(Not) Bad Husband

(Not) Bad Husband
NBH 32 : Masakan pertama Regan


__ADS_3

Happy reading


Setelah sadar Sila merasakan kepalanya sedikit sakit, dan seperti pesan dokter tadi Juli memberikan obat pada Sila untuk meredakan rasa sakit kepalanya.


"Tiduran lagi gih" Juli menyelimuti tubuh Sila sebatas pinggang lalu duduk di kursi yang ada di samping brankar.


"Kalian enggak masuk kelas?" tanya Sila pada Regan dan para sahabatnya.


"Kita lagi free kok" jawab Raden.


"Ada kelas pun gue bakal temani lo disini" ujar Regan yang duduk di samping brankar Sila di seberang Juli.


"Ehm" suara deheman Rafi "Aduh...liat pasangan di depan yang sangat uwuw membuat jiwa jomblo gue meronta-ronta" lanjut Rafi mendramatisir.


"Makanya cari cewek sana" ucap Raden.


"Gak usah sok-sokan deh lo, lo juga sama kali masih jomblo, mendingan lo aja sana pergi cari cewek"


"Lah ngamok"


"Kalian bisa gak sih, sekalii aja enggak usah debat, ini lagi di UKS kalau lo lupa" ujar Juli memarahi mereka berdua.


Rafi dan Raden yang dimarahi lantas terdiam, Sila tersenyum tipis melihat mereka yang memang tiada hari tanpa debat.


"Mau makan sesuatu?" tanya Regan pada Sila.


"Enggak ada" jawab Sila seadanya, Regan menganggukkan kepalanya mengerti lalu meraih tangan Sila untuk di genggaman nya.


"Lo buat gue khawatir tau gak" ucap Regan, Sila mengulas senyum nya dan memegang tangan Regan yang menggenggam tangan nya.


"Maaf ya, tapi aku gak papa kok"


"Gak papa gimana, katanya tadi kepalanya sakit" ujar Regan menyentuh kepala Sila di berbalut hijab.


"Aduh yang udah halal mah beda ya" ucap Rafi yang sudah tidak tahan melihat ke uwuw-an mereka.

__ADS_1


"Istirahat nanti kita pulang aja, biar lo bisa benar-benar istirahat di rumah, Lo butuh istirahat" kata Regan mengabaikan ucapan Rafi.


"Loh, aku masih ada dua jam pelajaran" kata Sila, ia tidak mau ketinggalan materi apalagi minggu dengan mereka ada ulangan lagi.


"Gue gak minta persetujuan lo, gue cuma bilang aja biar lo siap-siap" kata Argan.


"Udah gak papa Sila, Lo bisa pinjam buku catatan gue, benar kata Regan lo harus banyak istirahat biar kepala lo gak pusing lagi" kata Juli setuju dengan Regan.


Kring kring...


Regan tersenyum tipis menatap Sila, Sila menggelengkan kepalanya menolak saat tau maksud senyum Regan "Aku gak mau Regan"


"Gue gak butuh pendapat lo" ucap Regan, dengan segera ia membawa Sila ke dalam gendongannya lalu berjalan keluar dari sana.


"Juli tolong" Juli menganggukkan kepalanya mengerti maksud Regan, ia akan ke kelasnya mengambilkan tas dan barang-barang Sila lainnya.


"Sama gue" Rifan menahan tangan Juli, ia ingin ikut menemaninya untuk mengambil barang-barang Sila.


Rafi dan Raden sendari tadi diam menatap kedua pasangan itu yang pergi meninggalkannya "Terus kita berdua bagaimana?" tanya Rafi menunjuk dirinya sendiri.


Karena sedang jam istirahat jadi banyak murid yang berjalan di koridor untuk pergi ke kantin, mereka semua mereka semua terdiam menatap Regan yang menggendong Sila melewati mereka satu persatu.


Sila yang malu hanya menyembunyikan wajahnya di dada bidang Regan, entah gosip apa yang akan mereka semua sebarkan setelah melihat ini.


Regan mendudukkan Sila di samping pengemudi, kemudian dia juga ikut masuk dan duduk di pengemudi. Tak lupa juga ia memasangkan sabuk pengaman untuk Sila.


"Kenapa?" tanya Regan melihat semburan merah di pipi chubby Sila, sebenarnya ia tahu alasannya tapi dia pura pura tidak tahu saja.


"Malu Regan" ucap Sila menutup wajahnya dengan kedua tangannya.


"Malu kenapa?" tanya Regan lagi.


"Pokoknya malu..." Regan terkekeh melihat tingkah Sila.


Tok tok

__ADS_1


Regan membuka kaca mobil nya saat melihat Juli dan Rifan datang membawa tas Sila "Duluan bro" pamit Regan.


"Aku duluan ya, assalamualaikum"


"Waalaikumussalam"


Sesampainya di apartemen Regan mengantar Sila ke kamarnya untuk mengganti seragamnya. Regan pun begitu, ia masuk ke kamar yang ada di sebelah dan mengganti pakaiannya.


Setelah itu ia keluar menuju dapur, ia berencana membuat kan makanan untuk Sila. Tapi untuk pertama ia menonton caranya di handphone nya "Ayo kita coba"


Regan mulai mengumpulkan bahan-bahan seperti yang ia nonton tadi, habis itu ia mulai memotong daging ayam nya dengan tipis, tapi tidak terlalu tipis.


Sekali-kali Regan mengusap keringat nya karena terlalu fokus pada pemotongan ayam nya. setelah itu Regan membaluri daging ayam tersebut dengan bumbu.


"Sekarang kita buat tepung nya" Regan menuangkan bumbu serbaguna guna di mangkuk dan juga di piring. Untuk yang ada di mangkuk ia masukkan air hingga tepung nya menjadi kental.


Ayamnya tadi ia baluri lagi dengan tepung itu, mulai dari basah dan kering hingga dua kali, setelah itu baru ia turunkan di minyak yang sudah ia panas kan tadi.


Tinggal tunggu ayamnya matang, habis itu ia sajikan di piring lalu menuangkan saus dan juga mayonaise.


"Pasti Sila suka" Regan menyimpannya di meja makan lalu pergi memanggil Sila.


Ia datang bersama Sila ke dapur "Kamu yang masak?" tanya Sila melihat ada ayam dan juga nasi di meja makan.


"Iya, ayo duduk"


"Ayam ini masakan pertama yang gue buat" ujar Regan menusuk ayam itu menggunakan garpu dan menyuapi Sila.


Sila membuka mulutnya menerima suapan Regan "Bagaimana?" tanya Regan.


"Enak, enak banget~"


Regan mencoba ayam itu, dan wow enak juga padahal ini pertama kalinya ia memasak tapi sudah seenaknya ini, Regan tersenyum bangga pada masakannya sendiri.


"Ayo makan lagi" Sila mengangguk lalu menyuapi dirinya sendiri, ia sungguh menyukai ayam buatan Regan.

__ADS_1


Tbc.


__ADS_2