
Happy reading
.
Setelah menempuh jarak yang cukup jauh, akhirnya mereka sampai di lokasi camping nya yang berada di hutan.
Para murid dengan teratur turun dari bus, mereka semua langsung takjub melihat keindahan alam terebut jarang-jarang mereka melihat pemandangan yang seperti ini secara langsung.
"Sejuk banget ya disini, beda banget sama di kota" celetuk Rafi mendapat anggukan dari Rifan.
"Di kota mah banyak asap kendaraan jadi agak gimana gitu, kalau di sini enak banget seger gitu." timpal Raden mengutarakan pendapat nya.
“Biar gue yang bawa.” kata Regan merebut ransel Sila.
“Emang gak berat bawa dua tas?” tanya Sila melirik tas milik pria itu yang berada di punggung nya.
“Lo pikir gue lemah, gak bisa bawa dua tas ini?” tanya Regan balik. Sila langsung menggelengkan kepala nya dengan cepat, dia sama sekali tidak berfikir seperti itu.
“Perhatian semuanya.” teriak seorang guru laki-laki memakai alat pengeras suara, lantas anak-anak langsung menatap guru nya itu menunggu apa yang akan di sesampainya.
“Ini adalah lokasi camping kalian, seperti yang kalian lihat kalau di sini sangat bersih. Ini adalah hutan terawat dan sebelumya pihak sekolah sudah memeriksa kalau hutan ini aman untuk kita tempati camping.”
“Sebelum kalian membangun tenda kalian, bapak akan membagi kalian semua dalam beberapa kelompok dengan masing-masing kelompok beranggota kan 4 murid saja.”
“Yang bapak sebutkan namanya silahkan maju kedepan, Ismi, Nia bla bla...” guru tersebut menyebutkan nama anggota kelompok satu per satu hingga selesai.
__ADS_1
Setelang pengumuman pembagian kelompok Raden sangat senang karena ternyata ia satu kelompok dengan para sahabatnya yang lain.
“Yeah, kita memang tidak terpisahkan.” ujar Raden merangkul Rafi yang berada di samping kanan nya.
"Gue sih udah tebak aja kalau kita bakal satu tenda." Raden tertawa memanggil Rafi. Mereka berempat memang selalu bersama dari kecil hingga sekarang mereka satu sekolah dan satu kelas selalu bersama-sama.
“Ayo ikut.” ucap Regan dan Rifan bersamaan pada Sila dan Juli yang berada di depan nya.
Juli dan Sila mengikuti keduanya meninggalkan Rafi dan Raden
“Lagi-lagi kita di tinggalkan.” ujar Rafi menatap punggung keempat nya.
“Ya gitulah kalau udah pada bucin, ayo kita ikut aja.” Ajak Raden menarik tangan Rafi.
Juli dan Sila menganggukkan kepalanya mengerti, mereka mengeluarkan tenda camping yang sudah di bagikan oeh pihak sekolah setelah pembagian kelompok tadi.
"Owh iya, dua teman kalian mana dah." tanya Raden tak melihat dua teman tenda Sila dan Juli.
"Mereka tadi izin ambil barang yang kelupaan di bus." jawab Sila.
Sila dan Juli membangun tenda mereka dengan mudah, ini bukan pertama kalinya untuk mereka berdua jadi keduanya dengan tenang membangun tenda nya.
"Duh, maaf ya lama ternyata barang nya udah di ambil sama guru jadi balik ke tenda guru deh tadi." ucap seorang gadis bersama satu temannya yang tak lain teman tenda Sila dan Juli.
"Gak papa kok." panggil saja mereka Astrid dan Fina mereka berdua bergabung untuk membantu membangun tenda mereka.
__ADS_1
Dan akhirnya tenda mereka berempat berdiri dengan kokoh, bahkan tenda mereka adalah tenda perempuan pertama yang berdiri, yang lain terlihat masih sibuk menyambung nyambung kan tenda nya.
"Alhamdulillah akhirnya selesai juga." ucap Sila tersenyum melihat tenda nya sudah berdiri dengan usaha mereka sendiri.
"Iya, kita malah yang pertama dari perempuan." ucap Fina, yang lain mengangguk membenarkan.
"Kita kapan makan ya, udah lapar gue nih." lanjut Fina mengelus perut rata nya.
"Nanti fin, yang juga masih pada sibuk banget bangun tenda mereka, makan cemilan ja nunda laper nya." ucap Astrid.
"Aku ada biskuit gandum, kamu mau?" tanya Sila, mata Fina langsung berbinar.
"Boleh-boleh." ucapnya riang.
"Yaudah yuk masuk, kita makan di dalam aja sekalian kita atur yang di dalam juga." ajak Sila
"Ok." seru Fina bersemangat, lalu masuk ke tenda satu persatu satu.
"Wow, keren banget walaupun mereka cewek tapi bisa cepat bangun tenda nya kalah tuh sama cewek yang lain." ujar Rafi takjub melihat tenda sebelah nya sudah selesai aja.
"Gak ada halangan untuk cewek atau cowok, kalau bisa ya bisa." ucap Rifan mengangkat tas mereka lalu membawa nya ke dalam tenda.
"Iya sih." Rafi menggaruk tengkuknya yang tidak gatal lalu ikut masuk ke tenda nya menyusul yang lain sudah masuk duluan.
Tbc.
__ADS_1