
"Kak, jangan nangis terus dong! Cerita sama kita!" ucap Adik laki-lakinya. Pinky melepas pelukannya pada Arion dan menyapu air matanya. Aero berdiri mengambil air mineral kemudian menaruhnya di depan Pinky. "Nih minum dulu!"
Pinky mengambil air mineral itu dan meneguknya. Dia menatap Adiknya yang terus mengerutkan dahi. Air matanya kini sudah mulai kering. Dia juga menatap Arion yang sedari tadi memandanginya.
"Kemarin aku pergokin Gino tuh selingkuh." Lagi-lagi matanya berkaca-kaca.
Aero menggeprak meja, sontak membuat Pinky dan Arion terlonjak. "Kenapa tadi gak bilang? Tau gitu Aero tonjok Kak." Pinky memicingkan matanya, menurutnya Adik laki-lakinya itu berlebihan. "Ya udah gak usah ditangisi cari cowok lain aja!" ucapnya dengan santai seolah-olah semuanya semudah membalikkan telapak tangan. Dia kemudian duduk di kursinya kembali.
Kakak perempuan itu kini memasang wajah cemberut pada adiknya. "Pacaran dua tahun itu termasuk lama ya Ro, gak semudah yang kamu pikirkan," tegasnya.
"Makanya gak usah pacaran! Aku aja males pacaran Kak, buang-buang waktu, tenaga, pikiran, perasaan belum lagi uang. Mending kayak gini aja enak," ucap Aero dengan ujung jari mengetuk-ngetuk meja. Kepalanya kini dia sandarkan ke sandaran kursi seraya menatap Kakaknya yang bibirnya semakin mengerucut.
"Enak apanya? Dikejar-kejar tiga teman wanitamu tadi kamu bilang enak?" Dia menunjuk arah luar.
Aero menggaruk kepalanya."Ya itu lain ceritanya! Ya udah gini aja, gimana kalau kita kerjain habis-habis tuh Gino!" Dia menggeprak meja lagi.
"Gak usah aneh-aneh! Kayak kurang kerjaan aja! Lagian Gino bilang sendiri sama wanita selingkuhannya itu kalau mau putusin Kakak. Sekarang udah putus berarti 'kan udah selesai." Pinky membuang mukanya seraya menompang kepalanya dengan tangan kanannya.
"Pasti dia masih ngejar-ngejar kamu lagi Kak percaya deh! Cari wanita seperti Kakak itu susah sekarang." Aero mendekatkan wajahnya ke Pinky. "Emang Kakak lihat mereka selingkuh dimana? Kenapa seketika gak diguyur bensin aja?"
"Kalau di POM bensin bakal ku guyur bensin, masalahnya ini kamar."
"Hah ...." Aero memundurkan kepalanya. Mulutnya ternganga. Matanya membulat mendengar jawaban Pinky. "Nga-ngapain?"
__ADS_1
"Menurutmu ngapain?"
"Pasti patnam-patnam." Pinky mengangguk masih dengan wajah cemberut. "Dan Kakak diam jadi penontonnya gitu?" Aero memiringkan kepalanya, dahinya berkerut alisnya menyatu.
"Terus aku harus gimana?"
"Ya direkam dong, di sebar luaskan! Terus bagi link-nya ke aku," ucap Aero dengan tanpa rasa berdosa. Arion terus memegangi perutnya yang semakin mengeras.
Pinky mengernyit, "Gak lucu Ro! Kamu gak pernah ya di selingkuhin?" Aero hanya menggelengkan kepalanya.
Pinky kemudian terdiam dan merenung. Ide konyol adik laki-lakinya itu sepertinya bisa untuk membalas sakit hatinya selama ini. Ya, dia sekarang mengangguk dan setuju.
"Oke, apa rencanamu buat ngerjain kadal itu?"
"Eh, tunggu! Gue takut kena karma terus kebablasan. Ntar kalau gue sama Kak Pinky pacaran beneran gimana?"
Aero lagi-lagi menggeprak meja membuat Pinky dan Arion terlonjak. "Gue akan panggil lo Kakak ipar."
Arion kemudian tertawa dengan memukul-mukul meja menggunakan telapak tangannya. Pinky memukul bahu Aero berkali-kali. Rencana Adiknya membuat Pinky bertambah malu. Sebenarnya sudah cukup tadi saja berpura-puranya, takut yang di ucap Arion menjadi kenyataan.
"Lo mau gak?"
"Oke."
__ADS_1
"Nanti pacar kamu marah gak?"
"Tenang aja Kak! Aku jones kok."
Aero tertawa geli mendengarnya, perutnya serasa digelitik oleh bulu itik. Selama ini ternyata buka dia yang jomlo tapi teman di depannya pun juga bernasib sama. Bukan karena tak laku alasan pastinya.
"Lo ngobrol sama Kak Pinky dulu ya! Gue harus ngerjain kerjaan yang makin numpuk." Aero berdiri dan melihat jam tangan di sebelah tangan kirinya.
"Hati-hati gak usah ngebut!" Aero mengangguk dua kali.
"Sering-sering kesini lo Yon!"
"Iya besok gue kesini lagi."
Kepergian Aero membuat suasana canggung antara Arion dan Pinky. Mereka saling melepas pandang. Arion kini tak tau memulai pembicaraan dari mana untuk mengusir rasa aneh yang berkecamuk di dalam dadanya.
❤
❤
❤
Maaf ya kemarin typo banyak di bab 7. Sudah aku revisi. 😁 semoga gak ada yang ketinggalan.
__ADS_1
Yuk lanjut like coment dan votenya!