Against Heaven'S Destiny

Against Heaven'S Destiny
Kultus Darah


__ADS_3

Jin Yang yang telah melihat perubahan orang-orang ini, dia juga bergerak dan berdiri di samping Lin Tian.


"Saudara Lin, karena kita di pihak yang sama, aku memutuskan untuk melakukannya juga." Setelah tiba di samping Lin Tian, tanpa melihat Lin Tian, dan hanya melihat orang-orang di sekelilingnya, Jin Yang berkata kepada Lin Tian.


Lin Tian di sampingnya tidak berkata dan mengangguk.


Dia masih tidak tahu apa tujuannya, tapi karena dia berada di pihaknya, membantu menyelesaikan udang kecil ini adalah salah satu tugasnya.


"Saudara Lin, karena perintah Tetua Wang untuk membunuhmu, jangan salahkan kami jika kami tidak sopan dan membunuhmu." Salah satu dari orang-orang yang mengelilinginya dan memiliki kultivasi pelatihan qi ketujuh, berkata kepada Lin Tian dengan nada tidak bersalah, dan tersenyum tidak bersalah di mulutnya.


Melihat orang yang berkata kepadanya dan mendengar arti dari kata-katanya, Lin Tian tersenyum mencibir.


Apakah mereka berpikir mereka semua tidak bersalah? Dan melakukannya karena terpaksa? Sebagai orang yang telah mengalami dua kehidupan, apakah Lin Tian tidak akan tahu apa yang ada dalam pikiran mereka?


Mereka berdalih bahwa apa yang mereka lakukan adalah karena terpaksa. Tapi nyatanya, semua yang mereka lakukan saat ini adalah karena keserakahan di hati nurani mereka. Keserakahan akan menjadi murid Inti Longhunzong dan keserakahan akan iming-iming janji Tetua Wang yang telah menggelapkan pikiran manusiawi mereka.


Awalnya Lin Tian masih berpikir untuk memberikan pilihan kepada mereka dan tidak berencana membunuh mereka semua. Tapi karena mereka memintanya, Lin Tian juga tidak akan ragu.


Mengambil pedang hitamnya yang menancap di tanah, Lin Tian tersenyum dan dengan acuh tak acuh melihat orang yang berkata kepadanya.


"Sebelumnya aku pernah memberikan kalian semua kesempatan, tapi karena kalian semua begitu bodoh. Jadi jangan salahkan aku jika aku mengirim kalian semua ke alam bawah." Dengan acuh tak acuh, Lin Tian berkata kepada semua orang yang mengelilinginya dan berkata sambil tersenyum tenang.


Senyum Lin Tian terlihat tenang dan damai. Tapi saat orang-orang ini melihatnya, tidak tahu kenapa, jantung mereka berdetak dengan kencang dan hawa dingin terasa di punggung mereka.


Namun semuanya telah terlambat, dan setelah Lin Tian berkata, dia telah bergerak dari tempatnya berdiri dan bergegas ke arah mereka semua.


Di ikuti oleh Jin Yang di belakangnya. Saat Lin Tian bergerak ke arah mereka. Lin Tian seperti serigala yang bergegas ke kawanan domba. Dengan pedang di tangan, Lin Tian bergerak dengan cepat dan memanen kepala mereka satu persatu.


Gerakan Lin Tian sangat cepat dan tidak ada yang bisa melihatnya.

__ADS_1


Hanya Tetua Wang yang memiliki kultivasi bawaan akhir yang dapat melihatnya. Dalam pandangan Tetua Wang, Lin Tian bergerak di antara kerumunan, menebaskan pedangnya ke arah leher orang di depannya, dan tak lama kemudian, kepala mereka mulai jatuh dari lehernya.


Seluruh proses ini, wajah Lin Tian selalu tenang, dan damai. Tampaknya dia sedang memotong sayuran, dan bukan sedang memotong kehidupan orang yang hidup.


Bahkan jika Tetua Wang telah mengalami banyak pertempuran yang mengguncang langit, pemandangan di depannya adalah pemandangan yang benar-benar baru.


Apa yang di lakukan oleh Lin Tian bukan lagi pertarungan, tapi sebuah pembataian sepihak.


Satu orang memanen kehidupan manusia.


Hanya dalam beberapa nafas, puluhan orang yang sebelumnya berdiri dengan ganas dan masih memikirkan keuntungan setelah membunuh Lin Tian, semuanya telah tergeletak di tanah.


Dengan beberapa kepala yang terlepas dari lehernya, dan beberapa anggota tubuh yang terlepas dari tempatnya. Meninggalkan darah merah seperti sungai yang mengalir di tanah, dan darah merah yang mulai mengalir ke kolam darah di tengah-tengah ruangan.


Adegan ini sangat berdarah, tanah yang awalnya berwarna hitam menjadi merah, dan anggota tubuh manusia seperti tidak berguna tergeletak di mana-mana.


Jin Yang yang berdiri di belakang Lin Tian, melihat Lin Tian yang berdiri dengan tenang tanpa emosi di tengah-tengah tubuh yang telah menjadi potongan-potongan kecil, Jin Yang segera merasa mual, dan tidak bisa menahan diri untuk tidak muntah.


Bahkan jika dia telah melihat kejamnya dunia pembudidaya, pemandangan Lin Tian membunuh mereka tanpa emosi dan tampilan tubuh-tubuh yang tercerai-berai di bawahnya, Jin Yang merasa bahwa ini adalah neraka dengan lautan darah.


Lin Tian yang berdiri tenang di tengah-tengah lautan darah, dan dengan darah segar yang masih menetes dari pedang di tangannya, tidak ada perubahan emosi apapun di wajahnya. Wajahnya tetap tenang dan acuh tak acuh seperti biasa. Membunuh puluhan orang tampaknya hanya seperti membunuh binatang yang tak berguna.


Menurut Lin Tian, memang begitu adanya. Orang-orang ini, di matanya tidak lebih dari sekedar binatang, lebih tepatnya adalah semut.


Kematian dan kehidupan semut tidak berguna di matanya.


Dia benar-benar tidak peduli dengan kehidupan semut. Tapi jika semut berani menggigitnya, dia juga tidak akan ragu untuk melenyapkannya.


"Pergi!" Mendengar muntahan Jin Yang di belakangnya, dengan dingin Lin Tian berkata kepadanya.

__ADS_1


Pemandangan pembataian dan berdarah seperti ini bukanlah hal asing di dunia Kultivator. Cepat atau lambat, jika terus berjalan di jalan ini, semuanya akan mengerti mengapa hal ini harus di lakukan.


Untuk orang seperti Jin Yang sendiri, mungkin masih belum saatnya untuk melihatnya dan mengerti. Dan karena dia tidak tahan dengan adegan ini, lebih baik menyuruhnya pergi daripada menyusahkan dirinya sendiri.


Jin Yang yang muntah di belakangnya dan mendengar perintah Lin Tian, dia ragu-ragu sejenak dan ingin mengatakan sesuatu. Tapi akhirnya dia mengangguk dan berjalan ke arah keluar.


"Sekarang, setelah semua yang menghalangi telah menghilang, apakah kamu akan terus berpura-pura." Setelah hanya tinggal Lin Tian dan Tetua Wang yang tersisa, Lin Tian dengan dingin berkata kepadanya.


Tetua Wang, yang berdiri di sana dan masih berpura-pura terkejut segera tersenyum ketika mendengar kata-kata Lin Tian.


Saat dia tersenyum, wajah yang menyerupai Tetua Wang juga berubah. Wajahnya menjadi lebih Tua, berwarna lebih gelap dan keriputan terlihat di mana-mana. Matanya juga berubah menjadi merah darah, dan giginya menjadi runcing dan tersenyum seram kepada Lin Tian.


Wajahnya saat ini menyerupai iblis, tapi dia tidak memiliki tanduk di atas kepalanya.


Kultus Darah!


Melihat perubahan wajahnya, Lin Tian tiba-tiba mengingat tentang organisasi kultus Darah dari masa lalu.


Kultus Darah adalah organisasi yang di dirikan oleh manusia biasa. Tapi organisasi ini memiliki kedekatan dengan iblis. Atau lebih tepatnya adalah bawahan iblis yang mendirikan sebuah sekolah. Mereka bukan Iblis sungguhan, tapi manusia pada umumnya. Manusia yang berlatih Metode latihan iblis dan menjadi setengah manusia dan setengah iblis.


Latihan mereka cukup menjijikkan. Untuk latihan tingkat pertama, mereka harus mencari seorang wanita perawan dan menyerap energi yin darinya. Dan untuk terus meningkatkan kultivasinya, mereka harus mengambil darah dari manusia lainnya, entah manusia biasa atau seorang praktisi.


Dalam sebuah keadaan, untuk menerobos ke tingkatan yang lebih tinggi, mereka mengumpulkan banyak wanita perawan entah manusia biasa atau pembudidaya dan mengambil semua esensinya. Dan untuk seorang praktisi wanita, akan lebih baik jika dia memiliki kekuatan yang lebih tinggi.


Entah di manapun, Organisasi Kultus Darah selalu menjadi penyakit dan meresahkan para pembudidaya. Dimanpun mereka berada, entah kekuatan besar atau kecil akan memburunya dan menghancurkannya.


Dan sekarang, Lin Tian tidak menyangkah bahwa dia menemukan Organisasi ini di sini.


Setelah berpikir dalam kepalanya, dia tiba-tiba mengingat alasan utama mengapa Sekte Longhunzong memanggil Lian Xiuying ke tempat ini.

__ADS_1


__ADS_2