Against Heaven'S Destiny

Against Heaven'S Destiny
Xiao Hei


__ADS_3

"Tuan, aku hanya... hanya--"


"Huh!"


Lin Tian mendengus dingin menghentikan ular itu untuk terus berbicara, lalu memegang kepala dan ekornya menggunakan kedua tangan, menariknya, dan suara seperti pakaian robek terdengar.


"Saudara Lin, tolong jangan siksa Xiao Ke, dia bisa patah." Lin Lin, yang melihat Lin Tian menariknya ibarat sebuah tali merasa kasihan, dan buru-buru berkata.


Lin Tian mendengar permohonan Lin Lin, tapi dia tidak menghentikannya, dan semakin kuat menarik tubuh ular kecil itu.


Pada awalnya, Lin Tian hanya ingin memberi sedikit pelajaran, tapi ternyata ular lebih kuat daripada tali apapun.


Jadi, untuk melepaskan kekesalannya, Lin Tian menariknya lebih kuat, dan menyebabkan suara seperti baju robek terdengar dari tubuhnya.


Ular kecil, yang hanya memiliki panjang dua puluh sentimeter, di tarik oleh Lin Tian seperti ini, bola matanya tampak melotot, dan tubuhnya sedikit memanjang.


Melihat Xiao Ke yang tampaknya semakin teraniaya, dan kapan saja bisa terbelah menjadi dua, Lin Lin semakin khawatir, dan berkata lagi kepada Lin Tian, "Saudara Lin! Kasihan Xiao Ke, dia bisa mati menjadi dua bagian."


Mendengar permohonan Lin Lin untuk yang kedua kalinya, Lin Tian akhirnya berhenti. Bukan karena takut ular ini akan mati, tapi Lin Tian tidak tahan saat melihat Lin Lin yang tampak akan menangis.


Tapi Lin Tian tidak melepaskan atau memberikannya kepada Lin Lin. Dia hanya melepaskan satu tangannya dari kepala ular, dan tetap memegang ekornya.


Itu tampaknya telah membuat Lin Lin dan sang ular sedikit lega.


Namun, itu hanya sebentar.


Karena, dalam pandangan ular, dia merasa tubuhnya bergerak lagi, dan seluruh pandangan dunianya berputar.


Lin Tian memutar ular itu di udara.


Namun begitu, kali ini Lin Lin tidak lagi mencoba untuk membela ular itu, dan membiarkannya begitu saja. Setidaknya, ini lebih baik daripada di tarik.


Hanya saja, ular itu tidak merasa lebih baik. Karena dalam satu nafas, kepalanya berputar ratusan kali dalam sekejap. Hingga pandangan kabur, dan tidak busi melihat apa-apa selain suara angin bising di telinganya.


Tapi Lin Tian dan Lin Lin tidak lagi memperdulikannya.

__ADS_1


"Lin Lin, ular ini, apakah kamu menemukannya dari sebuah telur."


Lin Lin mengangguk, dan menjawab, "Beberapa waktu lalu, saat Lin Lin sedang berlatih, aku merasakan ada sesuatu yang mengganjal di dadaku, dan saat aku mengambilnya, itu adalah sebuah telur."


"Waktu itu, dia masih berbentuk telur dan tidak bisa melakukan apapun. Dan tak lama setelahnya, telur itu tiba-tiba pecah dan ada ular di dalamnya."


"Ketika baru keluar, dia terlihat lemah dan tidak berdaya. Jadi Lin Lin memasukkannya kembali ke dadaku."


"Kemudian, dia kembali bergerak, dan tinggal disana. Karena Lin Lin rasa dia lucu, dan kecil, Lin Lin memberinya nama Xiao Ke. Lin Lin tidak tahu, bahwa ternyata ular itu bisa berbicara, dan sedikit cabul."


Selesai berbicara, Lin Lin melihat ke arah Ling Yanyue yang telah ada di sebelah Lin Tian, dan memberinya pandangan minta maaf.


Ling Yanyue hanya tersenyum lembut dan tidak menyalahkan Lin Lin sama sekali.


Lalu melihat ke arah ular yang masih berputar di udara, Ling Yanyue berkata kepada Lin Tian, "Aku melihat, sepertinya kalian berdua saling mengenal? Apa jangan-jangan kalian memiliki hobi yang sama? Suka melakukan hal-hal cabul?"


Wajah Lin Tian berkedut saat mendengar pertanyaan Ling Yanyue.


Meskipun dirinya suka memainkan tubuh Ling Yanyue, itu adalah karena dia yang memancingnya. Itu berbeda dengan ular kecil, yang jelas-jelas cabul. Belum puas bersembunyi di dada Ling Yanyue, dia ternyata lebih dulu bersembunyi, dan menggunakan dada Lin Lin sebagai tempat tinggal.


Tapi Lin Tian tidak menjelaskan apapun pada Ling Yanyue, dan berkata, "Beberapa waktu lalu, aku mendapatkan telur ini dari tempat rahasia. Menurutku telur ini sedikit berbeda karena ada di tempat rahasia, dan membawanya ke dalam Pagoda Bintang."


"Memanfaatkan kelengahan ku, dia mengambil bulu Phoenix, bola Naga dan menyerapnya."


"Belum sampai disitu, dia bahkan mencuri satu miliar batu spiritual, dan dua binatang tingkat bawaan. Lalu dengan licik menghindari kejaranku, dan bersembunyi di dadamu." Bercerita sampai disini, terlihat wajah Lin Tian masih kesal.


"Daripada di sebut kecil imut, dia lebih pantas di sebut cabul kecil."


"Hahaha.." Ling Yanyue, yang mendengar cerita Lin Tian tertawa senang dengan nasib Lin Tian.


"Ternyata, meski kamu terlihat pintar dan kuat, kamu masih kalah licik dari seekor ular kecil."


"Hehe.." Lin Lin, yang mendengar ucapan Ling Yanyue juga tertawa kecil.


Lin Tian sendiri juga tidak berdaya, tapi dia tidak terlalu memikirkannya, dan melanjutkan, "Ular cabul ini, menurutku bukan ular sembarangan."

__ADS_1


Ling Yanyue dan Lin Lin berhenti menertawakan Lin Tian dan menoleh ke arah Lin Tian dengan penasaran oleh apa yang dia katakan.


"Setahuku, hanya binatang tingkat Suci yang bisa berbicara saat baru lahir. Tapi, dari apa yang aku lihat, ular ini bukanlah golongan dari binatang tingkat Suci."


"Binatang tingkat Suci, bukankah itu termasuk Naga?" Lin Lin bertanya untuk memastikannya.


"Ya," Ling Yanyue yang menjawab, "Ada banyak binatang tingkat Suci di Dunia ini. Menurut apa yang aku tahu, ada Naga, Phoenix, Kirin, Rubah Ekor sembilan, dan masih banyak lagi."


"Memang banyak binatang tingkat Suci, dan salah satu dari mereka ada yang berupa ular, itu adalah Ular Melahap Langit, tapi ular ini tidak memiliki kemiripan sama sekali dengan ular ini." Lin Tian menambahkan.


"Lalu, bagaimana dengan Naga. Bukankah ada ular yang bisa menjadi Naga. Siapa tahu ular ini bisa menjadi naga, dan menjadi bagian dari salah hewan Suci itu?" Lin Lin bertanya, dan menebak.


"Tidak," kali ini Ling Yanyue yang menjawab lagi, "Setahuku, Naga yang bisa menjadi binatang suci adalah Naga yang dilahirkan oleh Naga, bukan dari ular. Tapi ular ini lahir dengan bentuk ular, dia pasti bukan bagian dari Naga Suci."


"Kamu benar," Lin Tian juga menambahkan, "Apapun itu, setidaknya ular pasti bukan ular biasa."


"Dan yang pasti, dia tidak bisa menjadi ular imut kecil."


"Hahaha..!"


Lin Lin dan Ling Yanyue kembali tertawa dengan kata-kata Lin Tian, yang menunjukkan dia masih kesal dengan seekor ular kecil.


Tampaknya memang Lin Tian tidak terima karena ular itu bersembunyi di dada dua wanita itu.


"Nama Xiao Ke terlalu bagus untuknya, bagaimana kalau Xiao Lang?"


"Haha.." Ling Yanyue tertawa semakin keras dengan nama yang Lin Tian berikan.


Cabul kecil!


Sepertinya Lin Tian memang sangat membenci ular kecil ini, hingga dia memberikan julukan "cabul" dalam namanya.


Tapi Ling Yanyue menyutujuinya, dan menyukai nama itu.


Namun Lin Lin tidak menyukainya, dan memberikan nama Xiao Hei. Karena nama itu cocok dengan karakteristiknya yang hitam pekat, dan sedikit cabul dengan noda hitam.

__ADS_1


Lin Tian dan Ling Yanyue setuju, dan mengganti nama dari imut kecil menjadi hitam kecil.


Selama tiga manusia ini membicarakan dirinya, ular kecil itu terus berputar di udara, dan tidak memiliki kesempatan untuk menolak.


__ADS_2