
Hari apa ini? Kenapa hal-hal aneh dan yang tidak saya ketahui, satu demi satu muncul bersamaan?
Memang, kejadian yang dialami Lin Tian saat ini, sebagai Raja Abadi di masa lalu, Lin Tian benar-benar tidak mengerti sama sekali dan tidak bisa menjelaskan.
Pertama, eksistensi wanita mengerikan yang berada di dalam Dantian Lin Lin. Wanita itu telah menghancurkan pengetahuan Lin Tian tentang kekuatan yang sesungguhnya.
Kedua, kabut asap putih yang bukan mahkluk hidup ataupun roh, entah muncul dari mana dan dapat menatap Lin Lin seperti seorang manusia. Juga yang paling membuat Lin Tian tidak mengerti adalah, dia masih dapat bicara.
Meskipun Lin Tian tidak mengerti apa, kabut asap di sebelah Lin Lin sepertinya tidak berbahaya seperti wanita itu. Dia hanya kabut, tanpa bentuk, dan tanpa aura. Dia hanya seperti kabut biasa lainnya.
Setelah terdiam beberapa waktu, Lin Tian melangkah maju dan mencoba melihat keadaan Lin Lin.
Melihat kabut putih yang tidak teratur, tapi seukuran manusia dewasa di depannya, Lin Tian tidak banyak berpikir, dia terus berjalan maju melaluinya dan menembusnya.
Secara tak terduga,, saat Lin Tian menembus kabut asap itu, tidak ada hal aneh lagi yang terjadi, dia hanya melewatinya begitu saja. Seperti menembus kabut biasa.
"Hei.. Apakah kamu tidak memiliki etika di wajahmu? Dan hanya begitu saja melewati orang tua?"
Berdiri di depan asap putih itu dan berdiri di samping tempat tidur Lin Lin, Lin Tian mendengar sebuah suara yang bukan dari wanita dan pria terdengar dari belakang punggungnya.
Lin Tian tidak peduli. Pandangan Lin Tian hanya fokus pada tubuh Lin Lin yang tertidur di tempat tidur, melihatnya dengan penampilan lega dan bingung.
Melalui indera spiritualnya, Lin Tian melihat Dantian Lin Lin masih ada di sana dan tidak meledak seperti yang dia dengar terakhir kali. Dantian Lin Lin juga tidak berwarna merah darah lagi, Dantian Lin Lin sekarang berwarna biru seperti kebanyakan lainnya dan tidak ada sedikitpun aura di dalamnya.
Bagaimana warnanya bisa berubah? Dan, dimana aura merah darah yang sebanyak lautan tadi menghilang?
"Hei... Apakah ini sikapmu pada orang tua?"
Ketika Lin Tian merasa bingung, suara itu datang lagi dari belakang punggungnya.
__ADS_1
Suara itu membuat Lin Tian segera menarik pikirannya.
Mau tak mau Lin Tian berbalik dan melihat kabut asap yang berada tepat di depan matanya. Melihat kabut di depan matanya, Lin Tian memiringkan kepalanya, dan merasa bingung lagi.
Meskipun dia tidak dapat di katakan sebagai makhluk hidup, Lin Tian selalu merasa bahwa, kabut di depannya sedang menatapnya dengan membuat tampilan wajah yang tidak puas dan bertanya dengan marah.
Apakah kabut asap biasa bisa melakukan itu? Bahkan dia masih bisa berbicara? Juga, bagaimana dia tampak seperti orang tua yang teraniaya?
"Jangan bilang, karena ledakan yang di sebabkan oleh gadis kecil itu tadi, kepalamu membentur sesuatu dengan sangat keras dan membuatmu menjadi bodoh."
Melihat Lin Tian melihatnya dengan tampilan bingung, kabut asap putih itu berkata lagi.
Wanita yang mengerikan tadi, apakah dia hanya seorang gadis kecil? Jika dia hanya gadis kecil, bukankah aku hanya seekor semut?
Masih dengan wajah bingung, Lin Tian tidak berkata, tapi dia bertanya-tanya di dalam hatinya.
Sepertinya kabut asap itu bisa mendengar apa yang Lin Tian katakan di dalam hatinya.
Mendengar kata-katanya, Lin Tian terkejut, mengerutkan keningnya dan berkata lagi di dalam hatinya: Apakah dia tahu apa yang aku katakan?
"Apakah kamu bodoh dan bisu? Berhenti berkata dalam hati dan bicaralah dengan mulutmu." Kabut asap itu segera menjawab dan berkata dengan nada memerintah.
Mendengar kata-kata kabut asap itu, Lin Tian akhirnya mengerti dan tersenyum.
"Siapa kamu?" Kata Lin Tian pertama kali.
"Siapa aku? Aku berada di dalam Pagoda Bintang, menurutmu, siapa aku?" Kabut asap itu tidak menjawab, tapi bertanya kepada Lin Tian dengan tampilan seperti melihat orang bodoh.
"Kamu, apakah kamu Roh Artefak Pagoda Bintang?" Lin Tian berpikir sejenak dan menjawab.
__ADS_1
"Roh Artefak? Bah... Jangan samakan orang tua ini dengan mahkluk rendahan seperti mereka." Mendengar jawaban Lin Tian, asap putih itu segera berkata dengan mencibir dan tampilan wajah menghina.
Bukan Roh Artefak.
Lin Tian mengerutkan kening dan berpikir.
Roh Artefak adalah roh yang terbentuk dari senjata Artefak. Sama halnya dengan eliksir yang terlahir karena aura langit dan bumi, senjata ajaib juga bisa terbentuk dengan sendirinya karena aura surga dan bumi. Senjata ajaib yang terbentuk karena aura langit dan bumi ini di sebut sebagai Artefak. Artefak memiliki tiga tingkatan, Artefak Suci, Bumi dan yang terakhir adalah artefak Langit. Untuk artefak sendiri, meskipun dia terbentuk karena kehendak Surga, hanya Artefak tingkat langit yang dapat memiliki roh di dalamnya.
Artefak sangat langkah dan susah untuk di cari. Bahkan sebagai Raja Abadi di masa lalu, Lin Tian tidak pernah melihatnya, apalagi memilikinya. Tapi mahkluk misterius di depannya bukan Roh Artefak.
"Jadi, apakah kamu Roh Senjata spiritual?" Lin Tian tidak mengerti dan bertanya lagi.
Tapi setelah dia bertanya, Lin Tian segera menyesalinya.
"Apakah kamu benar-benar bodoh. Roh senjata spiritual hanya terbentuk untuk senjata yang telah di gunakan oleh penggunanya selama bertahun-tahun dan telah mencapai keadaan tertinggi. Roh senjata spiritual sendiri tidak berbentuk dan tidak bisa menolak kehendak Tuannya, apalagi mereka juga tidak bisa berbicara dengan mengeluarkan suara. Lin Tian, sebagai mantan Raja Abadi, pengetahuanmu sungguh sangat menyedihkan." Asap putih itu berkata panjang lebar dan berkata kepada Lin Tian dengan menghina.
Sebenarnya Lin Tian juga mengetahuinya semua itu, tapi mungkin karena kejadian hari ini, membuat pikiran Lin Tian bingung dan berkata dengan bodoh secara tak sadar.
Mendengar asap putih itu menyebutkan namanya, Lin Tian sedikit terkejut, dan ingin segera bertanya, tapi akhirnya dia tidak bertanya.
Ketika mendapatkan gulungan Tiantang adalah sepuluh ribu tahun lalu, tidak aneh jika dia mengetahui tentang namanya dan kehidupan pertamanya. Jadi Lin Tian menghentikan pertanyaan yang sudah dia ketahui jawabannya.
"Bisakah kamu memberitahukan siapa dirimu sendiri?" Kali ini Lin Tian tidak bertanya langsung pada intinya.
"Ya, sebagai seorang mantan Raja Abadi kecil, tentu kamu tidak akan bisa mengetahui keadaan tubuhku saat ini. Bahkan jika aku menjelaskannya, kamu juga tidak akan mengerti. Jadi, sebut saja aku sebagai Zhi Wu." Katanya acuh tak acuh.
Mendengar kata-kata Raja Abadi kecil, Lin Tian mengerutkan kening dan merasa tidak nyaman.
"Lin Tian, meskipun kamu sebagai Raja Abadi, di hormati di alam Abadi dan menjadi kekuatan tertinggi di sana, untuk orang-orang seperti gadis kecil barusan, kamu tidak lebih dari seekor semut dan mereka dapat menghancurkanmu hanya dengan embusan nafas. Dunia ini begitu besar, ada langit di atas langit. Ada banyak orang yang lebih kuat daripada dirimu di masa lalu. Meskipun kamu tidak bisa di katakan sebagai seekor katak di dalam sumur, kamu hanyalah seekor katak di dalam kolam kecil dan tidak tahu seberapa besar lautan itu." Melihat Lin Tian yang tidak senang, Zhi Wu berkata demi kata dengan kejam dan tidak peduli dengan penampilan jelek Lin Tian.
__ADS_1