
"Aku 'kan udah gak punya urusan sama kamu lagi Kak." Wajah Lisa mengerut.
"Kata siapa? Urusan kita belum selesai."
Lisa mendengus kesal. "Mau kamu apa sih Kak?"
Aero membuka tutup minuman teh botol rasa anggur itu kemudian meneguknya. Lisa menggedikkan bahu.
"Lo jadi pacar gue lagi!" Mulut Lisa ternganga, matanya membuka lebar. Aero menutup minumannya kemudian membuangnya asal ke dalam mobil. "Gimana?" tanyanya dengan memiringkan kepala.
"Aku udah punya cowok Kak!"
"Putusin!"
"Enak aja, emang kamu siapa? Ayahku aja gak ngelarang kok!"
Aero mendekatkan wajahnya pada gadis itu. "Mana pacar lo?"
"Itu," Lisa menunjuk ke arah cowok yang ada dalam mini market.
Aero mencebikkan bibirnya. "Gak ada apa-apanya sama gue. Gantengan gue kemana-mana."
"Idih," Lisa mengernyit. "Tapi aku sukanya sama dia!"
"Yakin?" Cewek itu mengangguk. "Lo itu sukanya sama gue. Sejak pertama kali lo ketemu gue, gue tau lo udah terkagum-kagum sama gue. Ngaku!"
Benar-benar Aero tingkat kepercayaan dirinya menurun dari Papanya. Bagaimana bisa dia berbicara seperti itu?
Lisa seperti tak memperdulikan Aero. Dia langsung masuk, namun Aero menahannya dengan menarik tangan Lisa.
"Lepasin dong Kak!" Cewek itu mencoba memutar-mutar tangannya yang dicengkram kuat Aero.
"Kasih tau dulu nomor telepon lo!"
"Iya-iya," gerutunya. Aero langsung melepaskan cengkramannya. Lisa mengerucutkan bibir sembari menyebutkan nomor teleponnya yang kini Aero siap simpan.
"Baiklah, masuk sana!" Cowok itu mengibas-ngibaskan tangannya ke Lisa.
Cewek itu menghentak-hentakkan kakinya. "Cowok aneh."
Aero hanya memberikan senyum menyeringai. Dia membuka mobil dan terdiam menatap layar ponselnya. Ada perasaan lega di dalam dada, gadis yang dia cari selama ini telah dia temukan.
__ADS_1
Aero mencoba mengirim pesan, memastikan kalau Lisa kali ini tak membohonginya.
Aero
Tes
Dia celingukan ke arah dalam mini market itu. Tak butuh waktu lama Lisa kemudian membalasnya.
^^^Lisa^^^
^^^Apa sih Kak?^^^
Aero
Kapan libur? Gue mau ajak lo jalan-jalan.
^^^Lisa^^^
^^^Aku gak bisa Kak, udah punya pacar.^^^
Aero
^^^Lisa^^^
^^^Apa sih? Jahat banget. Udah ya aku mau kerja lagi.^^^
Aero
Lo kalau gak betah kerja disitu. Bilang gue! Ada lowongan banyak di tempat gue.
^^^Lisa^^^
^^^Aku betah kerja disini.^^^
Aero
Yakin deh lo lama-lama gak betah.
Lisa mengernyit membaca pesan Aero. Dia memasukkan ponselnya kembali ke saku celana. Seperti tak ada habisnya meladeni cowok sepertinya.
"Tadi siapa Lis?" tanya cowok yang kini berstatus menjadi pacar Lisa dan juga teman kerjanya.
__ADS_1
"Oh, ta-di teman," jawab Lisa gugup.
Dahi cowoknya itu bekerut. Dia seolah tak percaya dengan jawaban yang Lisa berikan.
Tiba-tiba ponselnya kembali bergetar, Lisa mengambil dari saku celananya kembali seraya menatap cowoknya yang sorot matanya penuh kecurigaan.
Aero
Lo gak jadi kuliah?
Lisa mendengus kesal. Kenapa Aero tak henti-hentinya mengirim pesan yang menurutnya tidak penting sama sekali.
"Siapa Lis?"
"Haah, i-tu ...."
Ponsel Lisa langsung disambar cowoknya. Raut wajah geram nampak jelas disana. Lisa menggigiti bibir bawahnya cemas. Pasti ujung-ujungnya marah lagi. Cowoknya itu sangat cemburuan. Ditambah bertemu Aero yang terus saja menggodanya, pasti akan menjadi masalah besar.
"Cowok ini siapa? Jawab jujur!" gertaknya.
Lidah Lisa seperti kelu. Percakapan dia dengan Aero diketahui oleh cowoknya itu. Rasanya juga percuma kalau berdebat tak akan ada habisnya.
"Jawab!"
Lisa terlonjak. "Ih, dia itu temanku. Kalau kamu gak percaya terserah. Aku capek tiap hari berantem terus sama kamu!" Lisa menyambar ponselnya dan berjalan menjauh.
Aero melihat semuanya dari mobil. Sudut senyumnya nampak. Dia kemudian mengirim pesan pada Lisa kembali.
Aero
Cowok lo lagi PMS ya?
^^^Lisa^^^
^^^Ini semua gara-gara kamu.^^^
Aero
Cowok kayak gitu diawetin! Besok kalau udah putus, bahu gue siap menjadi sandaran.
Lisa langsung memasukan kembali ponselnya di saku celana tanpa membalas pesan Aero. Tak lupa dia mematikan ponsel itu agar tak timbul masalah yang lebih besar.
__ADS_1