
Happy reading.
Di saat Sila dan Juli berjalan di koridor, mereka tak sengaja berpapasan dengan Bella. dan kedua temannya.
"Hai Sil, Juli." sapa Bella seraya tersenyum manis pada keduanya.
Sila juga ikut tersenyum manis dan membalas sapaan Bella, berbeda dengan Juli yang menatap Bella bingung. Dari kemarin iya bertanya-tanya, kenapa Bella tiba-tiba menjadi baik sekarang?
Orang memang berhak berubah, tapi ini sangat mendadak! Kemarin aja Bella dan kedua antek-anteknya membuly Sila, dan sekarang mereka menjadi ramah pada nya, ia jadi curiga jika itu adalah siasat mereka. Pasti ada udang dibalik batu ini mah.
"Lo baru datang?" tanya Bella sekedar basa-basi saja.
"Iya, ini mau ke kelas." jawab Sila, Juli hanya diam di sampingnya yang matanya terus menatap Bella.
"Oh yaudah, kita bareng aja sekalian. Kita juga mau kelas."
"Boleh, yuk." ajak Sila, ia merangkul lengan Juli dan berjalan bersama ke kelas mereka. Mereka berpisah saat pembelokan karena kelas mereka yang berjauhan.
"Yaudah gue duluan ya." pamit Bella, lagi-lagi ia tersenyum manis pada Sila dan Juli.
Juli masih diam sendari tadi, Sila menganggukkan kepalanya menanggapi Bella dan kembali berjalan bersama Juli dengan masih merangkul lengan sahabat nya itu.
"Kamu gak papa?" tanya Sila pada Juli.
"Ha? O-oh iya gak papa kok, yuk ke kelas sebelum bel nya bunyi." ajak Juli, kini ia lah yang menarik tangan Sila untuk ikut dengan nya.
Keduanya memasuki kelas, tak lama kemudian bel pun berbunyi dan para guru segera masuk ke kelas nya.
Ketika jam istirahat pertama, Bella beserta kedua
__ADS_1
temannya menghampiri kelas Sila dan Juli mengajak mereka untuk ke kantin bersama.
Sila dan Juli yang memang hendak ke kantin pun menyetujuinya. Mereka berlima berjalan di koridor menuju kantin, banyak memperhatikan mereka saat ini, tak banyak juga yang berbisik-bisik entah berbicara apa.
Mereka semua pasti terkejut melihat Bella di ratu bully kini berjalan seraya tersenyum manis, tak lupa ia juga sudah akur dengan Sila.
Sesampainya di kantin mereka terus-terus saja berjalan hingga sampai di pojokan meja Regan dan para sahabatnya. Keempat pria itu juga sudah stay di sana.
Dahi Rafi dan Raden mengerut saat melihat Sila dan Juli datang bersama Bella serta kedua temannya.
"Ngapain lo ikut kesini?" tanya Rafi pada Bella dan kedua temannya.
"Ya mau makan lah, ini kan kantin." jawab Laras mendahului Bella.
"Ini meja gue dan teman-teman gue. Kalau lu mau duduk cari tempat lain!"
"Kamu kok gitu sih fi, kursi nya kan cukup untuk kita semua, kenapa lo larangan kita duduk di sini." ucap Bella dengan nada yang lembut.
Rifan pun juga ikut menarik Juli agar duduk di sampingnya. "Duduk di sini." ucapnya, Juli nurut tanpa membantah.
"Kamu pesan makanan untuk kita juga Regan? Makasih ya, kamu baik banget." ucap Bella melempar senyum manis nya pada Regan.
"Geer banget sih jadi cewek, yang di maksud kalian tuh cuma Sila dan Juli aja. Lo siapa sih, sana pesan sendiri kalau mau makan." ejek Rafi membuat Raden menertawakan nya.
Bella menunduk dengan raut wajah kecewa, lalu ia mengangkat kembali wajah nya dan tersenyum manis. "Yaudah, yuk kita pergi ambil makanan." ajak Bella pada Siska dan Laras.
Laras dan Siska mengangguk lalu mengikuti Bella yang berjalan terlebih dahulu menuju stan makan.
Sepeninggal nya Bella dan kedua temannya Raden dan Rafi langsung menatap Sila dan juga Juli.
__ADS_1
"Ini gimana ceritanya itu mak lampir bisa berubah seperti itu, ngeri banget liat senyum nya." ujar Raden, Juli mengangguk setuju dengan ucapan Raden.
"Gue juga gak tau, tadi padi mereka datang menghampiri gue sama Sila. Dan mereka ngajak aku jalan bersama ke kelas." jelas Juli.
"Aneh." celetuk Rafi.
"Jangan-jangan ini cuma sandiwara nya aja, mana mungkin dalam sehari mereka bisa berubah seperti itu." kata Raden.
"Gak boleh suudzon, kita harusnya bersyukur kalau Bella bisa berubah menjadi orang yang lebih baik lagi. Kita seharusnya mendukung mereka." ujar Sila.
Regan dan Rifan hanya diam saja, keduanya tidak tertarik sama sekali dengan pembicaraan mereka Regan hanya sibuk memainkan tangan Sila dari bawah meja.
"Iya sih, tapi gue masih belum percaya begitu saja sama tu cewek."
"Pokoknya sih harus waspada aja sama mereka berdua."
"Tenang aja, kalau mereka berani macam-macam sama Sila di saat gue ada, mereka gue bakal smackdown!" seru Juli menepuk dadanya nya.
Rifan tersenyum tipis melihat itu, tangan nya terulur menghentikan tangan Juli. "Udah nanti dada lo sakit." ucap nya datar tapi penuh perhatian.
Rafi dan Raden hanya mendengus sebal, hanya keduanya saja yang tidak punya pasangan sekarang, ngenes banget. Meskipun ia tahu kalau Juli dan Rifan belum pacaran tapi keduanya sangat so sweet tau gak, mungkin sebentar lagi hubungan mereka akan resmi.
"Udahlah ngapain pusing mikirin tu cewek, mendingan kita makan aja." ucap Rafi saat melihat ibu kantin berjalan menuju meja mereka membawa pesanan nya.
"Ini den makanan nya." kata ibu kantin membantu pesanan mereka, ada nasi dan juga minuman untuk mereka.
"Makasih Bu."
"Iya sama-sama."
__ADS_1
Mereka membaca doa terlebih dahulu dan mulai memakan makanannya masing masing.
Tbc.