
Melihat keadaan ular yang menyedihkan itu, Lin Tian menelan ludahnya, dan melihat kembali ke arah Lin Lin dengan ngeri.
Mulai hari ini, sepertinya dia tidak boleh memperlakukan Lin Lin seperti gadis kecil seperti di masa lalu. Mulai hari ini, Lin Lin bisa dibilang adalah kartu truf, atau bantuan yang paling berharga saat dirinya sedang kritis.
"Bagaimana, tidak ada lagi hewan jelek yang perlu Lin Lin hajar?" Melihat Lin Tian yang terdiam, Lin Lin mencoba bertanya lagi.
"Ogh, tidak! Tidak ada lagi yang perlu Lin Lin hajar. Ular barusan adalah satu-satunya."
"Cih, membosankan. Aku kira ular jelek itu lebih kuat, ternyata hanya dengan sekali pukulan langsung terkapar." Lin Lin mengeluh ketika tidak ada binatang yang kuat menahan satu pukulan lagi.
Mendengar keluhan Lin Lin, Lin Tian mulai berpikir sebaiknya membiarkan dia tidak pergi bersamanya saat ini.
Pikirkan, jika dia memukul binatang apapun yang dia temui, dia pasti akan menyebabkan semua binatang spiritual menjauh. Jika itu terjadi, itu adalah sesuatu yang tidak diinginkan oleh Lin Tian. Tujuan awal Lin Tian selain pergi ke kekaisaran Zhuo adalah untuk berlatih di pegunungan naga terlebih dahulu.
Jika semua binatang di bawah tingkat bawaan menghindari mereka, bagaimana Lin Tian bisa berlatih?
Memikirkan tentang ini, Lin Tian melihat Lin Tian yang masih mengeluh di sana dan tersenyum.
"Lin Lin, aku punya ide. Apa kamu ingin mengikutinya?"
"Ide apa?" Lin Lin penasaran.
Lin Tian tersenyum, "Tutup matamu, dan jangan melawan."
Lin Lin tidak mengerti, tapi masih menutup matanya mengikuti perintah Lin Tian.
Saat Lin Lin mulai menutup mata, Lin Tian memusatkan indera spiritual untuk menutupi seluruh tubuhnya, dan dengan kedipan mata, tubuh Lin Lin menghilang dari pandangannya.
Di dalam gulungan Tiantang, Lin Lin merasakan perubahan tempat, dan akhirnya membuka matanya.
Melihat bahwa apa yang ada di depannya adalah sebuah Pagoda Bintang, dan bukan ruang di dalam gua, pertama Lin Lin terkejut, kemudian bingung, dan selanjutnya berteriak.
"Saudara Lin jahat! Membohongi Lin Lin, melemparkannya ke dalam Pagoda Bintang! Jahat!"
"Hahaha… ini adalah idenya. Jika ada binatang tingkat bawaan, pasti nanti Lin Lin akan keluar." Suara puas Lin Tian terdengar di kepala Lin Lin.
"Tidak. Lin Lin ingin keluar dan berjalan bersama saudara Lin."
__ADS_1
"Tetaplah di dalam sana. Berlatihlah dengan sungguh-sungguh, dan bersiap dengan binatang bawaan yang akan datang." Suara Lin Tian terdengar lagi.
"Tidak…."
Lin Lin terus berteriak meminta keluar dari gulungan Tiantang, tapi Lin Tian di luar hanya tersenyum, tidak mengabulkan permintaannya.
Setelah kejadian singkat ini, Lin Tian mengambil Ginseng Darah Naga di sana, menempatkan ke kotak kecil yang telah disiapkan agar khasiatnya tetap bertahan, dan melemparkannya ke dalam Pagoda Bintang.
Melihat kembali ke arah ular piton hijau yang telah kehilangan separuh kepalanya, Lin Tian menggelengkan kepalanya, dan mengabaikan bangkai yang penuh harta itu.
Jika mau, Lin Tian bisa memisahkan bagian dari ular piton hijau yang berharga ini, dan menjualnya dengan batu spiritual yang banyak. Tapi dengan kekayaan sekarang, Lin Tian tidak lagi tertarik dengan puluhan juta batu spiritual tingkat menengah.
Sebelum keluar dari dalam gua, Lin Tian terlebih duduk di ruangan itu, mengambil satu Pil Pei Yuan Dan terbaik, memasukkannya ke dalam mulut, dan mulai mengisi kembali auranya yang terkuras.
Efek Pil Pei Yuan Dan memang bagus, dan tak butuh waktu lama, setelah mengkonsumsi dua Pil semua aura di Dantian Lin Tian yang terkuras kembali terisi penuh.
"Waktunya pergi dan melanjutkan perjalanan kembali." Merasakan auranya terisi penuh, Lin Tian mengangguk, dan berjalan keluar.
"Meraung…"
"Meraung…"
Dilihat dari suaranya, sepertinya itu bukan hanya satu atau dua binatang. Tampaknya itu segerombolan binatang spiritual.
"Boom… boom…"
Dari kejauhan tempat Lin Tian berdiri, yang berasal dari pedalaman Hutan Harimau Naga, Lin Tian mendengar suara dari gerakan kaki binatang yang panik berlarian.
"Bergetar."
Bersamaan dengan bumi yang bergetar, ratusan sampai ribuan bintang spiritual tingkat keenam sampai ketujuh berlarian keluar dari Hutan Harimau Naga.
"Gerombolan binatang spiritual yang panik? Apakah terjadi sesuatu di dalam?" Lin Tian menebak. "Pasti ada sesuatu yang bagus. Ayo lihat."
Setelah itu, tubuh Lin Tian bergerak maju ke arah gerombolan binatang spiritual yang mendatangi dirinya.
Di kedalaman Hutan Harimau Naga, di antara rombongan binatang spiritual yang berlarian panik, sekelompok orang terlihat sedang terdesak dan mencoba untuk menghadapi binatang spiritual yang datang ke arah mereka.
__ADS_1
Orang-orang ini terdiri lebih dari dua puluh orang. Di antara mereka, paling banyak adalah praktisi bawaan tengah sampai akhir.
Sambil berlarian, dan bertarung melawan binatang, mereka membentuk sebuah lingkaran dengan satu orang di dalamnya.
Satu orang di dalam lingkaran itu adalah seorang wanita. Dia berusia sekitar tujuh belas tahun. Memiliki wajah yang cantik, dan menarik. Dan di antara matanya yang indah berwarna hitam, tidak terlihat sedikitpun kepanikan yang terlihat.
Meskipun dia masih umur tujuh belas tahun, dia memiliki kultivasi yang tak terduga. Yaitu Yuan Qi awal tahap awal.
Dilihat dari kelompok orang-orang ini, wanita ini pasti bukan wanita biasa. Mungkin dia adalah seorang wanita dari keluarga besar di kekaisaran Zhuo.
"Nona Muda Fei, jangan keluar dari dalam lingkaran. Percayalah, kami akan menghadang setiap binatang yang datang."
Kemudian di antara kelompok yang membentuk lingkaran, salah seorang pria tua sekitar tujuh puluhan tahun, dan memiliki kultivasi paling kuat di antara kelompok mereka menghampirinya, dan berteriak kepada wanita yang ada di dalam lingkaran.
Wanita yang di panggil Nona Muda Fei itu mengangguk, dan terus berlari menuju keluar Hutan Harimau Naga.
"Meraung.."
Di antara gerombolan binatang spiritual yang panik, seekor beruang tingkat keenam, yang puluhan kali lebih besar dari beruang biasa. Serta cakar cakar panjangnya, tiba di belakang kelompok orang ini.
Beruang tingkat keenam itu ingin segera berlari menuju luar, dan formasi lingkaran dari sekelompok orang-orang ini menghalangi mereka.
"Meraung."
Beruang itu mengangkat kepalanya dengan marah, dan sebuah tangan penuh kekuatan, dan ketajaman di cakarnya mengarah ke kelompok orang yang menghalangi mereka.
"Awas!" Orang tua yang menjaga wanita di tengah lingkaran melihatnya, dan berteriak.
"Boom."
Sebelum kelompok orang yang menerima serangan itu bereaksi, kaki beruang itu telah jatuh, dan dengan suara yang keras, orang-orang yang hanya memiliki kultivasi bawaan itu dihancurkan menjadi daging cincang dalam sekali serangan.
"Sial! Kalian semua, mendekat! Jangan sampai beruang itu mendekati Nona Muda." Melihat keadaan ini, pria tua itu berteriak, dan memberikan mereka perintah pada yang lainya.
Namun ketika mereka membentuk penghalang bagi beruang itu untuk mendekat, dia tampaknya semakin marah, dan mulai menyerang membabi buta.
"Boom.. boom.."
__ADS_1