
Happy reading
.
Tiba hari nya dimana anak kelas tiga berangkat camping di lokasi yang sudah di siapkan.
Anak-anak sudah pada kumpul di parkiran dengan barisan kelas masing-masing, satu bus di isi dengan satu kelas. Ketua kelas di tugaskan untuk mengontrol anggota kelas nya agar tidak terpisah pisah sebelum di absen.
Setelah di absen para siswa dan siswi secara beraturan naik ke bus mereka. Disisi lain Regan dan ketika sahabat nya berjalan dengan santai menuju bus kelas IPS 1.
"Eh kalian mau kemana." panggil wali kelas mereka.
"Mau ke bus lah Bu." jawab Raden.
"Itu buka bus kelas kalian, ayo kembali ke sini!"
"Gak mau Bu, kami maunya di sini aja." setelah mengucapkan itu mereka ber-empat langsung naik ke bus itu.
"Anak itu benar-benar sudah sekali di atur." kesal guru itu.
"Sudahlah Bu, biarkan mereka naik kesan masih sesama IPS juga, atau kita juga ikut naik sebentar lagi bus berangkat."
Mereka mencari tempat duduk Sila, Ralat Regan mencari Sila yang ternyata duduk di kursi ke tiga dari belakang.
__ADS_1
Dengan segera ia pergi kesana diikuti oleh ke tiga sahabat nya "Gue yang duduk sama Sila." kata Regan langsung setelah berdiri di samping Julia.
Julia yang memang orang nya peka berdiri membiarkan Regan duduk bersama Sila, ia tak perlu khawatir kalau dengan Regan mereka kan suami istri.
Melihat sekeliling kursi sudah pada penuh ke isi kecuali kursi di samping Rifan, hal membuat Julia bingung sendiri di mana ia harus duduk masa dekat Rifan sih.
"Kenapa? lo cuma mau berdiri gitu aja?" tanya Rifan menaikkan sebelah alisnya.
Juli pun tak punya pilihan, ia duduk di kursi samping Rifan lalu memakai headset nya untuk mendengarkan musik dengan nyaman.
Rifan mengambil sebelah headset Juli lalu memakai nya, lantas Juli menengok pada Rifan.
"Kenapa?" tanya Rifan polos, sebelum Juli berbicara wali kelas mereka memberikan informasi membuat nya bungkam.
"Baiklah anak-anak, sekarang kita akan berangkat mengikuti bus anak IPA, nikmati perjalanan ini dengan baik ya." jelas nya.
"Ayo lanjut."
"Sampai mana tadi?"
Sahutan demi sahutan tersebut dari kursi perempuan yang ada di depan.
Juli menatap Rifan dengan sinis yang menyandarkan kepala pada bahunya, ok dia diam saat Rifan mengambil sebelah headset nya, tapi sekarang! ia makin tak tau diri saja.
__ADS_1
Saat hendak mendorong kepala Rifan untuk menjauh tangan Juli terhenti saat mendengar ucapan Rifan.
"Biarkan gini aja, gue ngantuk banget please." ujar Rifan pelan, Juli jadi tak tega mengganggu tidurnya.
Karena Juli baik hati dan juga tidak sombong, jadi Juli membiarkan nya ia juga tidak terlalu terganggu jadi ok lah. Ia ikut memejamkan matanya benar-benar menikmati perjalanan seraya mendengarkan musik.
Sedangkan di samping mereka ada Regan dan juga Sila, Regan melirik Rifan yang tampak nyaman tidur bersandar di bahu Juli.
"Sila nolak gak ya, kalau gue gitu juga?" tanya Regan pada dirinya sendiri.
Regan menatap Sila sejenak lalu menyandarkan kepalanya di di bahu Sila mengikuti Rifan "Kenapa?" tanya Sila mengelus kepala Regan.
"Ngantuk." ucapnya seperti anak kecil, Sila terkekeh pelan lalu menarik kepala Regan agar lebih berdekatan lagi lalu kembali mengelus surai hitam Regan.
"Tidur lah, masih lama juga." Regan mengangguk samar lalu melingkar tangan di pinggang Sila mencari posisi yang nyaman.
Melihat Regan sudah nyaman, Sila kembali membaca Al-Qur'an mini yang selalu ia bawa jika bepergian seperti itu dengan tangan kanan yang masih mengelus kepala Regan.
Di belakang mereka ada Raden dan Rafi yang sibuk bermain game bersama di handphone merek "Lo di mana sih anj*r."
"Di belakang, Lo aja yang terlalu cepat bangk*"
Di dalam bus itu bermacam-macam kegiatan yang mereka lakukan, ada yang bernyanyi bersama, ada yang mabar bersama seperti Raden dan Rafi lalu ada juga bergosip ria dan ada pula yang saling ngelawak membuat bus itu sangat berwarna.
__ADS_1
Waki kelas nya pun tidak melarang mereka melakukan semua itu, kalau mereka menikmati perjalanan seperti itu ya tidak ada masalah.
Tbc.