
Happy reading
.
Pada malam hari nya, seperti biasa setelah makan malam Sila dan Regan akan duduk di ruang tengah seraya menonton televisi.
Tiba-tiba bel nya berbunyi, dengan segera Sila berdiri dan membukakan pintu. Sila terkejut melihat kakak dan kakak ipar nya yang datang, tak lupa si kecil Ainun yang berada di gendongan sang ayah.
"Kakak, ayo masuk kak." kata Sila mempersilahkan mereka masuk.
Regan berdiri dari duduknya saat melihat ipar nya, ia berdiri di samping Sila dan menyuruh mereka duduk di sofa "Duduk kak, Sila ambilkan minum dulu."
"Udah gak usah, kakak kesini cuma mau minta tolong jagain Ainun dulu, kakak ada acara reunian teman kuliah dulu. Kalian bisa kan? Jagain Ainun sebentar?" tanya Salwa.
Sila menatap Regan meminta persetujuan nya, Regan menganggukkan mengizinkan. Lagi pula ia juga senang kalau ada Ainun, anak itu sangat menggemaskan.
"Bisa kok kak, kakak gak usah khawatir Ainun aman sama kami." ucap Sila
"Kita gak lama kok, selagi masih disini jadi kita ingin bertemu teman dulu sebelum pulang nanti." kata Gavin.
“Kakak bersenang-senang aja disana, gak usah khawatir Sila dan Regan bisa kok jagain Ainun.” lanjut nya, Salwa mengangguk seraya tersenyum, ia menyodorkan tas kecil dan dengan segera Ragan menerima nya.
“Di sana ada kebutuhan Ainun, sebenarnya tadi kakak sudah beri dia susu sebelum ke sini tapi siapa tau dia masih mau kamu buatkan saja ya.”
“Iya kak.”
__ADS_1
“Yaudah kami berangkat ya, assalamualaikum.” pamit keduanya.
“Waalaikumussalam.”
“Mma!” jerit Ainun melihat kedua orang tuanya pergi meninggalkannya.
“Ainun sayang, Bunda sama Ayah keluar sebentar Ainun sama tante Sila aja ya sayang, sama om Regan juga.” Kata Sila agar Ainun tidak nangis.
“Yuk sama uncle.” Regan mengambil Ainun dari pangkuan Sila.
“Uncle?” tanya Sila.
“Kalau om berasa tua banget, mendingan ancel aja keren kan. Ancel, aunty, ia gak Ainun?.” Sila terkekeh, ada-ada aja si Regan mah.
Sila memberikan mainan pada Ainun yang sudah ia lap bersih karena Ainun suka memasukkan mainan nya itu pada mulanya "Jangan yang itu sayang, ini aja." kata Sila.
"Namanya juga anak-anak, apa-apa pasti suka di masukin ke dalam mulutnya, makanya orang tua harus menjaga kebersihan mainan anak nya."
Regan menatap Sila kagum, memang tak salah ia menerima perjodohan nya dan bisa mendapatkan istri seperti Sila, ia selalu di buat kagum olah sikap Sila.
“Biasanya Ainun tidur jam berapa?” tanya Regan, ia mencubi pelan pipi gembul Ainun, ia sangat gemas dengan pipi yang berisi itu, apalagi saat ini Ainun menggunakan jilbab jadi lah pipi nya semakin menonjol dan membuannya terlihat tambah gemas.
“Biasanya sih jam-jam segini setelah minun susu dia udah tidur, tapi dia terlihat belum mengantuk.” Sila mengelus kepala Ainun yang sibuk bermain dengan boneka nya.
Regan dan Sila mengajak Ainun bermain, Ainun sangat senang, ia bahkan tertawa terbahak-bahak sangking bahagia nya. Setelah beberapa menit mereka bermain Ainun pun mulai mengantuk, memang ini udah lewat jam tidur nya.
__ADS_1
“Udah ngantuk ya sayang? Yaudah sekarang kita tidur ya.” Sila membawa Ainun ke dalam kamar nya.
Regan menyusul membawa tas kecil Ainun, ia bergabung bersama Sila dan Ainun yang sudah berbaring di atas kasur itu. Regan tersenyum melihat Sila yang dengan lembut mengusap punggung Ainun menidurkan nya.
“Biasanya kalau punggung nya di usap seperti ini, dia cepat tertidur.” ucap Sila mengulas senyum manisnya.
Regan berbaring menyamping menghadap pada Sila dan Ainun, iya menatap keduanya seraya tersenyum “Mmamm” gumam Ainun tak jelas. Tak lama kemudian Ainun pun tertidur pulas.
Keduanya larut, mereka sama-sama terdiam di keheningan malam hinggat tak sadar mereka juga ikut tertidur menyusul sang kecil.
Ketiga nya seperti keluarga kecil, anak nya yang di tengahdan Inu dan Ayah nya di sisi sang anak sungguh definisi keluarga kecil bukan.
Sampai di jam 10 malam, Saalwa dan Gavin baru pulang dan mengabil Ainun, Regan tidak terbangun ia tetap tidur di atas kasur Sila.
“Maaf ya dek kalau ngerepotin.” kata Salwa merasatak enak mengganggu sang adik.
“Gak papa kok kak, kakak kaya sama siapa aja deh.”
“Yaudah, kalau gitu kamit pamit ya.” Pamit Gavin
“Iya kak, hati-hati ya.”
“Iya, assalammualaikum.”
“Waalaikumussalam.”
__ADS_1
Setelah menutup pintu nya, Sila kembali ke kamar. Ia menaikka selimut untuk Regan dan tidur di sisi kasur yang kosong, ia sudah tidak begitu takut ataupun canggung jika hanya tidur satu kasur seperti ini karena setelah kejadian Regan yang pergi ke kamar nya itu, mereka selalu tidur bersama mulai hari itu atas permintaan Regan sendiri.
Tbc.