(Not) Bad Husband

(Not) Bad Husband
NBH 55 : Drama


__ADS_3

Happy reading


.


Mobil Regan memasuki sekolah, ia memarkirkan mobilnya di parkiran khusus lalu keluar dari mobilnya, Regan pergi ke sisi mobil nya yang lain dan membukakan pintu untuk Sila.


Sila tersenyum kecil di perlakukan seperti itu, Sila sekarang sudah tidak lalu risih dengan dengan para murid yang akan menatap mereka terang-terangan, tak banyak juga yang membicarakan nya yang tidak-tidak.


"Ayo." ajak Regan menggenggam tangan Sila, keduanya berjalan menuju Raden, Rifan dan Rafi yang sudah menunggu mereka.


"Makin so sweet aja nih pak bos sama bu bos." kata Rafi menggoda keduanya membuat Raden dan Rifan terkekeh.


"Pagi Sila." sapa Raden tersenyum manis pada Sila dan di balas dengan senyum manis pula pada Sila.


Regan memutar bola matanya malas, Raden itu suka sekali menggoda diri nya dengan membuat nya cemburu. Eh apa tadi? Cemburu? Apa ia benar-benar sudah mencintai Sila seutuhnya? Entahlah ia masih bingung dengan perasaannya itu, yang pasti Sila adalah milik nya sekarang.


"Ayo masuk." ajak Regan lagi.


Kelima nya berjalan beriringan di koridor menuju kelasnya, di tengah-tengah perjalanan mereka berpapasan dengan Bella dan antek-anteknya.


Bella mengepalkan tangannya melihat Sila dan Regan saling bergandengan tangan, Bella menatap tajam punggung Sila yang sudah melewati nya.


"Gue sih curiga kalau mereka itu ada hubungan, gak mungkin kan mereka tiba-tiba aja dekat seperti itu, sedangkan dulu mereka bahkan tidak saling sapa sama sekali." celetuk Siska itu menatap punggung Sila dan 4 R.


"Tapi selama ini, rencana kita ingin membuat Sila mundur itu tidak ada hasil sama sekali, malahan hari demi hari mereka makin lengket aja." timpal Laras.


"Kita harus ubah rencana kita bel." lanjut Laras, Bella menganggukkan kepalanya setuju. Dia tidak bisa membiarkan Sila bersama Regan begitu saja, Regan itu hanya milik nya tidak ada yang bisa memiliki nya selain diri nya.


"Ayo cabut." ajak Bella mengajak keduanya pergi dari sana, sebentar lagi bel akan berbunyi nanti lah dia pikirkan bagaimana rencana selanjutnya untuk menjadikan Regan milik nya.

__ADS_1


Pada jam istirahat para murid sudah berada di kantin untuk mengisi perut mereka, begitupun dengan Sila, Juli dan juga si 4 R. Sekarang mereka dengan tenang menyantap makanan mereka masing-masing.


"Pulang nanti gue langsung jemput ya." kata Juli mendapat anggukan dari Sila.


"Kalian mau kemana?" tanah Rafi kepo.


"Kerja kelompok, kenapa? Lo mau ikut?" tanya Juli sewot, ok gara-gara sering ikut berkumpul dengan Raden dan Rafi ia sudah menjadi sangat cerewet dengan omongan pedasnya.


"Enggak dulu deh, gue mau ke suatu tempat soalnya." jawab Rafi lalu kembali memakan makanannya.


"Di mana?" tanah Regan.


"Di rumah Sintia, kita banyak kok." jawab Sila, ia berharap semoga Regan mengizinkan nya untuk pergi.


"Ada laki-laki?" tanya Regan lagi.


Dengan ragu Sila menganggukkan kepalanya "Tapi kita banyak kok, laki-laki cuma dua dan perempuan ada tiga." ucap Sila cepat.


"Kenapa gak bisa? Lo gak boleh ngelarang Sila kayak gitu lah, ini tuh tugas sekolah yang wajib di kerjakan dan lo gak ada hak ngelarang Sila untuk ikut." ujar Juli pada Regan.


"Sila istri gue, dan gue berhak melarang dia. Termasuk melarang nya pergi."


Juli mengepalkan tangannya "Dasar egois!" Regan mengangkat bahunya acuh dan kembali meminum jus nya.


Yang lain tidak ingin ikut campur, mereka hanya diam mendengar perdebatan mereka tanpa ingin menyela.


"Regan, kita cuma sebentar kok, lagian kan kita banyak di sana." kata Sila mencoba membujuk Regan, tapi Regan tetap kekeuh melarang nya untuk pergi.


Sila menghela nafas pasrah, dengan wajah yang di tekuk Sila mengaduk makanan nya. Melihat itu Regan berdecak dan mengizinkan Sila pergi.

__ADS_1


"Ok gue izinin, tapi gue yang anter dan jemput lo di sana dan jangan lama-lama." ujar Regan membuat senyum Sila terbit.


"Iya, gak lama kok."


Juli menatap Regan dengan sinis sebelum ia menyuapi dirinya, mereka semua kembali memakan makanannya dengan tenang.


Setelah mengisi perut nya mereka semua berjalan menuju kelasnya, di perjalanan Sila tidak sengaja menabrak Bella. Ralat, Bella dengan sengaja menempatkan di dirinya agar Sila menabrak nya hingga Bella terjatuh ke samping.


"Yaallah, kamu gak papa kan bele? Maaf ya aku gak sengaja." kata Bella membantu Bella berdiri, Bella tidak terluka sama sekali tapi ia sengaja berbohong bahwa kaki nya sedang terkilir sekarang.


"Pergelangan kaki aku sakit, sepertinya terkilir deh." Juli menatap Bella dengan kening yang mengerut.


Kenapa tiba-tiba Bella jadi bicara lembut pada Sila sekarang?


"Regan, kayaknya kaki aku benar-benar terkilir deh. Kamu bisa bawa aku ke uks gak?" ucap Bella dengan lembut pada Regan, sangat lembut. Saking lembut nya membuat Juli ini muntah mendengar nya.


Sila jadi bingung sendiri, ia merasa bersalah karena sudah membuat kaki Bella terkilir tapi di sisi lain ia juga tidak ikhlas saat Regan menyentuh perempuan lain, tapi saat ini Bella sedang kesulitan.


"Panggil anak uks sekarang." ujar Regan pada adik kelas yang kebetulan lewat.


"baik kak."


Sial, Bella menatap Regan yang sama seperti tidak terlihat khawatir pada nya, kenapa enggak Regan aja yang mengendong nya ke uks, itu kan tujuannya berpura-pura seperti ini.


Tak lama kemudian petugas uks pun datang dengan tanduk dan membawa Bella ke uks.


"Ayo masuk, bentar lagi bel bunyi." ajak Juli menarik Sila untuk ikut dengan nya, ia terkekeh mengingat wajah masam Bella tadi, ternyata dia melakukan nya untuk mencari perhatian Regan.


"Drama banget tuh satu cewek." kata Rafi menggeleng tak percaya, mereka semua tau kalau Bella hanya pura-pura, akting nya belum cukup untuk mengelabui mereka. Tapi tidak dengan Sila kita yang polos itu.

__ADS_1


Tbc.


__ADS_2