(Not) Bad Husband

(Not) Bad Husband
NBH 67 : Regan kembali


__ADS_3

Happy reading.


Seminggu sudah Regan pergi tanpa kabar sedikitpun, bahkan Mama Rara sekalipun tak memberitahukan kabar Regan pada Sila.


Sila dan yang lain menjalani kehidupannya dengan normal tanpa Regan, walaupun begitu mereka tetap memikirkan dan khawatir bagaimana keadaan Regan saat ini.


Kebetulan hari ini adalah weekend jadi mereka semua berkumpul di apartemen Regan dan Sila. Rencananya mereka semua akan pergi ke mall siang nanti.


Sepulang dari sekolah ataupun hari-hari weekend mereka semua memang lebih sering berada di apartemen Sila dan Regan, kalau kata Raden sih untuk menemani Sila dan Juli. Padahal dia betah di sana karena suka dengan masakan Sila.


“Pokoknya ini semua harus bersih tanpa debu sedikitpun!” Ujar Julia pada 3R yang berada di depannya.


Begitulah mereka jika dihari weekend, ketiganya akan di jadikan babu untuk membersihkan apartemen.


Tapi meskipun begitu ketiganya engga kapok sama sekali, karena setelah membersihkan mereka makan enak yang sudah di persiapkan Sila.


“Iya, iya tuan putri.” Jawab Rafi mulai menyapu disusul oleh Raden dan Rifan yang juga mulai melakukan tugasnya.


Beberapa menit kemudian akhirnya mereka bertiga selesai membersihkan apartemen, kini mereka duduk bersandar di sofa karena kecapean. “Akhirnya selesai jugaa.” Seru Raden.


Rifan melihat jam, ternyata sekarang sudah jam sebelas saja. Setelah hening beberapa Sila datang untuk mengajak mereka makan siang.


“Udah selesai ya, yuk sekarang kita makan siang.”Ajak nya pada ketiga pria itu.


Dengan semangat Raden dan Rafi berdiri lalu berjalan menuju dapur meninggalka Sila dan Rifan dibelakang. “Yuk masuk.” Ajak Sila pada Rifan.


“Wahh... makanannya banyak banget.” Ujar Raden dengan mata bebinar menatap setiap jenis makanan yang dimasakan oleh Sila dan Juli di atas meja makan.

__ADS_1


“Untuk kerja keras kalian, ayo makan.”


“Yuhuyy!”


“Nanti setelah sholat dzuhur kita pergi ke mall ya.” Ujar Julian di balas anggukan oleh mereka.


Dengan semangat mereka duduk di kursi lalu mengambil makanan sebanyak-banyaknya.


Bahkan Rifan yang biasanya tak banyak makan terlihat sangat lahap memakan makanan tersebut.


Seperti rencana mereka kini mereka semua sudah sampai di mall. Karena sekarang lagi weekend jadi mall sangat ramai dikunjungi, Juli menggandeng tangan Sila agar tidak hilang padahal kanSila sudah besar, mana mungkin hilang.


“Rame banget njir.”Celetu Rafi menatap sekeliling yang di penuhi orang.


“Jadi kita pergi ke mana dulu nih?” Tanya Raden pada Sila dan Juli.


Mereka berpencar untuk memilih baju apa yang mereka inginkan. Sila hanya berkelilig saja tanpa mengambil satu pakaian pun. Hingga ia berhenti di depan jaket cowok, ia menyentuh jaket tersebut.


Kebetulan Rafi dan Rifan berada di sana juga, mereka menghampiri Sila dan berdiri di samping gadis itu. “Bangus banget ya, pasti Regan su-“ Ucapan Sila berhenti saat mengingat sesuatu.


Sila menunduk sedih mengingat itu, ia sungguh merindukan pria itu. Rafi gelagapan melihat Sila yang akan menangis. “Ambil aja, nanti kalau Regan pulang baru deh lo kasi.” Ujar Rafi.


“Ambil aja sil, Rifan yang bayar.” Lanjut Rafi menatap Rifan yang tidak menunjukkan reaksi apa-apa.


“eh gak usah, aku bisa bayar kok.” Tolak Sila.


“Gak papa sil, rezeki mah gak boleh di tolak. Iya kan fan?” Tanya Rafi pada Rifan yang sendari tadi diam.

__ADS_1


“Iya, ambil aja. Gua yang bayar.” Jawa Rifan.


“ Yaudah aku ambil makasih ya Rifan, aku ambil ini aja kok.” Ucapnya memperlihatkan jaket yang di pegangnya di balas anggukan oleh Rifan.


“Gue juga lah fan, gue ambil dua aja kok.” Kata Rafi yang kini minta di bayarkan juga.


“Gak, gue bayar punya Sila doang. Ayo sil.” Ajak Rafi pada Sila meninggalkan Rafi yang mencibir di belakang.


Mereka menuju kasir untuk membayar dan ternyata di sana sudah ada Juli dan Raden yang juga membayar milik mereka. Setelah membanyar semuanya mereka keluar dari sana.


“Ke mana lagi nih kita?” Tanya Raden.


“Kita keliling aja dulu, nanti kalau ada yang menarik baru kita singgah ke sana.” Usul Julia disetujui oleh mereka semua.


Mereka berkeliling dan mengunjungi banyak toko yang ada di sana hingga mereka memutuskan untuk pulang karena hari sudah beranjak sore. 3R singgah ke apartemen Sila untuk membantu membawa belanjaan Sila dan Juli.


Sila membuka pintu apartemen mempersialahkan para laki-laki masuk duluan. Sampai di ruang tamu Sila bingung melihat 3R hanya diam berdiri mematung di sana.


“Kalian kenapa diam aja?” Tanya Sila.


“Sila.” Sila terdiam mematung saat mendengar seseorang yang memanggil namanya. Suara itu, suara itu yang Sila rindukan selama ini.


Bruk.


Sila berlari menerjang pria yang sangat dia rindukan. “Regan.” Ucap Sila lirih memeluk erat pria itu yang ternyata Regan. Regan kini sudah pulang, Regan sudah kembali dan kini berada di pelukan Sila.


Sila menagis hebat di dalam dekapan Regan yang juga memeluknya tak kalah erat, kedua pasangan halal itu menyalurkan kerinduanya selama ini.

__ADS_1


Tbc.


__ADS_2