(Not) Bad Husband

(Not) Bad Husband
NBH 63 : Keterlaluan!


__ADS_3

Happy reading.


Dihari berikutnya sikap Regan tambah menjadi-jadi, bahkan ia sudah kembali menyakiti fisik Sila hanya karena masalah sepele.


Flashback on*


"Sila!"


"SILA!" Teriak Regan memanggil nama Sila.


Pagi ini ia kesal sebab telat bangun, padahal ia sudah ada janji untuk ketemuan dengan Bella kesayangan nya. Tapi ia gagal karena ia terlambat bangun, dan ini semua gara-gara Sila yang tidak membangunkan nya.


"Iya ada apa Regan?" Tanya Sila datang.


"Nanya lagi lo, ini semua gara-gara elo ya. Gue gak jadi ketemuan sama Bella gara-gara lo!" Ucapnya emosi.


"Salah aku apa? Aku gak ngapa-ngapain kok." Bantah Sila.


"Gak usah sok gak tau ya lo. Ini semua gara-gara lo gak bangunin gue, kenapa gak bangunin gue sih! Gak becus tau gak jadi orang."


"Rasain nih."


Bruk!


Dengan teganya Regan mendorong Sila hingga membuat gadis itu terhantam tembok dibelakang. Sila memejamkan matanya merasakan kepalanya berdenyut karena terbentur tembok.


"Lain kali bangunin gue, gak ada gunanya banget jadi orang."


"Aku udah bangunin kamu untuk sholat subuh, tapi kamu malah bentak aku, mak-"


"Ngejawab aja lo!" Sila memejamkan matanya denger kemurkaan Regan.


"Keluar lo dari sini sebelum gue lakuin yang lebih lagi." Dengan cepat Sila keluar dari kamar Regan lalu masuk ke kamarnya.


"Hiks hiks... Kamu udah janji gak nyakitin aku hiks, tapi kamu ingkar lagi hiks." Tubuh Sila melemas terduduk di belakang pintu seraya terisak kecil, jangan sampai suara isakan nya membuat Regan kembali marah.


Flashback off*


Saat ini Sila dan Julia berjalan-jalan di taman, Menikmati hari weekend nya. Disana cukup ramai yang juga ingin menghabiskan hari weekend nya seperti Sila dan Juli.


Bruk!

__ADS_1


Tiba-tiba ada yang menabrak Sila dari belakang, keduanya berbalik melihat siapa pelakunya. Sila tersenyum dan berjongkok untuk membantu anak tersebut bangun.


"Gak papa kan dek?" Tanya Sila, anak itu mengangguk kecil seraya menunduk.


"Lain kali hati-hati ya, jangan lari-lari disini banyak orang kan bahaya." Nasehat Julian.


"Maaf Kakak cantik, aku gak sengaja."


"Iya gak papa, Mama kamu kemana?"


"Itu Mama sama Papa." Tunjuk nya pada sepasang suami istri yang sedang piknik. Sepertinya keduanya tidak menyadari kepergian anaknya.


"Yaudah kesana gih, nanti dicariin."


Anak itu tampak mengangguk lagi lalu pamit pada keduanya. "Yaudah Kakak cantik aku pergi dulu, dadah."


"Yuk." Ajak Juli, saat ini keduanya mencari teman yang enak untuk duduk dan juga mencari tempat yang sedikit tenang, disini lumayan berisik juga.


"Nah, itu ada kursi yang kosong." Tunjuk Sila pada kursi panjang yang kebetulan tidak ada yang menduduki nya, kebanyakan orang memang lebih memilih diatas rumput di alasi dengan karpetnya.


Belum ada beberapa detik Sila duduk ia kembali berdiri dan berlari entah kemana, Julia mengikuti nya dari belakang dan matanya langsung membola saat melihat Regan dan Bella yang terlihat ingin ci*m*n.


Apa-apaan mereka ini?!


Plak!


"Apa-apaan sih lo!" Marah nya pada Sila.


"Lo yang apa-apaan anj*ng! Berani banget kalian berdua lakuin yang tidak-tidak di depan umum kayak gini, ingat kalian itu bukan muhrim! Dan lo Regan." Julia maju mendekat pada Regan.


"Lo bukan lagi seorang single atau jomblo, tapi lo udah punya istri!." Lanjut nya berbisik.


"Gak peduli gue."


"Kamu keterlaluan Regan, yang hendak kamu lakukan tadi itu adalah dosa, Dosa besar." Kata Sila, matanya sudah berkaca-kaca.


"Lo juga, jadi cewek tau diri dong! Gatel banget. Pengen di garukin? Nanti gue garukin pake besi panas." Cibiran Julia pada Bella.


"Hiks hiks Regan~" Adu nya pada Regan.


"Si*lan lo, lo gak ada hak ngomong kasar sama cewek gue!" Bentak Regan.

__ADS_1


Deg.


Sila tertegun mendengar Regan mengatakan hal itu, ia menggeleng tak percaya.


"Lo yang sialan! Cowok bergesek!" Balas Julia tak mau kalah.


Kini mereka menjadi pusat perhatian di taman itu, banyak yang berbisik-bisik membicarakan keempat nya.


"Itu kenapa itu.."


"Sepertinya nya sih melabrak pacar nya yang selingkuh."


"Tega banget cowok nya bicara kasar kayak gitu."


Kira-kira seperti itulah bisik-bisik mereka.


Bella mengepalkan tangannya, bukan seperti ini yang ia inginkan! Ia tambah merapatkan tubuhnya pada Regan.


"Awas gak lo." Julia menarik tangan Bella membuat wanita itu terjatuh.


"Si*lan lo!"


"Ini semua gara-gara lo."


Plak!


Regan menampar Sila begitu kuat membuat tangan Regan membekas di pipi putih Sila. Sila terdiam, kepalanya mendadak pening hingga kegelapan menyelimutinya.


Bruk!


Sila terjatuh membuat Julia berteriak memanggil nama sahabat nya itu. Sedangkan Regan sendiri ia sudah pergi membawa Bella dari sana mengabaikan Sila yang sudah pingsan.


"Tolong panggilkan ambulance!" Teriak Julia.


Seorang wanita langsung mengeluarkan handphone nya dan menelepon ambulance terdekat.


"Sila, hey Sila bangun."


"Lo keterlaluan Regan, lo benar-benar keterlaluan! Lihat apa yang akan gue lakukan pada lo dan cewek lo itu. Tunggu saja!" Batin Julian.


Tbc.

__ADS_1


Ada yang ingin di sampaikan pada Bella dan Regan?


__ADS_2