
Happy reading
Weekend di pagi hari Sila membersihkan apartemen nya secara keseluruhan, tak lupa juga Regan ikut membantu Sila, ia bertugas mengepel lantai yang sudah Sila sapu.
Sekali-kali Regan mengusap keningnya yang berkeringat, ia kembali mengepel lantai hingga selesai. Sila membawakan minuman untuk Regan lalu mengambil pel Regan untuk di taruh nya.
"Jadi gini ya yang lo rasain saat membersihkan apartemen ini" ujar Regan saat Sila sudah kembali dan duduk di sampingnya.
"Udah biasa jadi yaa gitu" ucap Sila mengulas senyum nya.
Regan menjatuhkan kepalanya di bahu Sila seraya tersenyum tipis "Oh iya Regan, ini kan weekend, kalau kita ke rumah Abi kamu mau gak?" tanya Sila.
"Kenapa enggak?" tanya Regan balik, Sila tersenyum girang lalu berdiri seketika. untung saja Regan enggak jatuh, jatuh pun sebenarnya gak papa karena sofa nya empuk.
"Aduh maaf ya, aku terlalu bersemangat soalnya udah lama aku gak ke sana" Regan menganggukkan kepalanya mengerti.
"Yaudah sekarang kita mandi bersiap-siap ke rumah Umi ya"
"Mandi?"
"Iya"
"Kita mandi bareng gitu?" tanya Argan polos.
"Loh kok jadi mandi bareng" ucap Sila bingung.
"Lo tadi yang ngajak mandi"
"Ya maksudnya tuh kita mandi, tapi enggak bareng kamu di kamar kamu sendiri lah aku juga di kamar aku" jelas Sila.
"Ohh kirain lo ngajak mandi bareng tadi" kata Regan berdiri dari duduknya lalu berjalan menuju kamarnya, Sila menggelengkan kepalanya tak habis pikir, ia juga berjalan menuju kamarnya untuk siap-siap.
Beberapa menit kemudian Sila dan Regan sudah sama-sama siap "Kita bawa baju? Kan bermalam disana" tanya Regan melihat Sila yang tidak membawa apa-apa selain tas selempang kecil.
__ADS_1
"Aku sih masih ada pakaian di rumah, masih cukup lah kamu bawa aja" kata Sila.
"Ambilin gih" Sila langsung saja masuk ke kamar Regan memilihkan nya pakaian untuk di bawa.
Setelah semua beres, Regan segera membawa tas menuju mobil mereka "Kita singgah beli sesuatu dulu" kata Regan membelokkan mobilnya di sebuah perbelanjaan.
"Aku mau beliin mainan untuk Ainun boleh?" tanya Sila.
"Ainun siapa?"
"Keponakan aku, anaknya kak Salma, mereka duluĀ berhalangan hadir di pernikahan kita" jelas Sila.
Mereka berdua turun dari mobil memasuki pusat perbelanjaan itu, mereka langsung mencari toko makanan untuk orang rumah dan terakhir memiliki mainan untuk Ainun.
"Menurut kamu bagusan yang mana?" tanya Sila meminta agar pendapat Regan pada kedua pilihan nya.
"Mungkin yang sebelah kiri bagus" jawab Regan.
"Tapi yang kanan lucu tau, kita pilih yang ini aja ya" seketika Regan mendatarkan wajah nya, kenapa harus meminta pendapatnya kalau yang dipilih bukan yang itu?
"Gak papa, udah kan?" Sila mengangguk lalu memperlihatkan paper bag nya.
"Ayo pulang" ajak Regan.
Setelah berbelanja keduanya keluar dari sana menuju mobilnya dan segera melaju ke rumah Abi Adam.
"Assalamualaikum" salam Sila di depan pintu rumah nya.
"Waalaikumussalam" Umi Annisa yang membukakan pintu terkejut dan langsung memeluk putri bungsunya.
"Alhamdulillah, akhirnya kalian datang juga" ucap Umi Annisa.
"Umi" Regan menyalami Umi Annisa.
__ADS_1
"Ayo nak masuk-masuk" ajak Umi Annisa, kedua nya berjalan menuju ruang tengah yang sudah ada Abi Adam dan kakak perempuan Sila.
"Yaampu Sila" Salma memeluk adiknya menyalurkan rasa rindunya selama ini.
"Maaf ya dek kakak dulu gak hadir di pernikahan kalian" ucap Salma.
"Gak papa kok kak, Sila ngerti. Oh iya keponakan Sila mana nih?" tanya Sila yang tidak melihat keberadaan Ainun.
"Ada di kamar sama ayahnya" jawab Salma.
"Oh, ini kak ada mainan untuk Salwa" kata Sila menyodorkan paper bag pada Salwa.
"Wah, makasih ya nanti kalau Ainun nya udah bangun aku bawa turun" Sila menganggukkan kepala menanggapi nya.
"Owh iya, Umi udah masak ayo semuanya kita makan" ajak Umi Annisa pada mereka semua.
"Ayo semuanya kita makan dulu, Salwa kamu panggil suami kamu ya" titah Abi Adam, ia menepuk pundak Regan lalu berjalan lebih dulu bersama Umi Annisa.
"Ayo" ajak Sila pada Regan terdiam.
"Ah iya" Regan berdiri dan berjalan berdampingan menuju dapur.
"Ayo nak duduk" ucap Umi Annisa.
"Sila bantu ya Umi" ucap Sila membantu Umi Annisa menyajikan makanan yang sudah di masak Umi Annisa tadi.
"Wah udah pada ngumpul nih" ucap Gavin, suami dari Salwa.
"Ayo duduk"
Mereka semua duduk di kursi, para istri mengambilkan makanan untuk suaminya. Abi Adam memimpin doa sebelum mereka makan.
"Ayo makan" mereka semua pun makan dengan tenang, tidak ada yang membuka pencernaan karena Abi Adam tidak suka jika berbicara sambil makan.
__ADS_1
Tbc.
Maaf kalau semakin lama cerita nya semakin gameš„ŗ