
Happy reading
.
Malam harinya, Sila mempersiapkan peralatan sekolah untuk besok dan mengerjakan tugas nya di kamar, sedangkan Regan, ia keluar ingin pergi ke markas Red Moon yang sudah beberapa hari ini ia tidak kunjungi.
Sila nampak sangat fokus mengerjakan tugasnya itu, hingga beberapa menit kemudian ia pun telah menyelesaikan semua, Sila tersenyum puas dan memasukkan buku nya itu dalam tas. Jangan sampai ia melupakan nya besok jika tidak memasukkan terlebih dahulu.
Karena tugas telah selesai Sila pergi ke kamar mandi untuk mencuci wajah nya sebelum tertidur, keluar dari kamar mandi Sila duduk di meja rias nya dan mengoleskan krim malam pada wajah nya.
Merasa cukup, Sila berjalan menuju kasur ia berdoa sebelum membaringkan tubuhnya di sana. Kira-kira Regan pulang jam berapa ya, melihat jam yang sudah menunjukkan pukul setengah sembilan tapi Regan belum pulang juga.
Karena sudah sangat ngantuk, Sila tidak menunggu Regan seperti biasanya, apalagi mereka akan mulai masuk kembali besok jika ia juga ikut begadang makan keduanya akan sama-sama terlambat.
Jadi Sila memutuskan untuk tidur saja karena Regan itu sudah sekali saat di bangunkan, meskipun alarmnya sudah berbunyi tapi Regan tidak terganggu sama sekali. Sila pun bingung, bagaimana bisa Regan tidak terbangun mendengar bisingnya suara alarm nya itu.
Ting!.
Handphone Sila berbunyi menandakan ada pesan masuk, dan ternyata itu pesan dari Regan. Regan menyuruh untuk tidur saja karena ia pun tak tahu akan pulang jam berapa.
__ADS_1
Sila mematikan handphone setelah membalas pesan Regan lalu mulai menutup matanya mencoba untuk tertidur.
Ternyata Regan mampir di cafe nya sebelum menuju markas Red Moon dan saat ingin berangkat ke sana ia sempat mengirim pesan untuk Sila.
Sesampainya di sana ternyata Raden, Rafi dan juga Rifan sudah berada disana bersamaan anak-anak yang lain.
"Wets, pak ketu akhirnya ke markas juga." ujar salah satu dari mereka yang pertama kali menyadari kehadiran Regan.
Regan masuk dan duduk di kursi "Kemarin tuh kita dari camping, sumpah seru banget disana." ucap Raden.
"Wih enak tuh, di sekolah gue mah jarang di adakan camping kayak gitu." ucap salah dari mereka merasa iri.
"Oh iya, gimana sama geng Blacky ada ganggu kalian gak selama kita gak ada?" tanya Raden.
"Gak ada sih bang, cuma kalau lagi ketemu di jalan ya gitu, sering hampir buat kita di serempet gitu."
"Mereka mah emang gitu, kalau udah lawan kita pada lari tuh mereka." celetuk Rafi mendapat anggukan oleh yang lain.
Mereka kembali berbincang-bincang hingga jam sepuluh malam Regan baru pamit pulang, sangking asik nya mengobrol dengan teman-teman nya membuat Regan lupa waktu padahal besok ia mulai sekolah kembali.
__ADS_1
Regan memasukkan sandi apartemen nya dan segera masuk, ia membuka sepatu nya terlebih dahulu lalu berjalan masuk.
Melihat Sila tidak ada di ruang tengah ia berjalan menuju kamar wanita itu, membuka pinta tanpa mengetuk. Regan tersenyum tipis melihat Sila rupanya sudah tertidur di kamar nya.
Regan keluar dan menutup pintu kamar Sila, ia akan bersih-bersih terlebih dahulu sebelum tidur. Tak butuh waktu lama ia pun selesai dengan mengganti pakaian menggunakan baju tidur
Saat hendak membaringkan badannya Regan tiba-tiba terdiam memikirkan sesuatu, ia langsung berdiri berjalan keluar kamar nya. Regan berdiri di depan pintu kamar Sila, membuka nya dengan pelan lalu masuk ke dalam sana.
Dengan pelan ia duduk di sisi kasur yang kosong, menatap wajah damai Sila yang selalu nampak cantik. Regan dengan sangat hati-hati bergerak dan membaringkan badannya di kasur takut membangunkan gadis itu.
"Selain nampak cantik." gumam Regan memandang wajah Sila, sekarang ia berbaring miring menghadap pada Sila.
Walaupun tertidur Sila masih menggunakan hijab nya, tapi ia menggunakan hijab pasang yang sebatas dada saja terlihat simpel dan tentunya tidak akan menggangu saat tertidur.
Mengangkat tangan untuk mengelus pipi lembut Sila, entah apa yang merasuki Regan saat ini, ia dengan berani melakukan apa yang ia inginkan saat itu. Dia tidak akan menyesal, malah sebaliknya ia sangat senang bisa merasakan nya, sudah lama ia ingin melakukan karena setiap saat selalu di buat gemas dengan tingkah nya.
"Selamat tidur." setelah mengatakan itu Regan sudah tertidur menyusul Sila ke alam mimpi nya, Regan tak sadar jika tangannya masih berada di pipi Sila.
Tbc.
__ADS_1