
Happy reading
.
Pagi-pagi sekali, Regan mengajak Sila untuk keluar dari lokasi camping untuk mandi dan melaksanakan sholat subuh di mesjid terdekat.
Dengan modal meminjam mobil milik seorang guru kedua sudah sampai di mesjid yang ada di desa itu.
Mereka akan menumpang mandi disana, mana mungkin mereka pergi ke rumah penduduk untuk menumpang mandi di subuh-subuh begini.
Setelah mandi mereka segera masuk ke mesjid untuk menunaikan kewajiban mereka sebagai umat muslim.
Keduanya tidak langsung kembali ke lokasi camping nya, melainkan mereka pergi ke sebuah pasar kecil yang ada di desa itu, walaupun masih subuh tadi sudah lumayan penjual di sana.
Setelah semuanya selesai mereka berdua memtuskan untuk pulang, matahari yang tadi nya muncul dengan malu malu sekarang sudah sangat terik, mereka tebak kalau yang lain juga pasti sudah pada selesali satu persatu.
Sesampainya di lokasi camping, Regan memarkirkan mobil milik kepala sekolah di tempat nya semula, mereka turun dari mobil dan berjalan berdampingan masuk ke tempat mereka membangun tenda.
“Wets, kalian berdua dari mana nih?” tanya Rafi dengan handuk yang berada di pundaknya, sepertinya anak-anak sudah di bawa untuk mandi oleh para guru.
“Kita dari mandi juga.” Jawab Regan berjalan menuju tenda nya, Rafi pun mengikut dari belakang nya.
“Lah mandi di mana woy, kita aja dari mandi juga bareng anak-anak yang lain, kalian berdua aja yang gak ikut. Apa jangan jangan....” Rafi mendekatkan wajah nya pada wajah Regan untuk melihatnya lebih dekat lagi.
“Kalian dari nganu ya makanya pisah.” lanjut nya menjauhkan wajahnya lalu menujuk Regan.
__ADS_1
“Pantat lo nganu, sana deh lo.” Regan mendorong Rafi lalu masuk ke tenda nya.
“Cih pasti dia dari nganu tuh tapi gak di kasih sama Sila jadi marah-marah gitu, lagian masa nafsuan di hutan kaya gini.” batin Rafi mencibir dan ikut masuk ke tenda nya.
Sila masuk ke tenda nya yang sudah ada ketiga temannya yang lain, ia menyimpan kantong plastik nya lalu duduk di sana.
Juli tidak bertanya karena ia sendiri sudah tau Sila dari mana, apa lagi ia tak melihat Regan bersama para sahabat nya tadi.
Julia juga sudah memberitahu kan pada Astrid dan Fina saat kedua nya panik bangun bangun sudah tidak ada Sila di tenda mereka.
“Wah itu apaan sil?” tanya Astrid kepo pada isi kantong plastik yang di bawa Sila.
“Oh ini susu dan juga selai, aku lupa bawa jadi tadi singgat di pasar sama Regan, untung aja di sana ada yang jual.” Jawab Sila.
“Selai apa? Mau dong!” seru Fina, ia suka nih pagi pagi seperti ini makan roti selai, apa lagi nanti mereka akan berkeliling di sekitar.
“Pas banget! Gue mau ya, gue ada roti kok tapi lupa juga bawa selai.”
“Iya buka ada, aku juga mau olesin buat Regan.” ucap Sila memberiakan selai tersebut pada Astrid dan Fina lalu ia membuka tas nya mencari roti nya.
Julia mengambil satu kotak susu besar dan menuangankan nya pada gelas yang sudah Sila tata satu persatu, Juli mengambil satu susu lagi karena tak cukup lalu kembali mengisi gelas tersebut.
Sila mengoleskan selai pada roti tawar yang di bawa nya selagi Juli masih menuangkan susu tersebut di gelas.
“Tolong bantu bawa ke tenda nya Regan ya.” pinta Sila pada Juli.
__ADS_1
“Ayo.” ajak Juli berdiri membawa tiga gelas susu, sedangkan Sila membawa satu gelas dengan satu piring roti yang sudah Sila olesi selai tadi.
Keluar nya dari tenda ternya Regan para sahabat sudah duduk bersila di depan tenda nya, Juli membagika kepada mereka susu tersebut lalu kembali ke tenda untuk mengambil susu bagi diri nya dan juga Sila.
“Nih.” Sila memberikan gelas susu yang di bawa nya pada Regan.
Regan menerimanya lalu menepuk pada sisi di samping nya menyuruh Sila untuk duduk di sana, Sila yang paham pun segera duduk di sana.
Juli datang membawa dua gelas susu lalu memberikannya satu pada Sila “Loh Fina sama Astrid gak ikut keluar juga?” tanya Sila.
“Mereka udah makan di dalam, gue udah ajak tapi katanya udah nyaman makan di sana.” Sila pun mengangguk paham dan meminum susu nya.
“Nih makan.” ujar Regan memberikan roti pada Sila.
“Kita keliling nya jam berapa?” tanya Raden membuka suara.
“Kayak nya sih jam setengah delapan.” Jawab Rifan, Raden mengangguk paham lalu kembali memakan roti dan nya.
Sila tidak bisa menghabiskan susu nya karena meminum air tawar, Regan yang memang bagian nya sudah habis lantas meminum sisa susu milik Sila hingga habis.
Raden dan Rafi seketika melotot kan matanya melihat hal itu. Ini sungguh tak di percaya! Seorang Regan Alexander, ketua geng meminum sisa.
"Mubasir." jawab Regan menaruh gelas itu di bawah.
"Pagi-pagi udah bucin aja nih couple kita." goda Rafi.
__ADS_1
Regan hanya acuh lalu memeluk pinggang Sila "Woy di bilangin malah menjadi jadi nih orang." ujar Rafi kesal, ia kan mau juga kayak gitu tapi ia gak punya istri apalah pacar, banyak yang mau sih tapi gak ada yang cocok untuk nya.
Tbc.