(Not) Bad Husband

(Not) Bad Husband
NBH 8 : Red Moon


__ADS_3

Happy reading


Red Moon adalah nama geng yang terkenal di kota A, geng itu mempunyai banyak anggota dengan tiga anggota inti. Geng tersebut di ketuai oleh Regan sendiri, Regan di kenal sebagai orang yang tak berperasaan. Bagaimana tidak? Regan tidak mengenal genre saat bertarung, siapa saja yang mengusik ketenangan nya maka kalian akan tamat.


Pulang dari sekolah Regan, Raden, Rifan dan Rafi pergi ke markas Red Moon. Markasnya itu tidak terlihat seperti markas pada umumnya, sebab markas Red Moon itu bangun dengan uang mereka sendiri sehingga markas Red Moon terbangun layaknya mansion.


Anggota Red Moon bahkan sering memilih untuk bermalam disana, dengan berlantai tiga segala fasilitas sudah sangat terpenuhi. Regan dan teman-temannya sendiri mempunyai usaha masing-masing, dari cafe ataupun restoran dan ada juga hotel. Keluarga mereka memang bukan main-main kekayaan sehingga dari kecil saja sudah ada usaha dan pemasukan sendiri.


"Gak ada makanan nih?" tanya Raden duduk di sofa bergabung dengan yang lain, sedangkan Regan duduk di sofa singel yang biasa ia duduki.


"Pesan gih" ucap Rafi.


"Kita udah pesan makanan bang, tapi dikit kayaknya gak cukup untuk semua nya" jawab salah satu anggota Red Moon yang bernama Salim.


"Yaudah pesan lagi sana, nanti uang nya diganti" ujar Raden.


"Ok"


"Bang nanti setelah makan, kita latihan ya" ucap anggota Red Moon yang bernama Denis.


"Boleh, udah lama gue gak latihan sama anak-anak " ujar Rafi.


"Nanti lu lawan gue" lanjut Rafi.


"Siap bang"


"Makanan datang..." teriak anggota lainnya berlari masuk membawa beberapa kantor plastik besar.

__ADS_1


"Ayyey"


"Uhhuy"


Sahutan demi sahutan para anak Red Moon terdengar, mereka yang duduk di sofa turun duduk bergabung dengan yang lain untuk makan bersama.


"Mari makan"


"Eh doa dulu"


"Tau nih si setan"


"Udah, ayo cepat pimpinan doa nya"


"Bismillahirrahmanirrahim...."


"Alhamdulillah kenyang banget" ucap Raden mengelus perutnya.


"Lu makanya banyak banget" cibir Rafi, Raden cengengesan menggaruk pipinya.


"Tapi seru banget tau, kapan kapan kita makan gini lagi deh" seru Raden, yang lain pun menyahut setuju.


"Rehat dulu lah baru latihan" ucap Rafi meluruskan kakinya.


"Iya bang, kenyang bat ini"


"Bos mau ikut latihan juga gak?" tanya anggota muda.

__ADS_1


"Enggak" jawab Regan singkat, ia terlalu malas latihan latihan untuk sekarang. Pikiran nya entah kenapa memikirkan Sila yang tidak ia lihat sekalipun di sekolah, terakhir hanya saat mereka berangkat ke sekolah saja. Regan menggelengkan kepalanya "Kenapa malah mikirin cewek itu sih" batin Regan.


Beberapa menit kemudian. Sesuai yang di rencanakan anak Red Moon pergi ke ruangan latihan yang memang di buatkan untuk mereka.


"Tadi yang mau gue lewan mana?" tanya Rafi melihat anggota Red Moon.


"Gua bang" seru anak Red Moon yang bernama Jali yang sudah mengganti pakaiannya.


"Ok, ayo" ajak Rafi, mereka pergi ke tengah-tengah ruangan. Ruangan itu sudah di rancang keamanannya agar ketika berlatih mereka tidak tanggung-tanggung lagi saat membanting lawannya karena lantai yang empuk.


"Ok. 1 2 3 mulai!" keduanya pun mulai saling menyerang dan menghindar hingga Rafi menjatuhkan Jali.


Rafi membantu Jali bangun "Bagus, tingkatkan lagi ya li" puji Rafi menepuk pundak Jali.


"Makasih bang"


"Yoi"


Mereka pergi ke pinggir membiarkan yang lain untuk berlatih juga "Bagus banget Jali, kemampuan lo udah banyak meningkat jal. Tingkatkan lagi ya" piji Raden, Jali tersenyum "Makasih ya bang, ini juga karena latihan abang" ucap Jali.


Rifan tersenyum tipis "Ini juga karena lo sendiri" ucap Rifan.


"Oh iya, bang Regan mana?" tanya Jali tidak mendapati Regan.


"Di kamar, keliatan nya ia lagi gak mood. Biarin aja dulu dia sendiri" jawab Raden, mereka duduk diam melihat para anggota Red Moon lainnya.


Tbc.

__ADS_1


__ADS_2