(Not) Bad Husband

(Not) Bad Husband
NBH 68 : Regan kembali!


__ADS_3

Happy reading


Di sinilah mereka semua di ruang tengat menunggu penjelasan Regan yang datang tiba-tiba tanpa kabar sedikitpun.


“Jadi?” Tanya Rifan membelah keheningan di antara mereka.


Disana Sila masih berada di dekapan Regan, Sila sudah tak menagis lagi dia hanya masih sesegukan. Regan dengan sabar mengelus punggung wanitanya itu.


“Nih minum dulu.” Ujar Julia datang membawa minuman untuk mereka semua.


Regan mengambilkan satu gelas untuk Sila minum, dia membantu Sila untuk meminum agar lebih tenang lalu kembali mengelus punggung gadisnya.


"Ayo cepat cerita." Desak Raden tak sabaran.


Regan menarik nafasnya sebelum memulai cerita, dan mengalir lah cerita nya hingga ia kembali saat ini.


"Dan, yeah disini lah gue."


Setelah mendengar ceritanya, Sila semakin mengeratkan pelukannya pada Regan. Yang tampak menatap Regan dengan perasaan lega, lega karena sahabatnya sudah kembali.


"Pantas aja selama seminggu enggak ada kabar sama sekali." Ujar Rafi.


Regan hanya tersenyum kecil lalu menunduk untuk melihat Sila yang masih setia di dekapan nya.


"Udah kali sil, betah banget pelukannya kan Regan udah pulang." Kata Raden menggoda Sila.


Yang digoda semakin merapatkan dirinya pada Regan lalu menyembunyikan wajahnya di dada bidang Regan.


"Apaan sih Lo, bilang kalau iri." Kesal Juli, meskipun Raden hanya berniat menggoda tapi dia mengerti perasaan sahabat nya saat ini, jadi ia tidak mau membuat nya bersedih.


"Astaghfirullah, kamu berdosa banget~." Ujar Raden mengelus dada nya seraya menggelengkan kepalanya.


"Yaudah kita pamit pulang dulu, besok kita kesini lagi." Pamit Rifan, dia berdiri dari duduknya menghampiri Regan lalu menepuk pundak sahabat nya.


Regan tersenyum kecil dan menganggukkan kepalanya "Kalian hati-hati dijalan." Pesannya.

__ADS_1


"Lo mau pulang dengan siapa Jul?" Tanya Rafi.


"Dia pulang dengan gue." Jawab Rifan, dengan segera dia menggenggam tangan Juli dan menariknya.


"Gue duluan." Pamitnya keluar begitu saja dari sana meninggalkan Rafi dan Raden yang menatapnya tak percaya.


"Sepertinya ada yang akan jadian nih." Ujar Rafi tersebut tak jelas melihat kepergian Rifan dan Julia.


"Ah Lo mah baru peka, udah lama tau gue udah tau dari gerak-gerik Rifan. Tapi baru kali ini dia bergerak langsung kayak gitu." Jelas Raden yang seakan tahu segalanya.


"Gila..."


"Yaudah deh, kita juga pamit pulang."


"Ya, hati-hati."


"Sip bro."


Setelah kedua sahabatnya pergi Regan menunduk untuk melihat Sila, dan dilihatnya Sila sudah tertidur di dalam dekapannya.


Sila yang diperlukan seperti itu menggeliat kecil membuat Regan terkekeh, istrinya itu sungguh menggemaskan saat seperti itu. Regan mengecup kening Sila secara singkat sebelum mengangkat tubuhnya untuk dibawa ke kamar.


"Good night sweetheart." Cup. Regan kembali mengecup kening Sila. Setelahnya dia ikut berbaring disisi Sila lalu melilitkan tangannya di perut Sila memeluk nya erat, menutup mata untuk menyusul Sila memasuki mimpi nya.


Keesokan harinya Sila terbangun dari tidurnya dengan membuka matanya secara perlahan, matanya tertuju pada sisi kasur yang kosong.


Apa itu hanya mimpi?


Apakah Regan yang memeluknya hanyalah mimpi?


Tapi mengapa itu seperti nyata?


Dia memeluk Regan, lalu Regan membalas pelukannya itu semua seperti nyata.


Sila memejamkan matanya. Tangisnya pun tumpah saat itu juga, ternyata Regan yang kembali hanyalah mimpinya saja.

__ADS_1


"Hiks...hiks... Ternyata itu semua hanya mimpi hiks."


"Aku kira semua itu hanya, Yaallah." Sila memegang dadanya yang terasa sesak.


"Sila?"


Sila menghentikan tangisnya sejenak lalu kembali menangis. "Apakah aku sangat merindukannya hingga aku pun bisa mendengar suara nya, hiks hiks."


"Kamu tidak mimpi sayang." Sila mematung saat Regan memeluknya lalu berbisik seperti itu.


"Aku sudah kembali dan itu nyata, kamu bisa merasakan pelukanku bukan?" Sila mengangguk polos membuat Regan terkekeh, gadisnya itu sungguh menggemaskan.


"Hiks.. hiks jadi itu semua memang nyata hiks" Dengan segera Sila membalas pelukan Regan menenggelamkan wajahnya pada dada bidang Regan.


"Iya, ini semua nyata sayang. Aku sudah kembali." Bisik Regan mengelus kepala Sila yang menggunakan hijab instan.


"Hiks... Hiks."


Itu semua nyata, Regan kembali! Regan nya susah kembali di sisinya lagi.


Terimakasih Yaallah engkau telah mengabulkan doa hamba. Sila sudah menghentikan tangisnya, ia tersenyum tipis lalu semakin mengeratkan pelukannya.


"Terimakasih sudah kembali." Bisik Sila.


"Terimakasih sudah menunggu, aku cinta kamu sayang ku."


Senyum Sila terbit begitu indah mendengar nya, ia sungguh bersyukur Regan bisa membalas cintanya.


Terimakasih tuhan.


TBC.


like dan komen!!!!!


^^^Mawar Jk^^^

__ADS_1


__ADS_2