(Not) Bad Husband

(Not) Bad Husband
NBH 7 : Bullying


__ADS_3

Happy reading


Matahari kembali menampakkan sinar nya yang menyambut pagi hari yang cerah. Begitupun dengan Sila yang sudah siap-siap memakai seragamnya.


Sila tersenyum menatap pantulan diri didepan cermin, ia mengambil tasnya dan keluar dari kamar. Di perjalanan menuju dapur ia kebetulan berpapasan dengan Regan "Pagi" ucap Sila ceria menyapa Regan.


Regan menoleh meneliti Sila dari atas hingga kebawah lalu berdecak. Sila ikut melihat dirinya, apa ada yang salah?.


Mereka berdua sama-sama berjalan menuju dapur dan duduk bersebrangan "Aku yang ambilkan" dengan cepat Sila mengambil nasi serta lauk ke piring Regan.


Regan masih diam tidak protes sama sekali lalu mulai menyantap makanannya. Sila tersenyum manis lalu ia mengambil makanan untuk nya lalu segera memakannya. Setelah sarapan Regan pergi tanpa pamit dan berbicara sedikit pun pada Sila, Sila pun tidak memusingkan hal itu ia segera membereskan meja makan dan membawa piring kotor untuk dicuci nya. Setelah selesai semua Sila mengambil tas dan keluar dari apartemen "Astaga lupa pesan ojek" gumam Sila saat keluar dari lift.


"Bisa telat ini" gumam Sila lagi, tiba-tiba sebuah mobil sport berhenti di depannya. Sila mengerutkan keningnya bingung, karena kaca yang gelap sehingga Sila melihat apa-apa.


Kaca mobil itu terbuka "Naik, sebelum kita telat" ajak Regan yang ternyata pemilik mobil itu, Sila terdiam karena merasa terkejut "Ayo" ajak Regan lagi, Sila tersadar dan segera masuk ke dalam mobil tapi ia lupa memasang sabuk pengaman nya.


Regan berdecak lalu menarik dan memasangkan Sila sabuk pengaman nya. Tanpa melihat bagaimana Sila yang melotot kan matanya dan menahan nafas karena jarak mereka yang sangat dekat, Regan segera menjalankan mobilnya dengan kecepatan sedikit tinggi karena melihat jam yang sebentar lagi gerbang sekolah nya akan tertutup.


Regan memarkirkan mobilnya di parkiran khusus yang memang di khususkan untuk nya dan teman-temannya, hanya mereka saja.


Sila mengucapkan terimakasih sebelum keluar dari mobil "Makasih tumpangan nya Regan" ujar Sila dengan nada yang sedikit lucu lalu terburu-buru keluar dari mobil dan memasuki bangunan sekolahnya.


"Bel, lihat deh itukan mobil Regan. Kok Sila bisa turun dari sana" kata gadis yang berpakaian sedikit pendek yang bernama Laras.


"Jangan-jangan mereka barengan lagi ke sekolah nya, berangkat bareng" tebak seorang gadis lainnya, yang bernama Siska.


Gadis yang di panggil Bella itu melihat ke arah yang kedua sahabatnya tunjukkan, Bella nampak mengepalkan tangannya "Awas aja lo Sila, gue gak akan tinggal diam. Berani-beraninya lo deket sama cowok gue" ujar Bella marah.


"Kita harus beri dia pelajaran" ujar Siska mengkompori Bella, Bella tersenyum miring "Lo bener, kita harus beri dia pelajaran" ucap Bella tersenyum miring membayangkan ia memberikan Sila pelajaran yang menurut nya sangat seru.


Regan memejamkan matanya, tangannya mengepal lalu berdecak "Ck kenapa nada bicaranya seperti coba, jangan-jangan kalau bicara pada laki-laki nada bicara nya juga seperti itu?" Regan memukul setir mobil nya.

__ADS_1


Regan mengatur nafasnya lalu keluar dari mobilnya. Sebentar lagi pelajaran pertama akan dimulai dan sepertinya Regan tidak akan masuk, di lihat dari mood nya yang buruk.


***


Setelah pembelajaran, saat istirahat. Dan seperti biasanya di jam istirahat pertama kantin benar-benar penuh "Yaudah lo tunggu di kelas aja ya, gue pergi beli minuman dulu di kantin" Sila mengangguk mengerti lalu melambaikan tangannya pada Juli yang pergi.


Saat membuka handphone nya untuk membaca novel online ada seorang adik kelas yang memanggil Sila "Kak" Sila menoleh melihat siapa yang memanggil nya, ia tersenyum pada adik kelas itu.


"I..itu kak, kakak di panggil ke belakang sekolah kak. Di gudang" kata gadis itu.


"Siapa yang panggil?" tanya Sila.


"A..aku juga gak tau kak, tapi kata mereka aku di suruh panggil kakak ke gudang"


"Owh gitu, yaudah makasih ya" gadis itu pergi dengan terburu-buru tanpa menyahut lagi. Firasat Sila mulai tidak enak, tapi ia tetap kesana karena mungkin ada yang penting di sana.


Meskipun gudang, tapi bangunan itu tetap bersih, karena rutin di bersihkan. Sila membuka pintu gudang dan masuk tanpa ragu "Dimana orang nya" gumam Sila melihat sekeliling mencari orang yang dimaksud nya.


Tiba-tiba pintu gudang terbuka, Sila berbalik "Bella?" "Owh jadi kamu yang panggil aku, ada apa bell?" tanya Sila.


"Kenapa lo bisa berangkat ke sekolah bareng cowok gue?" tanya Bella lagi.


"Aku gak berangkat sama cowok kamu kok Bella, aku berangkat sama Regan bukan cowok kamu. Emm sepertinya kamu salah faham deh" ujar Sila polos membuat Bella emosi.


"Regan itu cowok gue sialan" ucap Bella membuat terkejut, Sila menunduk sedih. Benarkah itu? benarkah kalau Regan ada pacar Bella?.


"Kenapa diam? merasa bersalah kan lo. Makanya jadi cewek gak udah kegatelan sama cowok" ucap Bella. Bella mendekati Sila lalu menarik jilbab Sila "Bella jangan hijab aku" ucap Sila, ia takut nanti ada yang bukan mahromnya yang lihat.


Bella tersenyum dan menarik kuat jilbab Sila "Astaghfirullah, yaallah" Sila menagis, ia menatap Bella dengan tatapan memohon "Jangan hijab aku Bella" ucap nya memohon.


"Ini sangat seru, kenapa bukan dari dulu saja" batin Bella, ia sekali lagi menarik kuat hijab Sila dengan wajah yang senang. Sila menahan hijab dengan kedua tangan seraya beristighfar dan berdoa semoga ada seseorang yang lewat dan menolongnya.

__ADS_1


Sila tetap menahan hijab nya dan dengan pelan dan pasti ia menginjak kaki Bella sehingga Bella mengadu kesakitan. Sila menjauh saat berhasil melepaskan tarikan Bella dari hijabnya.


"Mau kemana lo" ujar Bella. Bella berlari mengejar Sila, tangan nya terulur menggapai Sila, Bella berhasil menggapai ujung hijab Sila dan menariknya kembali membuat Sila berhenti dan memegang hijabnya "Bella lepaskan" ucap Sila.


"Enggak akan, sebelum puas gue" ujar Bella menarik hijab Sila hingga Sila tepat berada di hadapannya "Berani juga ya lo sama gue" geram Bella mendorong Sila hingga terjatuh.


"Tapi Lo gak ada apa-apanya dibandingkan dengan gue Sila"


Sila berusaha untuk berdiri, tapi Bella kembali mendorong nya. Sila menarik tangan Bella dan menggigit nya "Arghh lepas bangsat" pekik Bella kesakitan.


Melihat ada cela Sila berlari keluar dari gudang, tapi ia di tahan oleh Siska dan Laras "Mau kemana lo" tanya Laras bersikap dada.


"Sila mau pergi" ucap Sila, Siska menahan tangan Sila "Tapi itu tidak semudah yang lo bayangin" ujarĀ  Siska.


"Tahan dia, berani-beraninya dia menggigit gue!" teriak Bella berjalan ke arah mereka bertiga. Sila panik, ia tidak ingin hijab nya di tarik lagi oleh Bella. Sila menghempas tangan yang di pegang oleh Siska lalu berlari sekuat tenaga meninggalkan Bella, Siska dan Laras.


"Lo lemah banget sih, gak becus tau gak, gitu aja lepas" ujar Bella pada keduanya "Ya sorry" ujar Siska.


"Gak papa, lain kali dia tidak akan bisa menghindar" ucap Laras menepuk pundak Bella, Bella yang sudah kesal pun pergi dengan menghentak- hentakan kaki nya.


Sila berlari di koridor, karena masih jam istirahat koridor sepi sehingga tidak ada yang melihatnya. Sila terus berlari menuju kelas.


*Brak


Dengan kasar Sila membuka pintu kelas, ia dapat melihat Juli disana "Lo dari mana aja sih sil, gue dari tadi nyariin lo tau gak, kirain tadi lo ke perpus" ucap Juli, mata Sila berkaca-kaca berlari memeluk Juli.


"Eh, Lo kenapa? Ini kenapa lo berantakan gini sih" Sila menggeleng di pelukan Juli ia tetap terisak di sana. Juli mengelus punggung Sila menenangkan nya, ia akan menunggu Sila tenaga baru ia bertanya sebentar.


Setelah merasa Sila sudah lebih tenang, Juli melepaskan pelukannya dan mendudukkan Sila di kursi lalu ia ikut duduk di depannya "Coba cerita" ucap Juli.


"Jadi gini...." mengalir lah cerita Sila, Juli mengepalkan tangannya mendengar nya "Berani banget dia nyakitin Sila" batin Juli.

__ADS_1


"Juli jangan marah" cicit Sila, Juli mendongak melihat Sila "Kita pergi baikin jilbab lo sebelum pembelajaran di mulai" ajak Juli, Sila mengangguk patuh.


Tbc.


__ADS_2