
Dalam pandangan Lian Xiuying, jika sebelumnya dia masih merasa berada di dalam ruangan Keluarga Zhao, maka sekarang pemandangan dunia luar, yang sangat luas adalah apa yang muncul di matanya.
Bukan hanya dunia itu terasa asing dengan berbagai tumbuhan yang tidak dia kenali, dia juga melihat Pagoda Bintang setinggi beberapa meter di depannya.
Intinya bukan itu, tapi Lian Xiuying terkejut dengan perpindahannya yang tiba-tiba.
"Ini...dimana kita sekarang?" Lian Xiuying memutar kepalanya beberapa kali mencoba memproses apa yang terjadi.
Belum selesai memproses dengan apa yang terjadi, sebuah teriakan "ah" terdengar.
Mengikuti sumber suara itu, sekali lagi Lian Xiuying terkejut dengan mata dan mulutnya melebar.
"Lin Lin! Apakah itu kamu?"
Dari kejauhan, Lin Lin yang sebelumnya bepergian entah kemana ternyata telah kembali, dan terbang ke arah mereka berempat.
Kemudian turun tepat di depan Lian Xiuying, wajah polosnya tampak melihat dari atas ke bawah, dan dengan ragu-ragu bertanya, "Apakah ini benar? Saudari adalah Lian Xiuying?"
Lian Xiuying juga memiliki keraguan di wajahnya, dia tidak segera menjawabnya tapi terlebih dahulu juga melihat Lin Lin di depannya selama beberapa waktu.
Sudah cukup lama Lian Xiuying meninggalkan kota Longshan dan tidak bertemu dengan Lin Lin.
Di masa lalu, dalam ingatan Lian Xiuying, Lin Lin adalah gadis kecil yang polos dan tampak lemah, namun sekarang, ketika melihatnya lagi, Lian Xiuying melihat perbedaan yang sangat besar pada dirinya.
Wajahnya masih sama, tapi tubuhnya telah sedikit berkembang, dan yang lebih penting lagi, Lian Xiuying tidak bisa melihat kedalaman kekuatannya, yang menandakan bahwa kultivasinya jauh lebih tinggi daripada dirinya sendiri.
Penampilan dan aura yang keluar juga terlihat lebih dewasa dari apa yang sebelumnya Lian Xiuying ingat.
Tapi begitu, saat melihat tatapan mata Lin Lin, Lian Xiuying yakin bahwa ini adalah gadis kecil yang dia kenali sebelumnya.
Lian Xiuying mengangguk ringan, dan memberikan senyum lemah kepadanya.
Melihat anggukan Lian Xiuying, Lin Lin kembali berteriak "ah" dan tanpa berkata segera memeluknya.
"Ini benar-benar Saudari Xiuying! Lin Lin tahu jika Saudara Lin pasti akan segera menemukanmu!" Lin Lin berkata sambil memeluk Lian Xiuying.
Sebagai seorang yang telah lama tidak bertemu, Lian Xiuying hanya mengangguk ringan, dan tersenyum tipis.
Kemudian melihat kembali ke arah Lin Tian, dan menemukan bahwa penampilannya telah berubah menjadi Lin Tian yang dulu dia kenali.
"Hei, Lin Lin! Bukan hanya ada dia, aku juga ada disini." Dari samping, suara Ling Yanyue tiba-tiba terdengar.
__ADS_1
Tepat ketika Lin Lin mendengar suara itu, dia segera melepaskan pelukannya, melihat ke arah Ling Yanyue, dan tersenyum sedikit malu.
"Saudari Yanyue, kamu juga kembali."
Wajah Ling Yanyue tampak sedikit tidak senang saat melihat bahwa Lin Lin ternyata lebih memilih menyambut Lian Xiuying daripada dirinya sendiri.
Dia tampak memasang wajah marah, dan berkata, "Akhirnya kamu sadar juga."
Lin Lin memberi "hehe" canggung, dan kemudian berjalan ke arah Ling Yanyue, dan memberikan pelukan sama seperti yang dia berikan kepada Lian Xiuying.
Tidak menolak pelukan itu, Ling Yanyue juga tersenyum dan kemarahannya tampak menghilang.
Kemudian memandang ke arah Lian Xiuying dengan tatapan provokasi di matanya, seolah-olah berkata, 'Lihat! Lin Lin masih lebih memilihku daripada kamu'.
Lian Xiuying otomatis tahu arti dari tatapan provokasi Ling Yanyue, tapi dia tidak ingin mengambil lebih di dalam hatinya, dan lebih memilih melihat ke arah Lin Tian.
"Ya, ya, ya! Ada satu lagi gadis cantik besar, dan masih memiliki keunggulan terbesar daripada ketiganya!"
Sebelum Lian Xiuying sempat berkata, suara lain datang dari tubuh Lin Lin.
Merasa bahwa kata-kata itu di tujukan pada dirinya sendiri, Lian Xiuying kembali melihat ke arah Lin Lin, dan alisnya tampak berkerut.
Tidak ada yang menjawab pertanyaan Lian Xiuying, tapi dalam pandangannya, dia melihat ada gerakan menggeliat dari dada Lin Lin, dan kepala ular muncul dari leher Lin Lin.
Tidak besar, ular kecil berwarna hitam dengan mata putih itu adalah Xiao He sendiri, yang tampaknya sudah menjadikan dada Lin Lin sebagai tempat tinggalnya.
Pada saat ini, saat dia mengeluarkan kepalanya, dan melihat ke arah Lian Xiuying, tampak ada seringai di wajah ularnya.
Mata putihnya juga tampak cerah saat melihat ke arah dada Lian Xiuying.
"Besar! Itu sangat besar! Jika seandainya Laozhi tinggal didalamnya, betapa nyamannya itu!" Sambil berkata, Xiao He sudah keluar dari dada Lin Lin, dan terbang ke arah dada Lian Xiuying.
"Hei!"
Akan tetapi, tepat ketika Xiao He terbang di udara, sebuah tangan segera memegangnya dan menghentikannya di udara.
"Sialan! Siapa yang berani menghentikan Tuan Agung ini! Apakah kau---"
Xiao He ingin marah dengan mengatakan kata-kata sombongnya, tapi dia segera berhenti saat tahu siapa yang menghentikan dirinya.
Lin Tian, yang sejak awal tidak berbicara memegang tubuhnya di udara, tepat di depan dada Lian Xiuying, dan tatapannya tampak sangat dingin.
__ADS_1
Wajah itu tampak tanpa ekspresi, tapi saat Xiao He melihat di matanya, itu seperti sebuah ujung pedang yang siap memotong-motong tubuh kecilnya menjadi beberapa bagian.
"Tu--tuan...anjing kecil ini...ha-ha-hanya--"
"Apa? Apa kau ingin mati?" Suara Lin Tian terdengar tanpa emosi.
Tubuh Xiao He gemetar, dan kepala kecilnya bergerak ke kiri kanan beberapa kali dengan ekspresi yang ketakutan.
"Tu--tuan, ini salah paham! Anjing kecil ini hanya ingin menyapa nyonya cantik ini saat baru tiba di rumah!"
"Apa kau pikir aku akan percaya?"
Jawaban Lin Tian masih sama tanpa emosi, dan tekanan pada tangannya mulai di perkuat. Mengakibatkan mata Xiao He melotot dan tampak mulai kesakitan.
Lin Tian tidak peduli dengan keadaannya, dan terus meremasnya lebih kuat.
Kotoran kecil ini benar-benar menjijikkan.
Selama ini dia sudah mengambil keuntungan dengan terus bersembunyi di dada Lin Lin, dan menikmati kenyamanan untuk dirinya sendiri.
Tapi dia masih belum puas, dan memilih tempat lain.
Anjing kecil ini ternyata memilih Lian Xiuying yang memiliki keunggulan berkali-kali lebih baik daripada Lin Lin.
Jika kotoran kecil ini berhasil bersembunyi disana, dan menjadikan dada Lian Xiuying sebagai tempat tinggal barunya, sebagai seorang pria, bukankah itu sebuah penghinaan bagi dirinya?
"Lin Tian! Apa yang kamu lakukan, lepaskan dia!"
Tepat ketika ekor dan kepala Xiao He tegang, dan seperti akan mati tercekik, Lian Xiuying tiba-tiba berteriak kepadanya.
Sambil berteriak, Lian Xiuying juga buru-buru menampar tangan Lin Tian, dan mengambil Xiao He dari tangannya.
Lin Tian yang tidak siap, dan terkejut segera melihat ke arah Lian Xiuying, tapi dia segera berhenti saat melihat bahwa Lian Xiuying ternyata menempatkan Xiao He di atas kedua telapak tangannya, dan memeluknya seolah-olah itu adalah hal yang paling berharga.
"Ular kecil, apakah kamu baik-baik saja? Lin Tian tidak melukaimu, kan? Katakan, dimana dia melukaimu? Jangan ragu-ragu, aku pasti akan membalasnya untukmu."
Kata-kata yang Lian Xiuying ucapakan selanjutnya juga segera membuat Lin Tian terdiam, dan menyaksikan wanita di depannya dengan ekpresi tak menentu.
Apa ini? Apakah Lian Xiuying ternyata lebih memilih kotoran kecil itu daripada dirinya sendiri?
Apa bagusnya ular mesum itu daripada dirinya sendiri, yang datang jauh-jauh hanya untuknya?
__ADS_1