22.23

22.23
Terjatuh


__ADS_3

Hari ini tepat satu bulan kepergian Arion dari rumahnya. Selena mencoba mencarinya di apartemen, namun Arion tak ada disana. Lalu kemana dia pergi? Pikiran Selena setiap hari selalu tidak tenang. Hidupnya hampa sejak kepergian anak satu-satunya itu.


Penyesalan, hanya itu yang dia rasakan. Kali ini Selena nekat memberanikan diri pergi ke rumah Rey. Apa? Ke rumah Rey? Untuk apa?


Untuk mempertanggung jawabkan perbuatan Rey pada Arion. Konyol memang, tapi ini bentuk dari sakit hati seorang Ibu yang tak terima karena anaknya menjadi korban pelampiasan atas kesalahan orang tuanya. Oh tidak, ini akan menjadi perseteruan besar.


Selena kini memarkir mobilnya di halaman rumah mantan pacarnya itu. Membanting pintu mobil dan berjalan cepat menuju pintu rumah Rey.


Matanya berkeliling rumah ini semakin indah tak seperti dulu saat Selena pertama kali kesini saat menjadi pacarnya. Yang jelas sudah pasti Kinan yang telah merubahnya. Dia menggelengkan kepalanya. Tidak, tujuan Selena tidak untuk itu.


Tok tok tok


Selena mengetuk pintu rumah. Tak selang lama ada seorang asisten rumah tangga yang membukanya.


"Rey ada?" tanyanya dengan ketus.


"Ada." Asisten rumah tangga itu mengangguk dan mempersilahkan masuk.


Selena masuk, dan hanya berdiri. Dia sadar kehadirannya pasti akan membuat laki-laki yang ditemuinya ini murka. Sembari menunggu Rey menemuninya, bola matanya terus berkeliling disetiap sudut ruangan rumah ini. Berubah. Satu kata dihatinya.

__ADS_1


Tak lama kemudian Rey menuruni anak tangga rumahnya. Selena menatap tajam. Disaat semua keadaan rumah berubah namun Rey tak berubah. Rey masih seperti yang dulu. Dia masih tampan dan berkharisma. Tidak, dia tidak boleh lengah.


Wajah Rey berubah masam saat tau tamu yang akan dia temui adalah Selena.


"Mau apa kamu kesini?" teriaknya di anak tangga paling bawah. Kemudian dia berjalan cepat menemui Selena.


"Kamu apakan Arion?" Mata Selena melotot tajam. Rey hanya tersenyum menyeringai dan membuang mukanya.


"Aku melakukan apa yang orang tua lakukan."


"Oh ya? Hanya karena kesalahanku dan Erix kamu melampiaskan pada Arion? Dia tak tau apa-apa?" Teriakan Selena menggema di seluruh rumah, membuat Kinan keluar melihatnya dari atas kemudian ikut turun ke bawah karena dia takut suaminya itu tak dapat mengendalikan emosinya.


"Ini bukan soal itu saja!" teriak Rey. Selena belum tau jika Pinky hamil dan mengandung anak Arion.


Pinky pun keluar dari kamar mendengar perseteruan mereka. Dia terus melihatnya dari atas dan tak berani turun karena ini urusan masa lalu yang dia belum ketahui.


"Apa kamu lupa, dulu saat kamu hamil seperti apa? Aku masih punya hati. Tidak seperti kalian."


"Kamu tidak punya hati. Kamu telah memukuli anakku. Erix menembak Kevin itu tidak sengaja, karena kamu lah target utamanya. Tanpa kejadian itu semua, kamu gak akan sebahagia ini. Kamu akan menderita hanya dengan memendam dalam cintamu dengan Kinan."

__ADS_1


"Hey tutup mulutmu Sel!" Rey menunjuk dengan raut wajah berapi-api.


"Apa?" Selena mendekatkan wajahnya ke Rey. "Kamu akan terus menangis karena terus melihat Kevin dan Kinan hidup bahagia."


"Kamu benar-benar ...." Rey bersiap dengan tangannya ingin menampar Selena, namun Kinan menahannya. Rey terus menatap Kinan.


"Gara-gara kamu anakku pergi entah kemana? Kamu telah menghancurkan hidupnya."


Dia kembali menatap Selena dengan dahi berkerut, "Anakmu yang sudah menghancurkan hidup Pinky.


Mereka bersiteru seperti tak ada habisnya. Pinky menuruni cepat anak tangga rumahnya untuk ikut menghentikan Rey dan Selena. Namun karena terburu-buru kakinya terpeleset dan dia terjatuh dari tangga.


Bruuuukkk


"Mama sakit ...." teriaknya seraya memegangi perutnya yang hamil.


Mata Rey dan Kinan membola. "Pinky kamu kenapa sayang?" Selena pun ikut khawatir. Mereka bertiga duduk mendekati Pinky. Wajahnya semakin memucat.


"Astaga itu darah apa?" teriak Selena.

__ADS_1


Rey mengerutkan dahinya dan melempar pemandangannya ke Selena. "Kamu tau, anakmu sudah menghamili Pinky?" teriakan Rey membuat mulut Selena ternganga. Selena menggelengkan kepalanya tak percaya.


Kinan geram mendengar perseteruan mereka. "Cukup kalian berdua jangan bertengkar terus. Bawa Pinky ke rumah sakit!"


__ADS_2