kecil.
Mereka memulai sarapan nya dengan hikmat hingga habis dan terakhir meminum susunya. "Sudah selesai?" Tanya Regan.
"Iya." Jawab Sila seraya menganggukkan kepalanya.
"Baiklah ayo berangkat." Ajak Regan. Ia membawa mobilnya membelah jalanan kota hingga sampai di sekolah nya.
Ternyata di sana para sahabatnya sudah ada menunggu nya. "Akhirnya si bos datang juga." Ujar Rafi mengangkat kedua tangannya keatas.
"Lebay." Ucap Raden mencibir Rafi.
__ADS_1
"Assalamualaikum." Salam Sila datang menghampiri mereka bersama Regan tentu nya.
"Waalaikumussalam." Jawab mereka bersamaan.
"Pagi cantik!" Sapa Raden melambaikan tangannya pada Sila seraya tersenyum manis, Sila hanya tersenyum tipis menanggapi nya.
"Ayo masuk." Ajak Regan menarik tangan Sila dan berjalan lebih dulu diikuti oleh Rifan di belakang.
"Awas pawang nya marah, abis lo." Ujar Rafi dan menyusul yang lain.
"Ya kan gue bercanda, si bos posesif banget lagi." Gumam Raden lalu berjalan menyusul para sahabatnya itu.
***
Tapi sebelum itu mereka pulang untuk menggantikan seragam nya terlebih dahulu sebelum pergi berbelanja.
Setelah siap mereka pun pergi ke pusat perbelanjaan yang kebetulan hari ini banyak ibu-ibu yang juga berbelanja kebutuhan ekonomi disini.
Regan menatap datar para ibu-ibu yang berbelanja di dalam sana, ia berdecak kesal karena ia paling tak suka berdesak-desakan.
Sila yang mengerti kekesalan sang suami pun diam tak masuk ke dalam sana. "Ayo masuk." Ajak Regan, ia memegang tangan Sila membuat keduanya menjadi pusat perhatian di sana, karena hanya dia yang bersama pasangannya dan hanya mereka berdua yang paling muda di sana.
"Aduh anak muda sekarang pada so sweet ya jeng, pergi belanja aja di temani sama doi nya." Celetuk salah satu ibu-ibu yang ada di sana.
"Iya loh jeng, kita aja yang sudah bersuami boro-boro suami mau temani belanja." Timpal yang lain.
__ADS_1
"Udah cocok jadi suami istri kalian mah." Kata salah-salah ibu-ibu itu lagi yang terang-terangan pada Sila dan Regan.
"Benar banget, good looking semua. Pasti anaknya nanti bibit unggul semua.." Timpal yang lain.
Pipi Sila memerah mendengar hal itu, dan itu membuat ibu-ibu semakin gemas menggoda keduanya.
"Permisi ya Bu, kita mau belanja." Kata Regan sesopan mungkin membelah kerumunan ibu-ibu.
"Eh, iya-iya. Cepat di sah kan anak muda pacar nya cantik gini hijab lagi." Kata ibu-ibu itu lagi saat Regan dan Sila melewati nya.
"Iya, ibu jadi gemes pengen nikahin kalian berdua."
"Udah halal Bu, udah jadi suami istri ini." Batin Regan.
Keduanya menghela nafas lega setelah melewati kerumunan ibu-ibu itu tadi, mereka seperti apa saja di kerumuni seperti itu.
Sila pun dengan cepat berbelanja yang mereka butuhkan tak ingin membuat Regan tambah kesal lalu di bawanya kekasir untuk di bayar dan segera pulang ke apartemen nya.
Tak tau saja kalau kalau Regan saat ini sudah tidak se-kesal tadi setelah para ibu-ibu membicarakan anak mereka nanti, ah ia memikirkan apa sih.
Tbc.
...Like dan komen...
^^^Mawar Jk^^^
__ADS_1