
Happy reading
.
Pada siang hari nya para siswi di kumpulkan untuk siap-siap makan siang. Mereka berbaris untuk mengambil makanan.
Setelah mengambil bagian mereka, mereka berpencar untuk makan, ada yang di depan tenda nya, ad yang di bawah pohon, ada yang di atas kayu yang sudh di tebang dan ada juga yang duduk di atas rumput.
"Di depan tenda aja, di sana adem kok." saran Fina, ketiga nya pun mengangguk lalu berjalan menuju tenda mereka.
"Eh 4 bersahabat itu makan di mana?" tanya Juli melihat di sebelah tenda nya tidak ada siapa-siapa.
"Regan dan teman-temannya maksud lo?" tanya Astrid.
"Iya, siapa lagi."
"Mungkin mereka makan di tempat lain." jawab Sila.
"Yaudah deh, sekarang kita makan aja."
Sehabis makan mereka kembali berkumpul untuk mendapatkan arahan pada acara yang akan mereka lakukan selama di sini.
"Assalamualaikum anak-anak sekalian." salam guru tersebut.
"Waalaikumussalam pak!" jawab mereka serempak.
"Baiklah, sekarang bapak akan memberitahu kan kegiatan kita selama tiga hari kedelapan nya, bapak harap kalian menikmati setiap waktu di sini."
"Untuk hari ini tidak ada kegiatan, jadi kalian bisa melakukan apa yang ingin kalian lakukan, dan untuk besok kita akan mulai permainan pertama kita yang akan menghidupkan kegiatan kali ini!"
"Yeah!."
"Asik."
"Okyy."
__ADS_1
"Gasken."
"Akh gak sabar."
Sahutan demi sahutan terdengar dari mereka semua yang tidak sabar untuk keesokan harinya.
"Di pagi hari kalian akan di ajak untuk berkeliling sebenar di sekitar lokasi, setelah itu kembali kumpul di lapangan dan kita akan mulai permainan pertama nya! setelah permainan, kalian harus mencari kayu bakar untuk membuat api unggun di puncak malam nanti."
"Dan di malam harinya, ada permainan mencari harta karun, untuk hadiah nya di rahasiakan ya, tapi bapak yakin kalau kalian semua pasti akan menyukai hadiah nya." jelas sang guru.
"Wah, ada game harta karun di malam hari nya? gak sabar banget pak, dapat hadiah lagi!"
"Iya, itu salah satu ide dari teman kalian." Raden dan Rafi langsung membusungkan dada bangga meskipun nama nya tidak di sebut, tapi mereka tetap bangga karena mereka lah yang menyampaikan ide tersebut.
Tadi nya pihak sekolah mereka menolak jika ide tersebut di mainkan pada malam harinya, pihak sekolah takut terjadi apa-apa pada para murid.
Tapi Raden dan Rafi terus meyakinkan pada pihak sekolah hingga ide nya pun di setujui.
"Di acara malam puncak juga akan ada acara penampilan bakat, jadi kalian semua boleh menyumbangkan sebuah lagu atau apapun itu, semoga kegiatan kita lancar akhir ya."
"Aamiin."
"Siap mengerti pak!"
"Tidak ada pak.."
"Iya pak.."
"Asiap."
"Enggak pak."
"Baiklah, hanya itu yang bapak ingin sampaikan, kalian bisa kembali ke tenda masih-masing."
Mereka semua pun kembali ke tenda masing-masing, seorang anak laki-laki terlihat mengambil gitarnya lalu bernyanyi bersama teman satu tenda nya.
__ADS_1
"Sekarang kita ngapain nih?" tanya Astrid melihat yang lain terlihat senang dengan kegiatan mereka.
"Ya duduk duduk aja." jawab Julia duduk di depan tenda nya.
"Yahh, gak seru itu mah."
"Ya terus kita mau ngapain Astrid?" tanya Fina.
"Ya ngapain kek." jawab Astrid, sebenarnya ia juga bingung mau ngapain tapi ia juga mau seperti yang lain melakukan sesuatu.
"Ya, ngapain?" tanya Fina, Astrid di buat kesal jadinya.
"Ya pikir dong, gue kan nanya jadi gak tau juga." ujar Astra nge gas, Fina hanya menyengir kuda lalu menatap Sila.
"Kenapa?" tanya Sila.
"Kira-kira kita enak nya ngapain? kan lo cerdas."
"Aku juga bingung sebenarnya." ucap Sila seraya cengengesan membuat mereka gemas.
"Gimana kalau kita jalan-jalan di pinggir sungai aja? gue denger disini ada sungai yang tak jauh." saran Juli.
"Eh gak usah macam-macam, gimana nanti kalau kita tersesat di sana?" tanya Fina takut-takut.
"Gak bakal, gue setuju! mau pergi sekarang?" Juli menatap Sila meminta pendapatnya.
"Aku ikut kalian aja, kalau mau pergi ya ayo!"
"Ok! ayo pergi." seru Astrid senang.
Keempat nya pun berjalan dengan arah Juli menuju sungai yang di maksud nya. tapi mereka tak sengaja di lihat oleh Rifan, ia langsung mengajak temannya yang lain untuk mengikuti keempat gadis itu.
"Mereka mau ke mana sih." ucap Rafi bingung mengikuti keempat gadis itu dari belakang bersama yang lain.
"Apa mereka ingin ke sungai?" tanya Raden. Regan, Rifan dan Rafi lantas menatap Raden seakan bertanya apa maksudnya.
__ADS_1
"Gue denger kalau di sekitar sini tuh ada sungai, siapa tau mereka juga denger dan pergi ke sana kan." mereka mengangguk membenarkan lalu kembali mengikuti keempat gadis tersebut.
Tbc.