22.23

22.23
Dua puluh tiga


__ADS_3

"A-apa?" Arion hanya melihat lengan Pinky terbuka. "Kamu ganti baju?" Dia belum melihat apa yang dipakai wanita yang memeluknya dari belakang itu sekarang.


Ponsel Arion tiba-tiba berbunyi. Dia kesulitan mengambilnya di meja karena Pinky terus memeluknya erat.


"Siapa?" tanya Pinky yang ikut menatap layar ponsel Arion.


"Mama ingin aku besok pulang!"


"Ya udah, biar apartemen kamu aku yang nempatin gimana?" Arion menarik hidung Pinky.


"Ide bagus," sindir cowok itu. Pinky tertawa penuh kemenangan.


Mereka masih menatap layar ponsel itu. "22.23 ihh lama banget jam dua belasnya," gerutu Pinky.


Arion menggelengkan kepalanya, "Ya udah hadiahnya dulu mana? Tiup lilinnya nanti."


Pinky langsung mencium bibir Arion. Arion menjadi terdiam menatapnya. "Aku mencintaimu, dari dulu dan sampai kapan pun akan terus mencintaimu. Aku ingin memberikan hadiah, semua yang ada dalam diriku padamu," bisiknya pelan di telinga cowok itu.


Arion memundurkan kepalanya, "Apa maksudmu?" Eh tunggu! Kamu gak pakai baju?"


Pinky berjalan mengitari sofa yang di duduki Arion. Mata Arion membulat, detak jantungnya berdegup kencang, bahkan kesulitan menelan salivanya saat dia melihat dengan jelas semua lekuk tubuh indah wanita yang kini duduk mendekatinya.


"Kamu mau apa?"

__ADS_1


Pinky langsung memeluknya kembali. "Aku mau ngasih ini semua buat kamu. Aku gak tau kedepannya. Yang pasti Papa akan menjauhkan kita." Sudut matanya mengeluarkan air mata. Pinky memegang pipi Arion. "Aku mau kamu yang pertama."


Arion melepaskan tangan Pinky. "Gak ... gak boleh!" Dia menggelengkan kepalanya tiga kali.


Pinky semakin menangis. "Aku gak mau dijodohin dengan laki-laki lain. Aku ingin kamu, cuma kamu." Dia memukul-mukul dada Arion keras. Arion mencoba menahan kuat tangannya.


"Aku gak mau kamu menyesal. Aku bukan laki-laki baik. Papamu saja gak suka aku mendekatimu."


"Aku gak akan menyesal mencintai dan memberi ini semua padamu." Pinky mencium bibir Arion sebentar lalu melepasnya. "Aku ingin laki-laki itu yang menyesal dijodohkan padaku." Setelah itu melanjutkan lagi mencium bibir Arion.


Mereka sama-sama memejamkan mata merasakan tautan bibir yang lembut dan manis itu. Dia menyukainya, ini sangat menegangkan. Namun jika dilakukan tanpa ada reaksi balik justru ini jadinya sangat memalukan. Akhirnya Pinky menyudahi itu semua. Dia mengelap bibirnya dengan punggung tangannya.


"Tapi jika kamu gak mau nerima hadiah ini, aku gak maksa. Aku akan pergi dari sini!" Dia berdiri dan ingin menuju kamar mandi mengganti pakaiannya.


"Mungkin aku akan tinggal di hotel untuk sementara. Maafkan aku!" Dia menangis berlari ke kamar mandi seperti wanita murahan. Ya, bahkan dia akan memberikan cuma-cuma mahkota yang selalu dijaganya untuk laki-laki yang berstatus pacaran pun tidak.


Arion mengikutinya dan mencoba menenangkannya. "Aku gak akan biarin kamu pergi malam-malam seperti ini!"


Pinky mencoba melepas lingerie itu dan menggantinya dengan baju yang dia kenakan tadi di depan Arion. Laki-laki itu memegang keningnya padahal untuk menutupi matanya.


"Ka-lau kamu mau ganti baju, aku akan keluar." Arion membalikkan badannya.


"Aku akan berikan pada laki-laki lain," ucapnya seraya mengaitkan bra yang entah kenapa sangat susah untuk dikaitkan.

__ADS_1


Arion menoleh ke belakang. "Apa kamu tidak sayang?"


"Tidak," wajahnya terus mengernyit. Tangannya terasa pegal karena bra belum juga berhasil dikaitkan.


"Sini aku bantuin!" Arion berjalan ke arahnya dan berhasil mengaitkannya. "Jangan gila! Aku tau ini berat buatmu. Maafkan aku!" ucap Arion seraya menyalipkan anak rambut indah itu ke telinga kiri Pinky. Arion memeluknya. Pinky melingkarkan kedua tangannya ke leher Arion. "Aku juga sangat mencintaimu!" Laki-laki itu mencium kening Pinky.


Mereka berdua menyatukan kening dan ujung hidungnya. Terdiam lama dengan posisi seperti itu. "Selamat ulang tahun ke 23." Arion terkekeh kecil. "Aku sungguh ingin memberikan sesuatu yang berharga dalam hidupku untuk orang yang juga berharga dalam hidupku."


"Terima kasih."






Bakalan nyesel lo Pink!


Wah Arion meleleh juga akhirnya.


Double ... double nyeseknya.

__ADS_1


__ADS_2