(Not) Bad Husband

(Not) Bad Husband
NBH 69 : Penyesalan Bella


__ADS_3

Happy reading.


Seorang gadis dengan tubuh yang kurus nan lemah berjalan dipinggir jalan dengan tatapan kosong.


Entah apa yang terjadi dengan sehingga terlihat sangat kacau seperti itu. Gadis itu adalah Bella, gadis yang sudah mendapatkan balasan atas tindakan buruknya selama ini.


Harta nya habis untuk membayar seorang dukun hanya untuk mendapatkan seseorang laki-laki yang dicintainya. Namun sayang semua usahanya berakhir dengan nol.


Usaha keluarganya bangkrut dengan orang tuanya yang bunuh diri karena tidak sanggup membayar hutang meninggalkan sendirian di dunia, bahkan para sahabatnya yang dulu selalu ada disisi juga ikut meninggalkan hanya karena ia jatuh miskin.


Kini tinggallah ia seorang diri dengan banyaknya beban dan penyesalan dalam dirinya, nyatanya sekeras apapun kamu berusaha untuk mendapatkan hati seseorang dengan cara yang tidak di benarkan makan itu akan kembali lagi kepadamu.


Tak sanggup berjalan Bella menjatuhkan tubuhnya begitu saja di pinggir jalan, orang-orang yang melihatnya sedikit ibah kepadanya.


"Kasihan sekali gadis itu, seperti ia memiliki masalah yang sangat besar."


"Benar, lihatlah tubuh sangat kuras."


"Iya benar."


Itulah yang bela dengar dari mereka yang membicarakannya, namun ia tidak memperdulikan. Dirinya bangkit lalu kembali berjalan.


Matanya tak sengaja bertemu dengan iris mata Regan, dengan terburu-buru ia berlari mencari keberadaan pria itu.


Akan tetapi saat hendak menyebrang ia tak melihat ke kanan dan kirinya hingga sebuah bus yang melaju kencang menuju kearah.


"Mbak awas!" Sebuah teriakan membuat Bella sadar, dia menengok untuk melihat bus tersebut.


Bukannya segera menghindar Bella malah terdiam lalu. "Arghh.." Bruk! Brak!


Tabrakan itu pun tak bisa dihindari membuat tubuh Bella terpental jauh.

__ADS_1


"Tolong! Ada yang kecelakaan."


"Panggil ambulance cepat!"


Disisi lain Sila dan Regan yang sedang berjalan-jalan di taman terkejut karena suara tabrakan tersebut.


"Kasihan sekali dia." Ujar Sila.


"Ayo sayang kita pulang, atau kamu masih mau jajan lagi?" Sila menggelengkan kepalanya tanda sudah tak ingin lagi.


"Tapi nanti kita beli minuman di minimarket ya untuk anak-anak, nanti sore katanya mereka mau ke apart." Regan mengangguk setuju.


"Baiklah ayo kita pulang." Ajak Regan menggenggam tangan Sila lalu menariknya dengan lembut pergi dari sana.


Disisi lainnya lagi, Bella sudah di larikan ke rumah sakit menggunakan ambulance. Mereka melaju dengan cepat menuju rumah sakit terdekat, Bella mendapatkan pertolongan pertama di dalam mobil oleh suster yang ikut.


Setelah sampai di rumah sakit dengan segera Bella dilarikan masuk ke dalam sana menuju ruang UGD untuk di periksa dengan dokter.


Setelah menjalani pemeriksaan hingga melakukan operasi, setelah beberapa minggu lamanya kini Bella sudah nyatanya sehat dan di perbolehkan untuk pulang pada esok harinya.


Bella sangat terpukul saat harus menerima kenyataan bahwa dia tidak bisa memiliki anak karena rahimnya telah diangkat dan juga salah satu tangan juga sudah hilang.


Namun itu saat sesaat, ia harus tetap hidup dengan damai setelah ini dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya dulu.


Kini Bella termenung di jenderal kamar inapnya, ia memikirkan bagaimana caranya ia melunasi semua biaya rumah tambah biaya operasi nya yang selalu di dimintai.


Dia pusing memikirkan sedangkan ia tidak memiliki apapun dan siapapun lagi. Dimana ia harus minta tolong lagi.


Karena merasa bosan Bella memutuskan untuk berkeliling di rumah sakit, saat pertengahan jalan dia tak sengaja melihat Sila yang berjalan bersama Regan.


"Regan sudah kembali, dan kalian nampak bahagia. Maar atas perbuatan gue di masa lalu." Gumam Bella, dia hendak berbalik kembali ke kamar namun sebuah suara mampu membuat langkah nya terhenti.

__ADS_1


"Bella?"


Sila mendekat diikuti oleh Regan lalu Bella yang kembali berjalan, dia belum siapa untuk bertemu dengan mereka.


"Bella!"


Bella terpaksa berhenti berjalan saat Sila menahan bahunya dari samping. "Bella kamu?" Sila tak bisa berkata saat melihat keadaan Bella.


"Kamu kenapa bisa begini?" Tanya nya, Bella menundukkan kepalanya lalu berlutut di depan Sila dan Regan.


"Maaf, maafin gue sil. Maafin gue atas segala sesuatu yang telah nyakitin lo di masa lalu maupun sekarang sil, maafin gue gue menyesal. Sangat menyesal Sila."


"Bel udah ya, itu semua ada masa lalu sekarang kita jadikan ini semua sebagai contoh agar kita tidak melakukan kesalahan lagi kedepannya. Tenang saja jauh dari kamu minta maaf aku sudah memaafkan kamu kok."


"Makasih sil hiks... Hiks ... Lo baik banget sama gue, setelah segala kelakuan buru gue pada Lo." Sila memegang bahu Bella membantu wanita itu untuk berdiri. Sedangkan Regan hanya terdiam menyimak kedua wanita itu.


Sila membawa Bella kembali ke kamarnya dan mulai mendengar cerita Bella. Sila membantu membayar kan semua biaya rumah sakit Bella hingga lunas, dan tentu atas persetujuan sang suami.


Regan menyetujui nya karena tak tahan melihat wajah menggemaskan sang istri saat meminta persetujuan nya.


Sila dan Regan pamit pulang karena mereka hanya pergi untuk chek kesehatan sebelum pergi berlibur.


Bella menatap punggung keduanya dengan haru.


"Betapa bodoh gue menyakiti wanita sebaik Sila." Bella sungguh menyesal telah membuat mereka menderita.


TBC.


Sedikit lagi baru tamat.....


Jangan lupa like dan komen nya guys...

__ADS_1


^^^Mawar Jk^^^


__ADS_2