
Wanita itu juga terus memandangi aneh Aero dari ujung kepala ke ujung kaki. "Gak ih, kamu itu cowok macam apa? Kenal aja gak kok nembak?"
"Apa?" Dia mendekatkan telinganya ke mulut wanita itu. "Kamu bilang sekali lagi!"
"Gak mau ...." teriaknya keras.
"Eh seumur hidup gue, gak pernah tuh ada cewek yang nolak tawaran gue. Dan lo tau mereka tadi ngejar-ngejar gue."
"Kamu aneh, lagian dua wanita itu cantik-cantik kenapa kamu gak pilih mereka. Atau kamu selingkuhin mereka ya?" godanya.
Aero menjambak rambutnya. "Gue gak doyan sama mereka."
Mulut wanita itu terbuka. "Maksudnya kamu hom ...."
"Hom pim pa alaium gambreng," sahut Aero. "Enak aja lo, gue masih normal. Gue gak punya waktu banyak ya! Lo ganti ponsel gue atau jadi pacar gue?" ancamnya.
"Aku gak mau dua-duanya."
Aero menepuk jidatnya. "Gue kasih lo kerjaan gimana? Lo bisa sesuka hati masuk." Dia kini bernada bicara pelan.
__ADS_1
"Ker-jaan?" tanyanya. Aero mengangguk. "Kamu gi-go ...."
"Huuss ... enak aja lo. Umur lo berapa? Lulusan apa?" Aero masih was-was dan celingukan melihat Jenny dan Sonya.
"Umurku delapan belas tahun."
What?
"Aku tadi bilang 'kan kalau mau kuliah."
"Astaga, kenapa ketemu bocah masih di bawah umur gini."
Wanita itu mengerutkan dahi, "Enak aja bilang bocah bawah umur. Aku udah punya KTP tau."
Dia langsung pergi meninggalkan Aero. Aero langsung menarik tangannya. "Mau kemana lo bocah?" Dia menyeringai menatap wanita itu.
"Matamu kayak psikopat tau gak?"
"Wah bener-bener, gue tampan mempesona kek gini lo bilang psikopat?" gertaknya. "Pokoknya lo harus jadi pacar gue titik."
__ADS_1
"Enggak. Kamu mau jadikan aku pacarmu lalu kamu mau nganu aku 'kan? Kamu pikir aku akan serahkan keperawananku sama cowok hidung belang kayak kamu gitu aja?" Dia mengernyit dan menggedikan bahunya.
"Eh bocah, gue gak doyan sama lo. Kalau gue mau dua wanita tadi udah gue ajak nganu kayak yang lo bilang. Gue aja masih perjaka, emang lo aja yang masih perawan."
Wanita itu melihat Aero dengan memicingkan matanya. "Aku gak yakin kamu perjaka. Apa buktinya? Cowok kayak kamu pasti suka gonta-ganti pasangan terus celup sana sini."
Aero semakin mendekati wajahnya dan menyeringai. "Lo mau bukti?"
Dia mengeleng-gelengkan kepalanya. "Mundur ... mundur! Aku teriak nih!" ancam wanita itu.
"Teriak aja, lo belum tau siapa gue. Lihat penampilan gue!" Aero mengarahkan mata wanita itu ke pakaiannya yang rapi. "Gue orang penting dan lo pendatang, baru lulus sekolah pula. Gue akan bilang sama orang-orang lo gak tanggung jawab jatuhin ponsel gue. Dan akan gue seret lo ke kantor polisi."
"Ih cowok apaan sih kamu itu?"
"Ya udah gue gak punya waktu banyak nih. Jadi pacar gue dan gue kasih kerjaan atau ke kantor polisi?"
Wanita itu menggaruk-garuk kepalanya. Sesekali dia melihat ke arah Aero. "Tapi kamu jangan sentuh aku!"
"Gue juga gak doyan bocah kecil kayak lo."
__ADS_1
"Kalau gak doyan kenapa maksa aku jadi pacarmu?" teriaknya.
"Biar dua cewek yang ngejar-ngejar gue berhenti saat tau gue udah punya cewek. Dan inget ya lo harus kuat ngadepin mereka tadi!" Mulutnya tenganga. Ini pasti sangat berat. Membayangkannya pun tak mampu.