Against Heaven'S Destiny

Against Heaven'S Destiny
Menemukan


__ADS_3

"Boommm"


Kelompok Zhang Fei, yang mencoba mengikuti di belakang Lin Tian juga mendengar ledakan itu.


"Wusshhh…" diikuti oleh suara api yang membakar pepohonan di hutan, rasa panas yang datang bersamaan dengan angin, wajah Shi Jin dan semua orang yang ada di kelompok berubah.


"Nona Muda Fei, bahaya!"


Sebelum mendengar teriakkan Shi Jin, Zhang Fei telah mengerutkan kening. Dan tepat ketika teriakan itu datang, dia menekan gelang berwarna hijau di tangannya.


"Ning" Saat itu juga, dari gelang di tangannya, cahaya hijau terang tiba-tiba keluar, pada saat yang sama, api panas telah datang didepan mata mereka semua.


"Krakk.." Suara retakan dari dahan pohon yang terbakar, dan api yang terus menyebar terdengar di Hutan Harimau Naga.


Dari kejauhan, api setinggi ratusan meter terlihat, dan menyebar ke segala arah, membakar apapun yang dilaluinya. Dilihat dari langit, radius lebih dari lima puluh mil, pepohonan hijau yang sebelumnya tumbuh dengan subur telah menghilang. Digantikan oleh sisa-sisa kobaran Api merah panas, yang masih membakar sisa-sisa kayu yang ada disana.


Entah pohon atau binatang spiritual yang telat menghindari kobaran api, semuanya akan terbakar sampai tidak tersisa.


Panas dari Api Bumi ribuan kali lebih panas dari api biasa, dibawa sentuhan api ini, bahkan hewan spiritual tingkat kedelapan tidak memiliki perlawanan, dan akan langsung terbakar tanpa tersisa. Apalagi hanya praktisi Yuan Qi biasa.


Sampai semua api mulai padam, dan kobaran api menghilang, sebuah cahaya hijau yang tampak sangat kontras dengan warna hitam dari sisa-sisa pohon yang terbakar terlihat.


Dari dalam sebuah dinding tipis berwarna hijau, beberapa orang tua dan muda samar-samar terlihat.


Lalu cahaya itu sedikit redut, menjadi benang hijau kecil, dan masuk ke gelang Zhang Fei.


Saat keluar dari pelindung yang dibuat Zhang Fei, pemandangan hitam dan bau gosong adalah apa yang mereka lihat. Apalagi ketika mereka melihat sebuah tulang besar dari binatang spiritual tingkat kedepan, yang sebentar lagi juga akan hangus tak tersisa, keringat dingin keluar dari punggung mereka.


Shi Jin yang juga melihat juga menelan ludahnya, dan bersyukur kepada Zhang Fei.


"Nona Muda, untung anda dengan cepat mengeluarkan pelindung yang diberikan oleh Tetua. Jika tidak, kita mungkin sudah terbakar hangus tak tersisa."


Zhang Fei mengangguk, dan melihat sekeliling beberapa waktu.


Setelah memastikan bahwa semua orang masih dapat bernafas, dia menghela nafas lega, dan melihat ke kejauhan.


"Paman Shi, asal ledakan api barusal berasal dari sana, di sana pasti tempat yang akan kita tuju. Semuanya tidak terluka dan baik-baik saja, ayo cepat pergi ke sana."

__ADS_1


"Tunggu Nona…"


"Ada apa?" Zhang Fei yang telah berjalan berhenti, dan melihat ke Shi Jin.


Wajah tua Shi Jin itu ragu-ragu sejenak sebelum menjawab.


"Nona Muda, ledakan api barusan bukankah sesuatu yang bisa ditanggung oleh orang kita, jika ledakan itu terjadi lagi, semua orang pasti akan mati. Perjalanan ini sangat berbahaya, resikonya sangat besar. Apalagi diantara beberapa orang juga ada yang ketakutan untuk melanjutkan perjalanan,"


Mendengar itu, Zhang Fei memeriksa bawahnya lagi.


Seperti yang telah dikatakan oleh Shi Jin, diantara sedikit orang yang ingin melanjutkan, Zhang Fei menemukan bahwa kebanyakan dari merasa ragu-ragu untuk terus melanjutkan perjalanan, bahkan ada beberapa orang yang gemetar.


Melihat orang-orang yang ketakutan itu, Zhang Fei merasa jijik.


"Paman Shi, tinggalkan orang-orang yang ketakutan disini, aku tidak membutuhkan orang pengecut. Sia-sia aku mengorbankan perlindungan yang berharga untuk mereka!" Setelah berkata kepada Shi Jin, dia tidak menunggu reaksinya, dan berjalan lebih dulu.


Shi Jin merasa berat, namun pada akhirnya dia menghela nafas, "Kalian telah mendengar sendiri apa yang dikatakan oleh Nona Muda, pergi atau kembali terserah kalian."


Setelah itu Shi Jin juga berjalan mengikuti Zhang Fei.


Sepuluh orang termasuk Zhang Fei dan Shi Jin terus berjalan maju, dan ketika dia berjarak sepuluh mil dari dua binatang raksasa di sana, mereka berhenti.


"Dua binatang tingkat bawaan. Sepertinya mereka bertarung dengan sangat serius dan telah kelelahan. Paman Shi Jin, kita berhenti disini, dan menunggu kesempatan yang tepat."


"Baik Nona Muda." Shi Jin mengangguk, dan mulai mengawasi dua binatang tingkat Bawaan disana.


Dua mil dari mereka, dua binatang spiritual tingkat bawaan yang di awal sekarang terlihat terluka di beberapa tempat.


Ledakan energi api spiritual tingkat bumi bagaimanapun sangat kuat, meskipun mereka berdua adalah binatang tingkat bawaan, api bumi masih belum dapat mereka atasi.


Jika dilihat dari fisiknya, dua binatang itu tampak seperti di awal, tapi jika dilihat dari aura mereka, tujuh puluh persen dari kekuatan mereka telah berkurang banyak.


"Meraung."


Setelah cukup lama saling memandang, Salamander Api menyerang lebih dulu.


Tubuh sebesar gunung kecil itu berlari ke depan, dan ketika sampai jarak tertentu, dia melompat ke langit. Mulutnya terbuka, dia berniat menggigit burung Gagak Berkaki Tiga di sana.

__ADS_1


Ketika Salamander Api itu datang ke arahnya, Gagak Berkaki Tiga juga tidak tinggal diam.


Pertama, dia mengeluarkan suara teriakkan yang memekakkan telinga, lalu terbang ke depan, dan satu kakinya dengan cakar tajam mengarah ke kepala Salamander di depannya.


"Bang"


Suara benturan keras terdengar di udara, menciptakan gelombang kejut ke segala arah, dan membuat beberapa arang dari pohon besar yang telah terbakar menyebar.


Sementara di udara, Gagak Berkaki Tiga sepertinya kalah dalam beradu kekuatan dengan Salamander Api. Dia itu terlempar ke belakang, dan menabrak sebuah gunung di belakangnya


"Boom.."


"Boom.."


Suara tabrakan keras dua hal sebesar gunung terdengar, bumi bergetar, dan kicauan kesakitan dari Gagak Emas Berkaki Tiga mengikuti tak lama kemudian.


"Meraung"


Salamander Api tidak diam setelah melemparkan tubuh lawannya, tubuhnya di udara melayang maju kedepan, menghampiri Gagak Berkaki Tiga yang masih tertimbun tanah untuk melancarkan serangan lagi.


Namu, sebelum dia mendekat, suara kicauan keras dari Gagak Berkaki Tiga terdengar. Lalu dengan suara "ledakan" Gagak Berkaki Tiga terbang ke langit lagi.


Melihat Salamander Api mendatanginya, dia membuka paruhnya, dan sebuah bola api berwarna kuning raksa muncul dan terbang menuju arah Salamander Api.


Api raksasa dan tubuh Salamander Api bertabrakan di udara. Lalu dengan suara keras lain, tubuh Salamander Api terlempar ke belakang.


Berbeda dengan Gagak Berkaki Tiga yang terlempar jauh, Salamander Api itu hanya sedikit terlempar ke belakang tidak jauh. Dia juga tidak mengalami luka serius, dia hanya menggelengkan kepalanya sejenak, dan kemudian bergegas ke depan lagi.


Sama seperti sebelumnya, Gagak Berkaki Tiga terus melancarkan serangan api raksasa ke arah Salamander Api, dan hasilnya tetap sama.


Api dari Gagak Emas Berkaki Tiga adalah serangan utamanya, sedangkan kekuatan tubuh Salamander Api jauh lebih kuat daripada gagas emas, bahkan setelah berkali-kali dia menerima serangan api raksasa dari Gagak Berkaki Tiga, dia tidak merasa jerah dan masih terus maju.


Sampai lima kali mereka melakukan serangan yang sia-sia, dua binatang itu berhenti di udara, dan saling menatap satu sama lain.


Serangan mereka telah memberikan kerusakan yang besar di sekitarnya, dan di antara lobang dalam dari serangan mereka, satu lobang terlihat terbakar dengan warna kuning cerah di dalamnya.


"Api spiritual tingkat bumi." Lin Tian, yang melihat lobang dari dalam Pagoda Bintang bersemangat.

__ADS_1


__ADS_2