(Not) Bad Husband

(Not) Bad Husband
NBH 30 : Film Horor


__ADS_3

Happy reading


Seperti yang di bilang Sila, kalau ia akan bermalam di rumah Juli. Kini mereka semua sudah berdiri di depan pintu rumah Juli.


Don dong...


“Assalamualaikum”


“Juliaaa yuhuy”


“Ada orang kah”


“Iya-iya tunggu sebentar” terdengar balasan Juli dari dalam sana.


Cklekk


“Halo Juli” sapa Rafi yang langsung muncul dari balik pintu.


“Ngapain lo pada ke sini?” tanya Juli.


“Ya mau bermalam lah, iya gak den?” tanya Rafi pada Raden.


“Yoi, lo kan takut sendirian di rumah jadi kita berbaik hati untuk menemani lo” ujar Raden.


“Maaf ya Juli, Regan enggak ngengizinin aku untuk bermalam kalau dia enggak ikut, lalu dia juga mengajak yang lain karena enggak mau sendiri laki laki disini” jelas Sila merasa tidak enak pada Juli.


“Udahlah gak papa, mereka udah pada di sini juga. Ayo masuk” ajak Juli mempersilahkan mereka semua masuk.


Mereka semua ikut masuk dan duduk di sofa yanga ada di ruang tamu “Bi, tolong buatkan minum teman-teman Juli ya” pinta Juli pada bibi Inem.


“Siap non, tunggu seentar ya” bi Inem pergi ke dalam dapur untun membuatkan merekan minum.


“Oh iya, selagi kita ngumpul gini gimana kalau kita nonton film aja” saran Raden.


“Boleh juga tuh, kita nonton film horor gimana mau gak?” tanya Rafi memberikan saran.

__ADS_1


“Boleh, tapi jangan yang horor” ujar Juli setuju untuk menonton, tapi tidak jika itu film horor.


“Lo takut Jul? Wah enggak nyangka gue cewek tomboy ini takut sama hantu” ucap Raden lalu tertawa membuat Juli mendengus.


Sila, Regan dan Rafi duduk dengan tenang menonton berdepatan mereka bertiga.


“Enak aja, gue gak takut ya!” bantah Juli tidak terima.


“Yaudah kita nonton film horor nya dan buktiin kalau lo memang enggak penakut” tantang Rafi.


“Ok!”


Rafi dan Raden pergi menyetel film yang mereka pilih, dengan segera Juli memeluk lengan Sila yang duduk di samping nya.


“Kita matiin lampu nya biar tambah seru” ucap Raden berjalan menuju sakelar lampu. Lampun sudah di matikan bersaan dengan mulainya film itu.


"Let's go let's go" seru Raden bersemangat.


"Kalau kamu takut kita berhenti aja Jul" bisik Sila saat merasakan tangan nya di r*mas oleh Juli yang sudah mulai ketakutan.


"Yaudah terserah kamu aja" Sila kembali menonton film dengan tenang, tapi tidak dengan Juli yang sekali kali bersembunyi di punggung Sila ketika hantu nya muncul.


Dengan sekuat tenaga Juli mentahan agar tidak berteriak karena hantu nya yang muncul secara tiba-tiba.


Regan menatap Sila yang berada di sampingnya terlihat santai dan menikmati film horor itu, ia terlihat tidak takut sama sekali.


Dengan sengaja ia merapatkan dirinya pada Sila, jika nanti Sila ketakutan pasti dia akan memeluk nya. Ide itu tiba-tiba muncul di otak Regan, memikirkan itu membuat terkekeh.


"Ini non, den minum nya" tiba-tiba saja bi Inem muncul membuat mereka terkejut.


"Yaampu bi, bibi kasih kaget aja" ujar Raden mengambil satu gelas minuman yang di bawa bi Inem lalu meneguknya.


"Aduh maaf atau Aden"


"Iya gak papa kok"

__ADS_1


"Kalau begitu bibi kebelakang lagi ya" pamit bi inem pada mereka.


"Iya bi, makasih"


Setelah itu mereka semua kembali menonton film nya, di saat tiba-tiba hantu itu keluar Juli sudah tidak bisa menahan untuk tidak berteriak.


"Eh anjir hantu nya enggak seram ah" kata Rafi, ia berdiri dan pergi mengganti film yang paling seram.


"Nah, seru ini" ujar Raden setelah Rafi mengganti film nya, ia memperbaiki posisi duduknya agar nyaman saat menonton.


"Aaaaa Mami.... matiin film nya matiin!" teriak Juli ketakutan yang sudah memeluk Sila menyembunyikan wajahnya.


Raden dan Rafi tertawa mendengar itu "Nah kan keluar juga hahah" kata Rafi dan kembali tertawa.


"Ih matiin film nya" Rafi dan Regan mengabaikan ucapan Juli, mereka seakan-akan tidak mendengar nya.


"Matiin!" titah Rifan membuat tawa keduanya terhenti.


"Udahan aja ya nonton nya, besok kan kita sekolah kalau kalian begadang nanti telat loh" ujar Sila.


"Benar" timpal Juli setuju.


"Ok deh, tapi kita tidur di mana nih?" tanya Raden.


"Kamar tamu lah, terserah kalian mau yang mana tapi yang jelas gue sama Sila tidur bareng"


"Kirain Sila bakal takut terus memeluk gue gitu kayak di drama drama, tapi ternyata enggak" batin Regan menatap Sila, dari tadi ia memperhatikan Sila ia tidak menemukan ekspresi takut pada Sila waktu menonton tadi.


"Ayo Sila" ajak Juli.


"Iya"


"Selamat malam semuanya"


"Selamat malam"

__ADS_1


Tbc.


__ADS_2