(Not) Bad Husband

(Not) Bad Husband
NBH 61: Ada apa dengan Regan?


__ADS_3

Happy reading.


Di esokan harinya Sila dan Regan berangkat ke sekolah setelah mereka sarapan. Dan seperti biasa Regan akan mengantar Sila hingga di depan kelas istrinya itu, setelah itu barulah ia dan para sahabat ke kelasnya.


Pada jam istirahat, Regan dan yang lain bertemu dengan Bella dan antek-anteknya di koridor. Seperti biasa Bella akan mencari perhatian Regan.


"Hai Regan." Sapa nya dengan semangat.


Regan dan yang lain terus berjalan mengabaikan ketiga wanita itu. Ketiganya mendengus sebal karena diabaikan begitu saja, mereka seperti mahluk astral saja yang tak terlihat.


"Bella, sepertinya kita sudah harus memakai nya." Kata Siska.


"Benar, makin lama Regan juga semakin jauh dari gue. Gua akan memakai sekarang." Kedua wanita yang lain itu mengangguk setuju lalu ikut memandang punggung keempat pria itu.


Didalam kantin sudah di penuhi oleh para siswa dan siswi yang akan mengisi perut nya setelah tenaganya terkuras tadi saat belajar.


Di meja Regan dan Sila pun begitu, mereka semua sibuk dengan makanan masing-masing dan sesekali di selipkan obrolan ringan.


Setelah makanannya habis mereka kembali mengobrol, kebetulan jam istirahat masih lama habis.


"Eh, besok kan malam minggu tu. Gimana kalau kita adain acara gitu." Usul Rafi membuat yang lain menatap nya.


"Boleh juga, gue setuju banget." Timpal Raden setuju dengan usulan Rafi.


"Boleh nanti di apartemen gue aja, kebetulan kemarin baru belanja jadi bahan lengkap." Ujar Regan membuat Raden dan Rafi berseru kegirangan.


"Boleh banget, memang pak bos dan bu bos itu the best lah." Ucapnya.


Yang lain hanya tersenyum kecil melihat betapa senangnya kedua pria itu jika menyangkut makanan.


"Gak papa kan?" Tanya Regan berbisik pada Sila.


Sila menoleh lalu memberikan senyum manisnya. "Gak papa kok." Ucapnya ikut berbisik membuat senyum Regan terbit, meskipun hanya senyum kecil tapi itu sudah membuat wanita yang ada di kantin memekik melihat pria yang dingin itu tersenyum membuat kadar ketampanannya menambah berkali-kali lipat.

__ADS_1


"Hai, boleh gabung gak.?" Tanya Bella yang tiba-tiba datang bersama kedua temannya.


"Boleh duduk aja." Jawab Sila mempersilahkan ketiganya untuk duduk.


"Hai Regan." Sapa Bella pada Regan, lagi dan lagi ia di abaikan. Regan hanya diam menatap Sila.


"Regan!" Panggil Bella keras membuat ia menjadi pusat perhatian, seluruh pandangan tertuju padanya begitupun dengan Regan yang ikut menatapnya.


Bella tak melewatkan hal itu, ia langsung ikut menatap mata Regan hingga tatapan keduanya terkunci beberapa detik lamanya.


"Oh iya gue dengar tadi kalau kalian ingin acara gitu, Gie boleh ikut gak?" Tanya Bella dengan raut wajah yang di imut imutkan.


"Gak boleh!" Bantah Raden dengan cepat.


"Kenapa gak boleh?" Tanyanya lesuh.


"Ya karena gak boleh." Kata Raden sewot.


Mereka semua lantas menatap Regan yang sepertinya marah, kentara dari nada bicaranya yang memperingati tadi. Raden pun menyadari hal itu.


"Biarkan mereka ikut, lagian akan lebih seru jika banyak orang yang bergabung." Lanjut Regan membuat mereka semua diam dan terus menatap pergi itu.


Ada apa dengan Regan? Kenapa tiba-tiba dia membela Bella dan antek-anteknya itu. Sedangkan Bella, Siska dan Laras tersenyum miring melihat itu.


Sila merasa ada hawa yang aneh saat Bella dan kedua temannya bergabung di meja mereka, tapi Sila juga tak tahu itu apa. Tak ingin suudzon Sila mengabaikan nya.


"Regan aku sama kedua teman aku boleh ikut kan acara kalian?" Tanyanya dengan nada manja.


Regan langsung tersenyum lembut pada Bella dan mengangguk kecil. "Boleh kok, lagian acaranya di adakan di apartemen aku, kamu sama kedua teman kamu datang aja sebentar malam."


Deg.


Jantung Sila berdetak tak karuan, entah mengapa ada rasa sesak di dadanya saat melihat Regan begitu lembut dengan Bella.

__ADS_1


Sila memegang dadanya seraya menunduk dan mengatur nafasnya dengan teratur. Menyadari hal itu Julia memegang tangan Sila yang mengepal.


"Beneran boleh?" Tanya Bella lagi untuk memastikan.


Regan menganggukkan kepalanya dan tersenyum manis menanggapi nya. Ketiga sahabatnya menatap Regan dengan pandangan tak percaya, bahkan Rifan yang cuek pun ikut heran melihat perubahan sikap Regan.


"Makasih Regan, kalau begitu aku pamit ingin ke kelas ya." Bella beranjak dari duduknya bersama Siska dan Laras.


"Aku antar." Usul Regan membuat yang lain kembali mentap tak percaya pada nya, bahkan Raden dan Rafi sudah menganga lebar seolah-olah tak percaya dengan apa yang dilihatnya.


"Eh, gak ngerepotin?"


"Enggak kok, ayo." Regan meraih tangan Bella dan membawa nya keluar dari kantin di susul oleh Siska dan Laras di belakang keduanya.


"I-itu tadi Regan kan?" Tanya Rafi mentap punggung mereka yang mulai menghilang.


Julia semakin menggenggam erat tangan Sila, di dalam hatinya ia sudah mengumpati Regan yang meninggalkan Sila demi Bella.


"Si**an lo Regan!" Batin nya.


"Ada yang tidak beres, nanti kita urusan. Sekarang sudah hampir jam masuk ayo ke kelas." Ajak Rifan membuat Raden dan Rafi mengangguk setuju.


"Ayo kita ke kelas juga." Sila mengangguk dengan lemah, entah mengapa semangatnya hilang begitu saja melihat perubahan sikap Regan.


Sebenarnya ada apa dengan Regan? Bukannya dia tidak menyukai Bella tapi sekarang? Mereka sampai berpegangan tangan dan mengabaikannya.


Bella hanya bisa bertanya-tanya didalam benaknya selama perjalanan menuju kelasnya, bahkan saat belajar pun ia tidak fokus sama sekali, pemikirannya terus terus pada Regan.


Tbc.


...Like dan komen💜...


^^^Mawar Jk^^^

__ADS_1


__ADS_2