
Happy reading
.
Di siang hari nya mereka semua duduk berkumpul di ruang tengah hanya sekedar untuk berbicara hal yang biasa. Regan dan Sila duduk di atas kepet bulu bersama Ainun yang bermain.
“Owh iya, bagaimana dengan sekolah kalian?” tanya Abi Adam pada Sila dan Regan.
“Alhamdulillah baik kok Abi” jawab Sila seraya tersenyum.
“Alhamdulillah kalau begitu, Umi takut terjadi apa-apa pada kalian” timpal Umi Annisa.
“Umi gak usah khawatir insya Allah semuanya akan baik-baik saja” Umi Annisa pun mengangguk dan tersenyum lega.
“Owh iya kak, kakak masih lama disini kan?” tanya Sila pada Salwa.
“Kakak cuma satu minggu disini, mas Gavin hanya di kasih satu minggu aja sama atasanya jadi sabtu depan kita sudah pulang ke kalimantan”
“Yah kok cepat banget sih” kata Sila lesu, dia masih ingin bersama keponakannya itu dan lagi besok ia sudah mulai sekolah Cuma hari weeken ia bisa kesini tapi mereka sudah mau pulang.
“Nanti kalau ke sini lagi semoga kita bisa lama-lama deh, jangan sedih dong” kata Salwa merangkul pundak adik nya.
“Lain kali mas minta lebih lama lagi ya sil, liat tuh Ainun natap kamu” ucap Gavin.
Sila menatap Ainun yang juga menatap nya, Sila tersenyum lalu membawa Ainun ke pangkuannya. Sila mencium seluruh wajah Ainun membuat balita itu tertawa karena kegelian.
“Nanti tante pasti kangen sama Ainun, Ainun juga pasti kangen sama tante kan?”
__ADS_1
“Yaaa wahh” Sila tersenyum senang karena tanggapan Ainun, ia kembali mencium seluruh wajah Ainun membuat balita itu kembali tertawa.
“Nanti pulang sekolah kan bisa ke sini, ya kan Ainun” kata Regan mengelus kepala Ainun. Sila tersenyum mentap Regan “Kenapa kalian enggak buat sendiri saja?” tanya Salwa berniat menggoda adik nya.
Tapi karena Sila masih sedikit polos ia tidak mengerti apa maksud sang kakak, lain dengan Regan yang mengerti maksudnya. Telinganya udah memerah hanya karena itu.
“Maksud kakak apa?” tanya Sila yang tidak mengerti.
“Ya kamu sama sama Regan buat anak biar enggak kesepian” kata Salwa menahan tawanya yang akan pecah saat melihat Sila yang masih berfikir, sungguh polos dirimu Sila.
“Sudahlah Salwa jangan menggoda mereka” kata Abi Adam, Salwa dan Gavin terkekeh melihat dua ekspresi yang berbeda dari Sila dan Regan.
Mereka melanjutkan pembicaraan mereka sesekali tertawa karena celoteh Ainun yang tidak jelas.
Di malam hari nya Sila dan Regan pamit pulang, besok mereka sudah kembali bersekolah lagi jadi mereka sudah tidak bermalam lagi di rumah Abi Adam.
“Cup, tante sama Om pulang ya cantik” kata Sila setelah mengecup pipi berisi Ainun. Regan juga mengecup pipi Ainun sebelum pergi.
“Assalamualaikum” salam keduanya memasuki mobil.
"Waalaikumussalam"
Di perjalanan saat mereka ingin melewati minimarket Regan bertanya apa Sila ingin membeli sesuatu atau enggak, Sila mengangguk, ada yang ingin ia beli jadi Regan berhenti di depan minimarket itu.
Ternyata Sila membeli roti dan berbagai macam selai “Stok di apartemen sudah habis jadi aku beli deh” Regan tersenyum tipis meraih geranting itu lalu membawanya ke kasir untuk di bayar.
“Enggak ada lagi kan?”
__ADS_1
“Enggak ada”
Setelah itu mereka kembali ke mobil lalu melesat pulang ke apartemen nya, Regan membawa tas nya yang berisi pakaian yang di pakai waktu di rumah Abi Adam dan Sila yang membawa kantong belanjanya tadi.
Regan menyimpan tasnya di atas meja lalu dia berbaring di atas sofa, sedangkan Sila terus membawa kantong nya masuk ke dapur menyimpannya si lemari dapur. Setelah itu ia menyusul Regan di ruang tengah.
Entah mengapa tiba-tiba saja Regan membayangkan bagaimana jika ia mempunyai anak bersama Sila, apakah anaknya nanti akan mirip dengannya atau Sila? Pasti mereka sangat lucu-lucu. Pikir Regan.
“Mikirin apa?” tanya Sila melihat Regan melamun.
Seakan sadar Regan memukul kepalan, bagaimana bisa ia punya anak untuk saat ini mereka saja belum tamat sekolah “Mikirin apa sih lo Regan” gerutuk Regan.
“Mikirin apa sih Regan” tanya Sila lagi.
“Enggak mikirin apa-apa, kepo banget sih lo”
“Kan Sila pengen tau aja, sensi banget sih. Kalau gitu mendingan Sila masuk ke kamar aja deh” kata Sila beranjak menuju kamar nya meninggalkan Regan yang masih menggerutuk.
“Nah loh marah, lagian lo tadi mikirin apa sih Regan... eh tapi mungkin anak gue bakal benar-benar lucu deh” pikir Regab lagi lagu tertawa sendiri.
“Eh apaan sih, au ah mendingan msuk tidur di kamar” Regan meraih tas nya berjalan menuju kamar nya yang berada di sebelah kamar Sila.
Tbc.
Jangan pelit-pelit untuk like dan komen ya guys, gratis kok.
See u
__ADS_1