
Happy reading
.
Di dalam sebuah kamar, terdapat dua insan yang masih bergulat dengan selimut nya, siapa lagi kalau bukan Sila dan Regan. Sila terlebih dahulu bangun, tapi ia belum menyadari kehadiran Regan yang masih memeluk nya.
Setelah nyawanya kembali terkumpul barulah Sila menyadari sesuatu, ia membuka selimutnya dan betapa terkejutnya Sila melihat Regan tertidur seraya menenggelamkan wajahnya pada perut rata Sila.
Kenapa bisa Regan tidur di kamarnya dan satu kasur dengan nya? Seingat dirinya, ia tertidur sendiri kemarin malam.
"Regan." dengan pelan Sila membangunkan Regan dengan menepuk pipi Regan.
"Ugh" suara lenguhan Regan menggeliat.
"Bangun Regan, kita sholat subuh yuk keburu waktu nya habis." ajak Sila.
Regan bangun dan bersandar di kepala kasur, ia mentap Sila yang juga mentap nya. Senyumnya terbit, ia mengira ini hanya mimpi saja tapi ternyata tidak, ia melihat wajah cantik Sila saat terbangun.
"Ayo." ajak Sila lagi, Regan menganggukkan kepalanya patuh, ia turun dari kasur lalu keluar menuju kamarnya. Ia baru kembali setelah rapi dengan baju dan juga sarung nya.
Mereka berdua melaksanakan kewajiban mereka sebagaimana seorang umat islam.
Setengah tujuh keduanya baru berangkat ke sekolah. Seperti biasa mereka berdua pasti menjadi pusat perhatian siswa yang juga baru datang.
Banyak yang mempertanyakan hubungan mereka berdua, setiap datang dan pulang sekolah mereka berdua terus bersama.
__ADS_1
Seperti biasa Regan mengantar Sila sampai di kelasnya, setelah memastikan Sila sampai dengan selamat barulah ia pergi ke kelasnya juga. Jarak dari kelas keduanya tidak terlalu berjauhan, hanya dua toilet pembatas dan juga beberapa kelas lain nya.
"Sila, gue denger denger sekolah akan mengadakan acara camping untuk kelas tiga, gue gak sabar banget nunggu hari itu." ujar Juli bersemangat.
"Memang kapan acaranya?" tanya Sila.
"Gue gak tau tanggal pastinya, tapi yang pasti itu kita bakal pergi camping! Kira-kira permainan apa yang bagus di lakukan di sana? Argh gue gak sabar banget Sila!" seru Juli, Sila tersenyum menanggapi betapa antusiasnya sahabat nya itu.
Ia juga tidak sabar menunggu kapan acaranya, karena dia dan Juli itu tipe orang yang suka Alam, atau pecinta alam lah.
Suasana yang sejuk, jauh dari kebisingan kendaraan seperti di kota dan pemandangan yang indah membuat keduanya sahabat itu sangat menyukainya.
Pada jam pertama berbunyi, pada siswa IPS 1 itu duduk dengan tertib menunggu guru mereka masuk.
"Assalamualaikum anak-anak." salam seorang guru perempuan memasuki kelas, guru yang mengajar pembelajaran bahasa Indonesia itu juga wali kelas mereka.
"Anak-anak, mungkin sekarang kalian sudah pada tau tentang sekolah yang akan mengadakan camping, tapi sekarang belum ada tanggal dan waktu yang pasti kapan di laksanakan acara camping itu."
"Nanti sebelum jam pembelajaran pertama, guru-guru akan rapat soal ini dan Ibu mau kalian tertip di kelas walaupun tidak ada guru yang mengajar, Ibu mohon kerjasama kalian ya anak-anak."
"Iya bu, Ibu jangan khawatir ada saya yang akan menjadi semua nya." ujar sang ketua kelas yang bernama Ezra Pamungkas.
"Baiklah, Ibu mengandalkan kamu Ezra, laporkan saja siapa siapa yang tidak ingin di atur nanti Ibu kasih sangsi."
Ezra mengangguk pelan "Siap Bu!"
__ADS_1
"Baiklah sekarang kalian buka halaman 40 lihat baca dan amati bacaan tersebut."
Disisi lain di kelas Regan.
"Gue jadi gak sabar deh camping nya." celetuk Rafi.
Raden mengangguk setuju "Camping di adakan 1 tahun sekali untuk kelas 3 saja jadi kita gak bisa melewatkan nya begitu saja, kita harus membuat kesan tersendiri kali ini. Dengar dengar camping tahun lalu itu sangat membosankan karena kakel dulu gak ada acara yang seru." jelas Raden panjang lebar.
"Benar kata Raden, kita harus membuat camping kali ini beda dari camping sebelum oleh kakel." timpal Rafi.
"Lo nanti usulin aja pendapat lo itu, siapa tau pihak sekolah juga setuju." ucap Rifan.
"Ya, nanti gue urus kalau mereka gak setuju." kata Regan, sebagai anak pemilik sekolah hal seperti itu sangat mudah untuk nya.
"Ok deh, yang lain pasti sangat suka dengan ide gue ini."
Regan berdiri dari duduknya "Mau kemana?" tanya Raden.
"Rooftop, disini gak ada yang penting juga mendingan ke sana." Raden mengangguk setuju.
"Lo bener juga, ayo ke rooftop." Raden merangkul Regan lalu berjalan menuju rooftop, Rifan dan Rafi mengikut di belakang.
"Jadi menurut lo, game apa lagi yang akan kita mainkan nanti saat camping?" tanya Rafi.
"Tanggal dan waktu nya saja belum di tentukan, nanti di liat." Rafi menganggukkan kepalanya membenarkan lalu diam dan merangkul Rifan seperti yang Raden lakukan.
__ADS_1
Tbc.