
Happy reading
.
Di esokan harinya Sila dan Regan akan membersihkan apartemen nya setelah di tinggal beberapa hari, biasanya saat sore atau pun pagi Sila bisa sempat membersihkan nya.
Tapi selama tiga hari mereka tinggalkan apartemen, kini apartemen sedikit berdebu, meskipun hanya sedikit tapi tetap saja itu kotor jadi mereka memutuskan untuk sama-sama membersihkannya.
Regan juga lupa mengirim seseorang untuk membersihkan apartemen nya selama ia pergi, jadi ia berinisiatif untuk membantu Sila, lagian dia juga malas keluar.
Mereka sarapan hanya dengan roti saya, Regan tidak ingin makan yang berat-berat dulu jadi Sila tidak memasak pagi itu.
Setelah sarapan selesai mereka mulai membagi tugas, dari Sila yang membersihkan barang-barang dan Regan yang membersihkan lantai.
Cukup mudah bagi Regan karena di bantu dengar mesin pembersih. Selesai dengan perkejaan nya itu ia mengangkat baju kotor yang akan di cuci menggunakan mesin cuci.
Sila juga ada memisahkan beberapa pakaian yang tidak ingin ia cuci menggunakan mesin cuci, tapi melainkan dengan tangan nya sendiri.
Regan memasukkan baju-baju kotor tersebut kedalam sana, di rasa cukup ia memasukkan deterjen nya lalu menekan tombol untuk menyalakan mesin nya. Regan menatap puas keperjakaan lalu menatap Sila yang akan mencuci menggunakan tangan.
Ia keluar dari sana menuju dapur, dia lupa kalau tadi Sila tidak mencuci piring dengan inisiatif nya sendiri ia memakai sarung tangan karet dan mulai mencuci piring.
Setelah selesai ia kembali ke ruang cuci untuk melihat cucian nya, dan ternyata sudah selesai pun membilas nya lalu mengeringkan nya.
Ternyata Sila juga sudah selesai mencuci, pakaian yang ia cuci ikut ikut di keringkan. Setelah beres semua mereka pergi menjemur nya di balkon dengan Regan yang mengangkat keranjang pakaian ke sana.
__ADS_1
"Hah, ternyata melelahkan juga ya beberes gini." ujar Regan duduk di sofa setelah pekerjaan rumah selesai semua mereka kerjakan.
Sila tersenyum mendengar itu, ia datang membawa minuman dan juga cemilan untuk mereka dan menyimpannya di meja depan.
Regan meneguk minumannya hingga setengah lalu memakan cemilannya, Sila sibuk dengan remote mencari siaran yang bagus di tonton.
***
Karena merasa suntuk di apartemen terus, Regan mengajak Sila untuk pergi ke taman dan Sila pun setuju karena ia juga ingin jalan-jalan apalagi itu di taman.
Memarkirkan mobilnya di parkiran, lalu berjalan keluar menuju taman kota yang ramai jika sore hari seperti ini.
Keduanya berjalan-jalan si sekitar hingga melewati beberapa jejeran penjual yang ada di sana, mata Sila tertuju pada tukang cilok, ia menarik tangan Regan untuk kesana.
"Mau apa?" tanya Regan mengikut saat di tarik seperti ini.
"Mas saya mau cilok nya sepuluh ribu campur." ujar Sila memesan cilok pada tukang cilok tersebut.
"Ok neng, mas nya?" tanya mas penjual cilok pada Regan, Regan menggelengkan kepalanya tanda ia tak mau.
Mas penjual cilok pun mengangguk lalu membungkukkan cilok untuk Sila "Ini neng." Sila menerima cilok nya dan meracik nya dengan saus dan bumbu yang tersedia sesuka hatinya.
"Regan bayarin." bisik Sila pada Regan, tanpa banyak bicara Regan memberikan uang sebesar 50 rb pada sang penjual.
"Kembaliannya untuk bapak aja." potong Sila saat penjualan tersebut berbicara dan pamit pergi.
__ADS_1
Regan tak masalah dengan apa yang Sila lakukan, 50 rb itu tidak ada apanya, bukannya sombong ya tapi itu memang benar dia adalah anak tunggal keluarga Alexander, keluarga yang berada di jejeran orang terkaya di dunia tak perlu sebut yang ke berapa yang pasti ia termasuk.
Mereka singgah di di kursi untuk duduk sejenak karena gak baik makan berdiri, merasa sedang di perhatikan Sila menoleh pada Regan.
Ia langsung menyodorkan cilok di depan bibir Regan "Nih makan, Aaa" Sila menyuapi Regan dan tersenyum manis melihat Regan tidak menolak nya sama sekali.
"Lagi." kata Regan, ia menyukai tekstur dan juga rasa dari makanan yang bernama cilok ini, perlu kalian ketahui kalau ini pertama kalinya ia memakan cilok.
"Aaa." Regan membuka bibirnya kembali menerima suapan Sila.
"Enak kan?" tanya Sila.
"Ya, lumayan." jawab Regan seadanya nya, Sila tersenyum maklum ia tau Regan itu gengsian, lain di mulut lain juga di hatinya. Lihatlah sekarang ia terus memakan cilok itu hingga habis, sepertinya ia tidak sadar kalau sekarang dia lah yang makan cilok itu paling banyak.
"Tunggu di sini gue beli minum sebentar." Sila mengangguk patuh, ia berdiri untuk membuang pembungkus cilok nya ke dalam tempat sampah lalu kembali duduk menunggu Regan.
Di sebrang sana ada penjual minum tak jauh jadi ia masih bisa melihat Regan dari sana.
"Nih." Sila menerima botol minum itu dan meneguk nya.
"Ingin jalan-jalan lagi?" tanya Regan, Sila mengangguk saja menanggapi nya.
"Ayo." ajak nya berjalan terlebih dahulu, keduanya berjalan-jalan menikmati suasana sore yang begitu indah. Ada juga beberapa pasangan muda yang jalan-jalan disana seraya bergandengan tangan.
Regan melirik Sila sejenak sebelum ia menggenggam tangan Sila, Sila menunduk melihat tangan nya yang di genggaman oleh Regan lalu menatap sang pelaku.
__ADS_1
"Ayo." ucap Regan, senyum Sila terbit lalu mengikuti irama langkah kaki Regan, mereka menikmati waktu sore nya di taman dan pulang sebelum Maghrib.
Tbc.