(Not) Bad Husband

(Not) Bad Husband
NBH 41 : Julia dan Rifan


__ADS_3

Happy reading


.


Karena rapat yang belum selesai dan ingin di lanjut lagi, para guru mengizinkan anak muridnya pulang lebih awal dari biasanya. Anak-anak pun bersuka ria saat pengumuman itu.


"Yah, karena pulang cepat gue gak bisa di jemput sama pak Abdul." ujar Juli sebal.


"Jadi kamu pulang naik apa dong? Mau ikut aja sama aku di mobil Regan?" tanya Sila, dengan cepat Juli menggelengkan kepalanya menolak.


"Gak, gue bisa naik taksi kok."


"Yaudah, kalau gitu aku temenin nunggu taksi nya ya."


"Eh eh, gak usah. Gue bisa kok nunggu sendiri, Lo pulang duluan aja sama Regan tuh orang kesini." kata Juli menunjuk pada si empat R.


"Kamu yakin mau tunggu sendiri?" tanya Sila, dengan segera Juli mengangguk Sila menghela nafas pasrah.


"Ayo" ajak Regan pada Sila, sekali lagi Sila menatap Juli. Juli kembali menganggukkan kepalanya seraya tersenyum agar Sila tidak khawatir lagi.


"Yaudah aku pamit duluan ya, assalamualaikum." pamit Sila.


"Waalaikumussalam." jawab mereka.


"Lo pulang naik apa jul?" tanya Raden.


"Naik taksi, kenapa? Lo mau anter gue pulang?" tanya Juli iseng.


"Boleh kalau lo mau, gue mah gak masalah." jawab Raden, Juli sedikit kaget ia hanya iseng doang loh, dia kita Raden gak akan mau mengantar nya.


"Lo sama gue." ujar Rifan menarik tangan Juli pergi menuju motor nya. Raden dan Rafi membulatkan matanya terkejut, ini pertama kalinya mereka melihat Rifan mengajak perempuan.


Dan ini juga pertama kali nya mereka melihat Rifan membonceng perempuan! Ada apa ini everybody? Tidak ada hujan dan angin tiba-tiba saja Rifan mengajak perempuan pulang bersama nya.

__ADS_1


"Gue gak mimpi kan? Itu beneran Rifan?" seketika Raden mencubit lengan Rafi.


"Aww, kenapa lo cubit gue a*jir." kesal Rafi.


"Gue cuma nyadarin lu, lo kan nanya kalau itu mimpi jadi gue cubit, nah itu sakit jadi gak sakit kan." ujar Raden dengan tampang polos.


"Ya gak di cubit juga kali, ah udahlah ayo kita pulang."


"Naik." ujar Rifan setelah ia menaiki motor nya. Juli dengan patuh naik ke atas motor besar itu.


Rifan melirik pada paha Juli yang sedikit terbuka karena memakai rok pendek, Rifan melepaskan jaket kebesaran anak Red Moon lalu memberikannya pada Juli.


"Pakai." ucap Rifan singkat. Untuk saja Juli orang nya pelayan jadi ia tau maksud Rifan, ia menerima jaket itu lalu di tutupi nya paha nya dan memegang pundak Rifan, memang di mana lagi ia bisa memegang?


Rifan menyalahkan mesin motor nya lalu melaju keluar dari sekolah, dengan kecepatan sedang Rifan membawa Juli rumah nya.


Hanya menghabiskan 20 menitan mereka sudah sampai di rumah Juli, Rifan memberhentikan motor nya tepat di depan teras rumah Juli.


"Boleh." ujar Rifan.


Juli membulatkan matanya terkejut saat Rifan benar-benar mau singgah di rumah nya, padahal itu hanya basa-basi dong loh, aduh Juli ini sudah kedua kalinya loh.


"Kenapa?" tanya Rifan melihat keterkejutan Juli, dengan cepat Juli menggelengkan kepalanya lalu menyengir kuda.


"Y-yaudah ayo masuk." ajak Juli. Rifan turun dari motornya mengikuti Juli yang berjalan terlebih dahulu.


"Duduk dulu ya, gue buatin minum." Rifan mengangguk menanggapi lalu mengambil handphone mencari kesibukan.


Tak lama kemudian Juli datang membawa minuman serta cemilan untuk Rifan "Nih minum, gue mau ganti seragam dulu." pamit Juli, lagi dan lagi Rifan hanya menganggukkan kepalanya saja menanggapi nya.


"Apa tuh, dari tadi cuma ngangguk dong, ngomong kek. ok, iya kan bisa gampang kok" gerutu Juli berjalan menuju kamarnya.


Setelah mengganti pakaiannya, ia keluar menemani Rifan di ruang tengah rumah nya. Juli diam saja karena tak tau harus bicara apa, gini nih kalau sama orang cuek bakalan diaman terus dek kayak gini.

__ADS_1


"Ekhm" dehem Juli, Rifan seakan akan tidak mendengar itu ia masih diam seraya memainkan handphone.


"EKHM!" dehem Juli di sengaja kasih besar lagi.


"Tenggorokan lo serak? nih minum." dengan santai nya Rifan menyodorkan minuman nya yang tinggal setengah itu.


"Gak kok, lo aja yang minum." ujar Juli tersenyum paksa menahan kekesalan nya.


"Oh." Rifan menyeruput minuman nya layaknya meminum kopi lalu kembali memainkan handphone dan mengabaikan Juli.


Juli menghela nafasnya, sendari tadi ia menahan diri agar tidak menonjok Rifan.


"Jadi sekarang apa?" tanya Juli tersenyum ramah.


"Apa?" tanya Rifan balik.


"Ya apa? lo mau ngapain lagi, ini sudah hampir maghrib loh."


"Oh, udah mau maghrib. Yaudah gue pulang." Juli tersenyum ramah pada Rifan, ia menyembunyikan tangan nya yang terkepal ingin sekali menonjok wajah datar Rifan.


"Iya hati-hati ya."


"Hm." Rifan menaiki motornya lalu menyalakan mesin mobilnya, tanpa berbicara lagi ia langsung menjalankan motor nya keluar dari pekarangan rumah Juli.


Sebenarnya sendari awal Rifan tau kalau Juli menahan kekesalan nya, tapi ia tahan karena menyukai ekspresi wajah Juli yang menurut nya sangat imut.


Sedangkan Juli sendiri langsung mengumpat setelah Rifan pergi, ia pun masuk kedalam rumah nya setelah tidak melihat Rifan lagi.


Tbc.


Karena tidak mencapai target hari ini aku doubel up aja ya guys.


Selamat hari raya idul Adha 🙏

__ADS_1


__ADS_2