(Not) Bad Husband

(Not) Bad Husband
NBH 16 : Ternyata!?


__ADS_3

Happy reading


Raden menatap penuh selidik Regan yang lagi-lagi dan lagi izin untuk pulang, ini sudah satu minggu lebih Regan selalu pulang lebih cepat dari biasanya dan hal itu membuat Raden ingin mencari tahu penyebabnya.


"Gue pergi" pamit nya singkat pada anggota Red Moon lainnya.


Raden mengikuti Regan hingga kedepan, Raden menahan Regan yang hendak menaiki motor nya "Kenapa?" tanya Regan.


"Kenapa belakangan ini lo sering pulang cepat, biasa sampai tengah malam pun lo belum pulang juga" kata Raden.


"Gue mau cepat tidur aja" ujar Regan, Raden menggeleng. Sungguh ia tidak percaya dengan jawaban, sungguh tidak masuk akal! "Cepet tidur dan telat banget begitu?" tanya Raden.


Regan menghela nafas, saat ini sahabat nya belum bisa ia beri tahu tentang hubungannya dengan Sila, entah kapan baru ia jelaskan semuanya pada sahabatnya itu.


"Udahlah gak kepo jadi orang, minggir gue mau pergi" Regan menaiki motor nya dan melakukan nya meninggalkan Raden sendirian.


"Ok kalau lo gak mau kasih tau sendiri gue bisa mencari tahu nya, Raden gak akan ketinggalan info sedikitpun, tunggu saja" Raden berbalik masuk kembali ke markas.


Disisi lain Regan yang sudah sampai di apartemen, Regan memalingkan wajahnya saat Sila menyambutnya dengan senyum manis, Regan sangat lemah jika sudah melihat senyum Sila sungguh saat itu Regan benar-benar tidak bisa mengontrol diri.


"Akhirnya kamu pulang juga" seru Sila, Regan mengangkat sebelah alisnya.


"Aku tadi chat kamu mau izin, tapi kamu gak balas sampai sekarang" Regan mengecek handphone melihat pesan Sila.


"Gue tadi di jalan" Sila mengangguk mengerti, ia mengikuti Regan duduk di sofa ruang tengah.


"Mau izin kemana?" tanya Regan.


"Juli ajak aku bermalam di rumahnya, aku boleh bermalam di sana gak?" tanya Sila.


"Ada acara?" Sila menggeleng jujur.


"Gak boleh, kalau bukan hal penting gak usah pergi" Sila mengangguk patuh dan berdiri dari duduknya.


"Mau kemana?' tanya Regan.


"Mau buatin kamu minum" Regan mengangguk mengerti "Em kue nya masih ada?" tanya Regan lagi.


"Masih, tapi tinggal sedikit"


"Yaudah ambilkan juga!"

__ADS_1


"Iya"


***


Di kantin, seperti biasa akan ramai anak murid yang ingin mengisi perut ataupun menuntaskan dahaganya disana dan Regan sertakan ketiga sahabatnya sudah duduk di salah satu meja yang ada disana.


"Mau pesan apa nih?" tanah Rafi.


"Samain ajalah biar cepat" ujar Raden, yang lain mengangguk setuju.


Raden dan Rafi pergi memesan makanan, tak butuh waktu lama keduanya sudah kembali dengan makanan yang mereka bawa. Disela-sela makanya handphone Regan berbunyi tanda ada pesan masuk.


Regan membuka handphone mengecek siapa yang mengirim kan nya pesan, melihat nama Sila yang mengirim nya pesan dengan segera Regan segera membuka pesan tersebut.


...Asila...


Assalamualaikum Regan.


Aku mau izin boleh?


^^^Izin kemana?^^^


Karena kemarin malam gak pergi ke rumah Juli, Juli ajak aku ke rumah nya pulang sekolah nanti.


Ini di izinin atau enggak?.


^^^Gw izinin^^^


Makasih Regan.


Aku pasti cepet pulang kok


^^^Hm^^^


Regan menutup handphone lalu kembali lanjut memakan makanan nya. Tanpa Regan sadari Raden yang memang duduk di sampingnya itu melihat isi chatting nya tadi bersama Sila.


"Asila?" gumam Raden pelan takut Regan mendengar nya, ia mulai berfikir siapa Asila yang Regan temani chating tadi, tiba-tiba matanya membulat saat mengingat satu nama.


Hanya satu nama yang ada di sekolah mereka, dan ia juga pernah mendengar kalau Sila pernah berangkat ke sekolah bersama Regan. Apa jangan-jangan...?


Raden menatap Regan penuh selidik "Siapa yang kirim pesan tadi?" tanya Raden, ia seperti kekasih yang mengetahui kekasihnya selingkuh saja.

__ADS_1


"Bukan urusan lo" Raden tidak puas, diam diam ia menyeringai saat mendapat ide si otak cerdik nya.


Pulang sekolah seperti biasa Regan dan yang lain pergi ke markas mereka, mereka berkumpul dan saling bercakap-cakap. Disisi lain Raden terus memikirkan hal yang Regan sembunyikan dari nya dan sahabatnya yang lain.


"Apa bener Asila tadi adalah Sila gadis hijab itu?" batin Raden bertanya tanya, Di sekolah mereka hanya Sila yang memakai hijab jadi tidak ada yang tidak mengenal perempuan itu di sana.


"Mereka ada hubungan apa sehingga Sila minta izin buat pergi sama Regan?" tanya nya lagi.


"Gue pulang" Raden mengangkat wajahnya menatap Regan yang melihat jam tangannya lalu pergi setelah pamit. Raden ikut melihat jam tangannya, baru jam setengah enam tapi kenapa Regan sudah pulang saja? biasanya dia pulang jam 7 paling cepat belakang ini.


Pasti dia ingin menjemput gadis itu, ia harus tahu siapa gadis itu dan mereka ada hubungan apa. Raden berdiri mengikuti Regan "Mau kemana lo" teriak Rafi.


"Keluar sebentar, nanti gue balik lagi" ucapnya tanpa menoleh kebelakang.


Raden mengikuti Regan dari jauh hingga Regan berhenti di sebuah halte dekat sebuah perumahan. Raden menyipitkan matanya melihat seorang gadis berhijab main ke motor Regan.


Melihat Regan kembali melesat, Raden ikut melesat dan mengikuti motor Regan dari jauh agar ia tidak ketahuan, ia tahu jika Regan itu sangat mudah sadar jika ia diikuti.


Regan memarkirkan motornya di parkiran apartemen, dan berjalan berdampingan dengan gadis yang di bonceng nya tadi. Mereka menaiki lift menuju apartemen Regan tentunya.


Raden menggunakan lift lain ikut menyusul sahabat nya, Mata Regan membulat saat melihat keduanya memasuki apartemen Regan. Saat pintu itu sudah tertutup baru Raden kesana, ia benar-benar tidak menyangka ternyata??...


Raden menekan bell apartemen Regan lalu bersembunyi agar Regan tidak dapat melihatnya dari kamera pintu yang dapat tuan rumah lihat saat ada tamu.


Didalam sana Regan dan Sila masuk ke apartemen nya "Aku buatin minum dulu ya" pamit Sila pergi ke dapur, itu sudah menjadi rutinitas nya saat Regan pulang ia membuat kan nya minum.


Regan baru saja duduk di sofa menjadi kesal karena ada yang menekan bell, tidak tahu saja jika Regan membuat pintu maka akan ada masalah untuk nya.


Regan berdiri dari duduknya dengan kesal "Siapa sih yang datang jam-jam gini" gerutunya kesal. Ia bertambah kesel karena tidak dapat melihat siap yang datang.


"Apa jangan-jangan orang iseng?" tanya nya, saat berbalik bell kembali berbunyi. Regan langsung membuka pintu ingin menangkap orang iseng tersebut "Raden!!"


"Hi bro" sapa Raden lalu menerobos masuk ke dalam, Regan melotot kan matanya dan segera menyusul Raden ke dalam "Raden lo apa-apaan sih?" tekan Regan marah, tapi ia langsung terdiam melihat Raden yang juga terdiam menatap Sila yang berdiri seraya memegang gelas tampak gadis itu juga terkejut.


Raden berbalik menatap tajam Regan dan menuntut penjelasan "Jadi ini yang selama ini lo sembunyii dari kita semua gan?" tanya Raden dengan tajam.


Tangan Sila bergetar, ia dan Regan sudah ketahuan oleh sahabat Regan, Sila tidak ingin Regan marah dan kembali menyakitinya.


Regan menatap Sila yang menunduk takut, lalu Regan menghela nafas saat melihat gelas yang Sila pegang ikut bergerak karena tangan Sila yang bergetar. Regan mengambil gelas itu dari tangan Sila dan menarik Sila dengan pelan untuk duduk.


"Duduk dulu" ucap Regan mendudukkan dirinya di samping Sila yang masih menunduk kepada nya.

__ADS_1


Tbc.


__ADS_2