
Happy reading
.
Setelah mendapatkan pengumuman camping akan di laksanakan tiga hari lagi, pulang sekolah 4 R yaitu Regan, Rifan, Raden dan Rafi serta Sila dan juga Julia berencana untuk berbelanja keperluan dan perlengkapan camping.
Mereka pulang mengganti pakaian nya lalu pergi ke mall terbesar. Sila dan Juli berjalan di depan, sedangkan para laki-laki berjalan di belakang mengikuti kedua gadis itu, terserah kedua gadis itulah toko mana yang pertama di kunjungi nya mereka ngikut aja.
"Nah, yang pertama kita ke toko ini, disini tuh tempat nya paket komplit!" ujar Juli memberikan jempol nya.
"Ayo." ajak nya masuk terlebih dahulu bersama Sila.
Setelah mereka semua membeli perlengkapan nya, eh ralat. Hanya Juli dan Sila, karena setiap para laki-laki itu memilih sesuatu maka akan di protes keras oleh Juli, ia memilih nya semua nya untuk mereka.
Setelah berbelanja, mereka semua pergi ke sebuah restoran untuk memulihkan tenaga setelah berkeliling di mall besar itu.
"Kalian mau pesan apa nih?" tanya Raden melihat buku menu yang di berikan waiters.
"Nasi goreng seafood aja lah biar kenyang, laper banget ini." ujar Rafi.
"Boleh tuh." timpal Juli, Rifan dan Regan pun mengangguk setuju saja pada mereka.
"Emm, aku mau salad aja." ujar Sila, Regan langsung menatapnya tajam.
"Enggak, semua makan nasi pokoknya, tadi pagi lo cuma makan roti dan sekarang mau makan salad doang? Kami pesan nasi goreng seafood 6 dan minum nya jus jeruk." final Regan.
__ADS_1
"Ekhm, aduh emang beda ya kalau udah sah." kata Rafi menatap Regan dan Sila dengan ekor matanya.
Sudut bibir Regan naik terbentuk sebuah senyuman, ia menatap Rafi lalu menggeser kan kursinya agar lebih dekat lagi dengan Sila, ia meraih pinggang Sila untuk di peluk nya lalu memberikan senyum miring lagi pada Rafi.
Rafi melotot kan matanya tap percaya, ia mengerti apa maksud Regan, sangat-sangat mengerti malah! Hingga rasanya Rafi ingin menceburkan Regan di lautan saja.
Bisa-bisa nya Ia malah sengaja bermesraan dengan Sila, mentang-mentang sudah sah jadi mengumbar kemesraan mereka di depan nya gitu?
"Hum, tunggu saja nanti kalau gue udah nikah juga gue bakal buat kalian iri dengan kemesraan gue dan istri gue, eh tapi gue nikah sama siapa njr." batin Rafi.
Plak.
"Napa lo? Kerasukan?" tanya Juli setelah memukul bahu Rafi yang terlihat menghayal.
"Anj*r sakit tau, gue gak kerasukan gue cuma mikir kira-kira istri gue nanti siapa ya, apa gue dapet yang seperti Sila?"
Sebelum Rafi menimpali waiters keburu datang membawa pesanan mereka "Selamat menikmati." ucap nya sopan lalu pamit pergi.
"Ayo makan!" seru Julia.
"Nanti setelah ini gue sama Sila mau mampir di Timezone." ucap nya sebelum menyuapi diri nya nasi goreng itu.
"Lo beneran mau?" tanya Regan, Sila menganggukkan kepalanya cepat seraya tersenyum.
"Ok, setelah ini kita ke sana." final Regan, ia mulai memakan makanan dengan diam mengabaikan tatapan protes dari Rafi karena ia sudah capek setelah berkeliling tadi.
__ADS_1
Seperti yang di katakan Regan tadi, setelah makan mereka benar-benar pergi ke Timezone, yang pertama Sila ingin mainkan adalah capit boneka.
Ia terlihat sangat bersemangat untuk memainkan permainan itu. Mereka hanya menggunakan koin saja untuk bermain, Sila memasukkan tiga koin lalu mulai mencapit.
"Yahh." sekali percobaan Sila tidak mendapatkan boneka.
"Coba lagi sil." ujar Juli menyemangati, tapi yang kedua kalinya ia tetap gagal.
"Sini gue coba." Raden memasukkan koin lalu mulai mencapit, tapi Raden pun gagal mengambil boneka itu.
"Kok gak bisa sih." ucap Sila lesuh, ia sangat ingin mendapatkan boneka dari mesin capit itu, kalau cuma beli sih biasa aja.
"Mesin capit nya aja yang letoy, sengaja tuh biar gak bisa di ambil boneka nya dan koin kita pada abis." kata Raden mencibir mesin capit itu.
"Gue coba." Regan ingin mencoba, Sila memasukkan koin agar Regan bisa bermain dan yah, dalam sekali percobaan Regan dapat mendapatkan boneka bayi pinguin.
"Itu bisa!" seru Juli.
Regan memberikan boneka itu pada Sila "Makasih Regan." ucap Sila, tak lupa senyum manis nya yang terukir di wajah cantik itu.
"Ck, ok selamat kita main permainan selanjutnya." Rafi yang tadinya menolak pergi, malam ia paling bersemangat dari keempat pria itu.
"Tadi nya nolak, lah sekarang semangat banget." cibir Raden, Rifan tersenyum tipis ia merangkul pundak Raden lalu berjalan bersama mengikuti yang lain.
Habis bermain selama satu jam lebih lamanya mereka memutuskan untuk pulang saja, ini juga sudah sang sore.
__ADS_1
Tbc.
Maaf kalau gak seru dan menarik ya guys