
Sambil berkata, Lin Lin menunjuk ke arah podium. Lebih tepatnya dia menunjuk kepada barang yang di pegang oleh Ning Huo di podium.
"Barang berikutnya adalah sebuah pedang." Kata Ning Huo kepada semua orang yang melihatnya.
Selesai berkata, Ning Huo di atas podium mulai membuka kain penutup merah di atas meja. Kain di buka, dan sebuah pedang berwarna merah darah, dan hanya memiliki panjang setengah meter terlihat di mata semua orang.
"Jian Siwang!"
Ketika pedang merah mulai terlihat di pandangan setiap, semua orang mulai berseru, dan nafas panjang terdengar di antara kerumunan.
Tidak terkecuali siapapun, mereka semua yang memandang pedang di depan Ning Huo, mereka semua memandangnya dengan pandangan tak percaya.
"Ya, seperti yang kalian semua ketahui, ini adalah Jian Siwang. Sebuah pedang dari seseorang yang pernah menjadi legenda di Benua Changlong." Di atas podium, melihat semua orang terkejut, Ning Huo tersenyum dan berkata.
Lin Tian, melihat pedang merah darah yang di inginkan Lin Lin, dia sedikit mengerutkan kening.
Bukan untuk apa dia sedikit terkejut, dia hanya terkejut karena apa yang di inginkan Lin Lin adalah hanyalah sebuah pedang, dan bukan sesuatu yang terlihat lucu atau hal cantik lainnya.
Mengingat sifat asli Lin Lin, sepertinya sedikit aneh jika dia memilih pedang ini. Apalagi dengan reaksi setiap orang setelah melihat pedang ini.
"Apa itu Pedang Kematian?" Merasa penasaran, Lin Tian menoleh, dan bertanya kepada Lian Xiuying.
Menghadapi pertanyaan Lin Tian, Lian Xiuying tidak segera menjawab, dan ragu-ragu.
"Apa ada yang istimewa dengan pedang ini?" Melihat keraguan Lian Xiuying, Lin Tian semakin penasaran, dan bertanya lagi.
Lian Xiuying ragu-ragu, dan bahkan ketika melihat rasa penasaran di antara kedua mata Lin Tian, serta keinginan yang kuat dari kedua mata Lin Lin, dia lebih bertekad untuk tidak memberitahukan apa-apa kepadanya.
"Apapun yang terjadi, jangan biarkan Lin Lin mengambil pedang ini. Jika dia menginginkan sebuah pedang, aku dapat memberinya yang lain." Dengan suara sedikit berat, Lian Xiuying berkata kepada Lin Tian.
Mendengar kata-kata Lian Xiuying, yang sepertinya sedang memperingatkan dirinya, Lin Tian tidak merasakan apa-apa, dan hanya merasa lebih penasaran.
Putri dari keluarga besar, dan dengan semua kekuatannya, dia merasa takut hanya untuk menceritakan sebuah pedang.
Pasti pedang ini memiliki sesuatu yang istimewa.
Lian Xiuying tidak ingin mengatakannya, jadi Lin Tian tidak bertanya lagi, dan melihat ke arah Lin Lin.
"Lin Lin, apakah kamu sangat menginginkan pedang ini?" Tanya Lin Tian kepada Lin Lin.
Lin Lin, yang sedang melihat pedang di atas podium dengan bersemangat, serta keinginan yang kuat di antara kedua matanya, dia segera mengangguk dengan cepat setelah mendengar pertanyaan Lin Tian.
__ADS_1
"Ya, Lin Lin sangat ingin memiliki pedang kecil ini." Sambil mengangguk, dan tanpa menoleh, Lin Lin berkata kepada Lin Tian dengan bersemangat.
"Baik," kata Lin Tian sambil tersenyum.
Saat Lin Tian memutuskan untuk mengambil ini, dan memberikannya kepada Lin Lin, Lian Xiuying semakin khawatir dan mencoba untuk segera menghentikannya
"Lin Tian..." Tapi, sebelum Lian Xiuying selesai berkata, Lin Tian segera menghentikannya terlebih dahulu.
"Jangan khawatir, Lin Lin bukanlah wanita biasa. Apalagi dengan adanya diriku, semengerikan apapun pedang itu, dia tidak akan bisa melukai kita berdua," kata Lin Tian dengan penuh keyakinan.
"Tapi..."
"Lupakan, bagaimanapun, pedang tetaplah sebuah pedang, dan besi tetaplah sebuah besi." Lanjut Lin Tian acuh tak acuh.
Apa yang di katakan oleh Lin Tian memang benar, dan dengan apa yang di miliki oleh Lin Tian, semuanya terlihat masuk akal. Tapi Lian Xiuying di sana masih tidak ingin Lin Tian mendapatkan pedang ini, dan mencoba untuk menghentikannya lagi
"Yinying.." Saat Lian Xiuying ingin berbicara lagi, Zhao Yue di samping memanggilnya.
Melihat ke arahnya, Lian Xiuying melihat Zhao Yue di sana sedang menatapnya dengan beberapa isyarat, dan menganggukkan kepalanya.
Melihat isyarat, dan anggukan kepala Zhao Yue, mau tak mau Lian Xiuying harus berhenti, dan tidak lagi mencoba untuk menghentikan Lin Tian.
"Harga awal Pedang Siwang adalah 1000 batu spiritual, dan setiap kenaikan tidak boleh kurang dari seratus batu spiritual."
Ketika semua orang sedang menggumamkan pedang Siwang, suara lemah tapi keras Ning Huo terdengar dari atas podium.
Suara lemah tapi anggun Ning Huo terdengar jelas di seluruh ruang pelelangan. Tapi anehnya, setelah dia selesai membuka harga, semua orang masih diam, dan tidak seorangpun yang mencoba untuk menawar pedang itu.
Satu menit telah berlalu, dan setelah beberapa lama, orang-orang di dalam ruangan masih terdiam, dan tidak ada seorangpun yang mencoba untuk menawar.
"1000 koin spiritual untuk sebuah pedang legendaris, dan sebuah senjata tingkat bawaan. Apakah tidak ada orang yang mengingkannya?" Melihat semua orang terdiam, Ning Huo mencoba berbicara untuk menarik perhatian kerumunan lagi.
"Satu kali... dua kali..... apakah tidak ada yang akan menawar?" Kata Ning Huo lagi dengan anggun.
"Ning Huo, singkirkan benda mengerikan itu, dan lanjutkan ke barang berikutnya..."
"Benar, jangan sia-siakan waktu untuk barang mengerikan itu..."
Tapi, meskipun Ning Huo memasang wajah lemah, masih tidak ada seorangpun yang menawar. Yang ada hanya beberapa kata orang yang tidak sabar untuk melanjutkan barang berikutnya, dan menyuruhnya untuk menyingkirkan Pedang Siwang.
Situasinya menjadi sedikit riuh, dan di atas podium, Ning Huo hanya bisa tersenyum.
__ADS_1
Bagaimanapun, dengan semua reputasi pedang ini, hal seperti ini adalah apa yang di pikirkan oleh Ning Huo sebelumnya.
"Baik, karena tidak ada yang menginginkannya, kita lanjutkan ke..."
"100 batu spiritual,"
Sebelum Ning Huo selesai, suara terdengar dari ruangan no.1.
"Bodoh, siapa yang berani menawar?"
"Apakah dia tidak tahu arti pedang ini?"
"Dia pasti orang gila.."
Saat suara Lin Tian terdengar, semua orang segera melihatnya, dan mulai mencemooh Lin Tian.
Mendengar cemoohan orang-orang, Lin Tian masih duduk dengan tenang di tempat duduknya, dan tersenyum santai.
"Karena tidak ada yang menginginkan pedang ini, aku akan mengambilnya dengan seratus batu spiritual, bagaimana?" Kata Lin Tian, sambil melihat Ning Huo yang terkejut di atas podium.
Ning Huo di sana tidak segera menjawab, tapi melihat ke arah Lian Xiuying yang berada di sebelah Lin Tian, dan melihatnya dengan beberapa pertanyaan di wajahnya.
Harga awal seribu batu spiritual, dan hanya di tawar dengan seratus batu spiritual. Turun hampir sepuluh kali lipat, dan dia tidak memiliki wewenang untuk memutuskan.
Jadi dia melihat ke arah Lian Xiuying sebelum memutuskannya, dan secara tak terduga, Lian Xiuying di sana mengangguk sebagai jawaban.
Melihat anggukan Lian Xiuying, dan meskipun Ning Huo tidak yakin, dia harus memutuskan untuk memberikan pedang Siwang kepada Lin Tian
"Baik, karena semua orang tidak menginginkannya, maka Pedang Siwang akan jatuh kepada Tuan Muda di ruang tamu no.1."
Setelah Ning Huo selesai memutuskan, Pedang Siwang di bawah oleh pelayan ke ruangan Lin Tian.
Melihat pelayan yang berjalan, dan membawa sebuah pedang ke arah ruangan Lin Tian, ratusan pandangan muncul di mata semua orang yang melihat.
Dari semua pandangan mereka, banyak yang melihat ke arah Lin Tian dengan kekaguman, atau cemoohan. Dan masih banyak lagi yang melihat Lin Tian dengan pandangan seperti melihat orang yang akan mati.
"Tuan Muda, ini pedang Anda."
Setelah memasuki ruangan Lin Tian, seorang pelayan segera menyerahkan Pedang Siwang kepada Lin Tian dengan sopan. Dan setelah Lin Tian memberikan pelayan seratus batu spiritual, dia segera pergi keluar pintu dengan terburu-buru.
Seolah-olah dia takut akan sesuatu yang tiba-tiba akan terjadi.
__ADS_1