(Not) Bad Husband

(Not) Bad Husband
NBH 27 : Poor Rafi dan Raden


__ADS_3

Happy reading


Mobil Regan melesat memasuki pekarangan sma Alexander, Regan dan Sila keluardari mobil lalu berjalan menuju Raden, Rafi dan Rifan yang menunggu mereka.


“Assalamualaikum” salam Sila pada mereka seraya mengulas senyum manis nya.


“Waalaikumusalam/Waalaikumussalam cantik” jawab Raden, Rifan dan Rafi yang sengaja ingin membuat Regan marah, menurutnya Regan terlihat lucu ketika sedang marah jika dia menggoda Sila.


Dan lihat saja sekarang, Rafi sudah mendapatkan tatapan tajam dari Regan sendiri. Bukannya takut Rafi malah terkekeh puas melihat ekspresi Regan. Tenang saja, Jika Sila bersama mereka Raden tidak akan memukulnya kan ada pawang nya.


“Ayo, gue anter ke kelas” Regan menarik Sila pergi dari sana menuju kelas Sila. Di koridor banyak yang memperhatikan mereka, banyak pula yang berbisik bisik membicarakan keduanya.


“Udah gak usah di dengarkan, anggapkan aja setan lewat” ujar Regan dengan sengaja mengeraskan suaranya, para murid yang mendegar itu lantas terdiam berhenti berbisik takut jika Regan marah, mereka seperti di berikan peringatan.


Sila mendongankka kepala nya untuk melihat Regan, ia tersenyum manis sungguh ia sangat bahagia karena Regan sudah benar-benar berubah.


“Mampus, baru juga pagi-pagi gini udah pada ngegosipin orang. Di gertak pawangnya diam lo pada” ujar Raden membuat mereka semua menunduk. Lalu ketiga nya berjalan menyusul Regan dan Sila.


“Sana masuk” titah Regan.


“Dadah cantik” seru Rafi melambaikan tangannya pada Sila yang sudah menutup pintu kelas nya.


Regan menatas Rafi sinis “Wes, santai bos” ujar Rafi lalu menarik tangan Raden sebelum ia di hajar oleh Regan.


“Ayo” Rifan merangkul Regan berjalan menuju kelas mereka.


“Cie di antar suami nya” goda Juli saat Sila sudah duduk di kursinya, Sila tersenyum malu bahkan pipi nya sudah mereona merah.


“Aduh pipi nya merah nih” goda Juli lagi lalu tertawa, Sila segera memelik Juli menyembunyikan wajah nya yang memerah.


“Juli ihh” regak Sila.


“Iya iya maaf” Sila melepaskan pelukan nya, saat Juli hendak berbicara lagi guru mereka sudah masuk.


“Assalamualaikum anak-anak”


“Waalaikumussalam ibu....” jawab para murid kelas.

__ADS_1


“Baiklah, seperti yang ibu bilang minggu lalu kalau ibu akan mengadakan ulangan harian, kalian siap?” tanya guru tersebut.


“Siap bu!” seru para murid serempak.


“Baiklah, sekarang siapkan kertas dan pulpel kalian” mereka semua dengan patuh mengambil kertasdan juga pulpen mereka.


“Nomor satu, jelasankan yang di maksud.....” setelah guru nya memberikan soal, para murid langsung mengerjakannya dengan tenang, Sila dan Juli pun juga terlihat fokus pada kertas ulangan mereka.


Kringg kringg


Bunyi bel jam istirahat membuat para siswa dan siswi berseru senang, setelah guru nya keluar dari kelas  mereka langsung berlomba lomba keluar menuju kantin untuk mengisi perut mereka.


“Yuk pergi kantin” ajak Sila pada Juli yang sedang mengambil sesuatu di dalam tas nya.


“Yuk” ujar Juli, mereka berdua berjalan beriringan menuju kantin, dan ternyata kantin sudah penuh.


“Cepat banget kantinnya penuh” kata Sila melihat sekeliling kantin, mereka tidak tau akan duduk di mana sebab semua meja sudah penuh.


“Terpasa deh kita makannya di kelas” Sila mangangguk membenarkan ucapan Juli.


“Mau duduk di mana, semua meja sudah penuh” jawab Juli, Raden mentap sekeliling, benar yang di katakan Juli meja sudah pada penuh.


“Yaudah  gabung sama kita aja” ajak Rafi.


“Dimana? Semua pada penuh juga” tanya Juli, Sila mengangguk membenarkan ucapan Juli. Regan melihat itu gemas sendiri ingin sekali dia menggigit pipi Sila sekarang ini.


“Ikut aja” ajak Rafi kembali, Regan ingin mengenggam tangan Sila tapi Juli dengan cepat menarik Sila untuk berjalan bersama nya.


Regan mendengus sebal, Raden melihat tertawa lalu merangkul Regan dan Rafi bersama “ Sabar bos, nanti di apartemen bisa sepuasnya” Rifan tersenyum tipis, lalu mereka bertiga berjalan menyusul Rafi yang sudah duluan bersama Sila dan Juli.


Mereka berjalan menuju pojok kantin, di sana mereka melihat meja kosong "Wah ternyata masih ada yang kosong Juli!" setu Sila senang berjalan terlebih dahulu.


"Meja ini khusus untuk kita berempat, jadi tidak ada yang berani duduk disini, tidak pernah mencari meja kosong lagi" ucap Rafi ikut duduk di sebrang Sila.


"Owh jadi ini khusus untuk kalian, enak dong enggak perlu cari meja lain lagi langsung kesini aja kalau ke kantin"


"Ya tepat tepat sekali"

__ADS_1


"Jadi siapa yang akan pergi memesan makanan?" tanya Juli menatap mereka semua yang sudah duduk.


"Lo aja deh, lo kan cewek jadi tau soal makan gitu, terserah lo deh mau pesan apa" ujar Rafi pada Juli, Juli mendengus, tapi sedetik kemudian ia tersenyum miring ada sebuah ide yang singgah di otak cerdik nya itu.


"Yaudah gue yang pergi pesan!"


"Aku temani ya Juli" seru Sila ikut berdiri mengulas senyum manisnya.


"Enggak usah Sila lo duduk diam aja disini, biarin Juli yang pergi pesan makanan buat kita, tenang saja"


Sepertinya Rafi punya dendam pribadi pada Juli.


"Iya sil, udah gak papa gue pergi sendiri aja" kata Juli tersenyum manis, tidak ada yang tau arti dari senyum nya itu.


Sila pun pasrah kembali duduk di bangkunya menunggu Juli kembali membawa makanan nya. Hingga beberapa menit kemudian Juli datang bersama pegawai kantin yang membantu nya membawa pesanan mereka.


"Makanan datang!" seru Juli duduk di tempat nya semula, ia membawa makanan nya sendiri dengan makanan Sila. Sedangkan yang lain di bawa oleh pegawai kantin.


Juli tersenyum manis menatap keempat pria itu yang menatapnya datar "Selamat makan" ujar Juli tersenyum puas. Ia dengan sengaja memakan bakso nya dengan pelan di depan mereka.


Sila terkekeh melihat itu, Juli memesan bakso untuk nya dan Juli sendiri, sedangkan untuk keempat pria itu Juli memesankan mereka salad sayur.


Rifan dengan santai memakan salad sayur nya, dari ke tiga ada sahabatnya hanya dirinya nya memakan sayuran, Regan juga makan tapi tidak semua sayur. Raden dan Rafi itu paling anti dengan sayur, mereka berkata kalau sayur itu seperti rumput! Enggak ada rasa.


"Lo benar benar ya, lo kata kita hewan apa cuma makan dauh daun kaya gini!" kata Raden tidak terima, padahal ia sangat lapar sekarang ini bestie....tapi malah di kasih salad sayur, makan kenyang coba. Bikin kenyang pun Raden tidak akan makan daun daun itu!


"Itu tuh makanan sehat, bagus itu untuk remaja seperti kalian berempat, Rifan saja makan tanpa protes masa kalian enggak"


Sila menyerahkan bakso nya pada Regan, Regan sebenarnya juga suka sayur tapi itu untuk sayur tertentu saja dan di sana tidak ada sayuran kesukaan nya.


"Makan punya aku aja" Sila menukar makanan nya dengan makanan Regan, ia suka sayur jadi fine fine aja lah kalau hanya salad buah.


Regan tersenyum tipis, ia mengambil satu bakso dan menyimpannya di piring Sila, keduanya sama-sama melepaskan senyuman dan memakan makanan mereka kembali.


Sila, Regan, Rifan dan Juli menikmati makanan mereka tanpa memperdulikan Rafi dan Raden. Poor Rafi dan Raden.


Tbc.

__ADS_1


__ADS_2