Against Heaven'S Destiny

Against Heaven'S Destiny
Langkah demi langkah


__ADS_3

Ratusan titik cahaya kecil di kegelapan itu tersebar, membentuk sebuah pola bunga Lotus berwarna putih, yang bersinar di kegelapan Dunia, dan menyinari seluruh tempat Lin Tian berdiri. 13 kelopak bunga saling menyatu, membentuk sebuah bunga Lotus, dan satu titik cahaya paling cerah di atas menjadikannya sebagai mahkota.


Melayang di kegelapan, bagaikan satu kecermelangan paling mempesona di kegelapan Alam semesta, cahayanya yang menyebar, memberikan kenyamanan bagi siapapun yang melihatnya.


Berdiri di depannya, melihat Lotus putih di sana, Lin Tian mulai terpesona dengan pemandangan di depannya.


Kebingungan dan kekhawatiran yang sebelumnya melanda hatinya menghilang. Pikirannya kembali tenang, dan fokus di matanya berangsur-angsur mulai terlihat kembali.


"Lin Tian.... Lin Tian...." Saat pikiran Lin Tian kembali tenang, suara yang memanggil namanya sekarang terdengar lagi.


Di dengar dari suaranya, ini sepertinya bukan suara seorang wanita yang dia dengar pertama kalinya.


"Lin Tian.... Bocah Tua mesum! Bangun.. sadarlah! Aku tidak ingin ketenangan saat ini pergi dengan cepat!" Saat Lin Tian sedang memikirkan siapa yang sedang berbicara, suara yang terdengar sangat menyebalkan terdengar lagi.


Zhi Wu!


Ya, itu adalah suara Zhi Wu. Suara yang terdengar tidak enak di dengar, dan kata-kata yang biasanya selalu merendahkannya, siapa lagi kalau bukan suara Zhi Wu.


Lin Tian tersenyum lembut ketika dia mengetahui bahwa orang yang berbicara kepadanya adalah Zhi Wu.


Tepat ketika dia akan membuka mulutnya untuk berbicara, tiba-tiba dia segera berhenti. Awan hitam, mata merah darah di atas langit, dan kejadian sebelumnya tiba-tiba muncul di kepala Lin Tian.


Lin Tian tersadar, alisnya terangkat dan wajahnya segera kembali ke penampilan serius di awal.


Melihat ke arah cahaya bunga Lotus kembali, tiba-tiba Lin Tian melihat semua titik-titik cahaya itu bersinar sepuluh kali lipat dari sebelumnya.

__ADS_1


Titik cahaya yang hanya sebesar rambut sebelumnya berkedip, dan dengan cepat berkembang, bersinar lebih terang dari apapun yang pernah ada, dan pada akhirnya, 999 titik cahaya putih itu semuanya meledak. Warna cahaya terang menyebar dengan cepat, membuat ruangan yang sebelumnya berwarna gelap gulita menjadi warna putih benderang.


Cahaya ledakan 999 titik cahaya membuat mata Lin Tian terganggu, membuatnya harus melindunginya, dan menutupinya dengan kedua tangannya.


Bergemuruh...


Sekarang, di dunia nyata, ketika Lin Tian sedang menutup matanya, dia mendengar suara gemuruh dari suara awan hitam tebal di atas kepalanya.


Indera pendengaran Lin Tian telah kembali berfungsi, dan di ikuti oleh perasaan dingin dari angin malam yang meniup kulitnya, indera di seluruh tubuh Lin Tian akhirnya mulai berfungsi lagi.


Membuka matanya, Lin Tian menemukan bahwa apa yang ada di depan matanya adalah penampakan yang sebelumnya dia lihat. Namun, kali ini tidak ada lagi penampakan Dao Surga di atas langit, itu hanya tinggal awan hitam pekat besar yang menggulung, dan suara gemuruh di antara awan yang terbentuk.


Dari tempatnya berdiri, dan setelah melihat ke langit, Lin Tian menemukan bayangan lotus putih yang dia lihat sebelumnya sekarang sedang mengelilinginya. Masih dengan 999 titik-titik cahaya yang membentuk bayangan bunga Lotus dan terdiri 9 kelopak bunga berwarna putih, dan sedang menutupi seluruh tubuhnya.


Lotus Bintang Putih!


Kemudian melihat sekeliling beberapa waktu, ternyata tidak ada lagi satupun manusia yang berdiri di sekitarnya. Nafas kehidupan tidak lagi Lin Tian rasakan, yang ada hanya kesunyian dan genangan darah berserakan di mana-mana, serta bau amis yang menyengat di hidung.


Melihat genangan darah merah di tanah, dan bangunan Sekte Longhunzong yang telah hancur menjadi puing-puing, Lin Tian menebak apa yang terjadi setelah dirinya tak sadarkan diri sebelumnya.


Saat dirinya pingsan, jiwanya di bawah ke suatu tempat dengan kegelapan total di dalamnya. Mendengar suara wanita yang sepertinya mencoba untuk berbicara dengan dirinya, tapi karena suatu alasan, Lin Tian hanya dapat mendengar beberapa kata.


Sementara dirinya sedang di bawa ke suatu tempat, mungkin Dao Surga sangat marah karena Dao Shi tidak dapat segera menghukumnya, dan akhirnya hanya bisa menghancurkan apapun di sekitarnya.


Hal-hal di sekitar Lin Tian tidak ada hubungannya dengan dirinya, tapi karena Lin Tian belum mencoba untuk menerobos ke Alam Bawaan, kesengsaraan Surga tidak memiliki target untuk menghancurkannya. Dan karena Dao Shi menduga bahwa orang-orang di Sekte sedang mencoba untuk membantunya melawan kesengsaraan Surga, jadi secara alami dan dengan kejam, Dao Shi menghancurkan Tetua Sun, Yu Long dan semua orang yang tidak berkaitan dengan Lin Tian.

__ADS_1


Kemudian, ketika jiwanya kembali ke tubuhnya, orang-orang dan hal-hal yang di anggap oleh Dao Shi sedang mencoba untuk menghalanginya telah di hancurkan tanpa ampun.


Dan sekarang, karena Lin Tian belum gagal menerobos ke Alam Bawaan, dan belum mencoba untuk menerobos, kesengsaraan Surga di langit masih menunggu dirinya, dan bersiap untuk menghentikannya.


Melihat awan hitam yang bergemuruh di atas kepala, dan pada bayangan Lotus Bintang Putih yang melindungi tubuhnya, Lin Tian tersenyum.


Kemudian setelah Lin Tian duduk di tanah dengan menyilangkan kedua kakinya, dia mengangkat kepalanya. Melihat Awan Kesengsaraan di atas, Lin Tian berkata: "Tampaknya kamu sangat takut dengan potensi yang di bawa oleh Seni Bintang Abadi. Biyar ku tebak, kamu pasti takut jika suatu saat aku akan datang dan menghancurkanmu, kan?"


Ledakkan...


Merespon kata-kata Lin Tian, suara Guntur yang lebih keras dari sebelumnya terdengar dari awan di atas.


Setelah suara Guntur, Awan hitam itu berhenti bergerak, dan dari tengah-tengah awan paling pekat, sebuah cahaya petir terbentuk.


Awal cahaya Petir yang terbentuk hanya memiliki ketebalan jari-jari tangan manusia biasa, selanjutnya Petir Petir itu terus bergerak menyatu, menjadi lebih besar, dan berhenti ketika mencapai sebesar paha manusia. Selain bertambah besar dari pertama kali muncul, bentuk petir itu juga tidak biasa, di lihat dari bentuknya yang besar di bagian atas, dan lebih kecil di bagian bawah, itu lebih mirip sebagai cambuk daripada Petir pada umumnya.


Melihat bahwa 3 Petir yang sepertinya akan datang dengan kekuatan lebih kuat daripada sebelumnya, Lin Tian dengan marah dan tatapan dingin mengangguk berat di tanah.


Setelah itu, Lin Tian membuka baju yang membungkus badannya, menggores satu jari pada Gigi Naga di tangan, lalu mengarahkan darah yang menetes dari jari ke arah jantung, menahan jari untuk di tetap di dada, Lin Tian mengangkat kepalanya lagi.


Mata penuh tekad Lin Tian menatap ke arah tiga Petir di atas dengan wajah tenang tapi serius, Lin Tian membuka mulutnya: "Ingat ini, dengan darah di jantung dan jiwa, aku Lin Tian bersumpah, jika suatu hari aku berhasil menggapai langit, hal pertama yang akan aku lakukan adalah menghancurkanmu!" Suara sumpah Lin Tian terdengar sangat serius, penuh keyakinan, dan kepercayaan diri yang meluap-luap.


Ledakkan..


Kata-kata sumpah Lin Tian selesai, dan tak lama kemudian suara Guntur dari langit segera menyusul. Lalu cahaya petir berkedip lagi, dan dua lagi Petir baru dengan ketebalan yang sama terbentuk.

__ADS_1


"Ayo!"


Melihat dua Petir lagi terbentuk, Lin Tian tidak takut, dan berteriak dengan keras. Tanpa ragu lagi, Lin Tian mulai menutup matanya, memandu seluruh aura dari meridianya ke arah Dantian di perut.


__ADS_2