
Dengan wajah terangkat, tapi tidak tersenyum, Zhao Wuji berkata, "Saudara Tian, ini adalah teknik yang bertahun-tahun aku latih. Lihat kekuatannya!"
Setelah berkata, Zhao Wuji segera bergegas kearah ular itu, dan menarik tinjunya ke belakang.
Di lihat sekilas, tidak ada yang istimewa dari tinju Zhao Wuji, itu hanya kepalan tangan biasa tanpa apapun, dan hanya ada suara berdengung di antara tangannya. Tapi, jika ada orang yang berada di dekat dengannya, dia akan segera merasakan tinju Zhao Wuji.
Niat yang kuat terkumpul di tinju Zhao Wuji, dan diikuti oleh suara siulan angin, tinju itu bergerak.
Gerakan Zhao Wuji sangat lambat, dan terlihat sangat berat untuk menggerakkan lengannya. Namun, Ular itu merasakan kengerian dari serangan Zhao Wuji, dan segera bergerak untuk menghindar.
Lin Tian, yang tahu bahwa ular itu akan menghindar segera bergerak, dan memberikan sedikit tendangan di kirinya.
Meski Lin Tian tidak memberikan banyak kekuatan, itu masih membuat kepala ular tidak stabil, dan matanya sedikit hilang.
Di sisi lain, Zhao Wuji terus bergerak, dan sebentar lagi akan menghantam kepalanya.
Tapi, ular itu masih memiliki ekor. Meskipun kepalanya masih terasa berat, dia dengan cepat menggerakkan ekornya untuk menghalangi tinju Zhao Wuji.
Dengan suara "bang" dari pukulan Zhao Wuji yang jatuh, aura sangat besar yang tersimpan yang tersimpan di tinjunya meledak. Lalu menghempaskan udara di sekitarnya, dan membuat Lin Tian sedikit terdorong menjauh.
Kemudian, ekor beserta kepala ular tidak bisa menahan pukulan Zhao Wuji, dan jatuh ke tanah.
"Boom!"
Suara ledakan keras serta getaran yang mengguncang bumi terjadi. Menyebabkan debu-debu berterbangan ke langit dan pohon-pohon di sekitarnya tumbang.
Ketika semuanya kembali tenang, dan debu perlahan menghilang, penampakan lubang besar dengan kepala dan ekor ular terlihat tertanam di tanah.
Tubuh ular besar hitam itu membentuk sebuah lingkaran, dan tidak tahu dimana keberadaan kepala serta ekornya.
Sementara Zhao Wuji sendiri, dia terlihat kelelahan, dan terengah-engah tapi masih berdiri, dan menampilkan senyum di wajahnya.
Lalu, ketika melihat ular itu tidak lagi bergerak, Zhao Wuji mulai tertawa, dan menoleh kearah Lin Tian.
"Saudara Tian, bagaimana? Bukankah pukulan tadi sangat kuat?"
Meskipun enggan mengakuinya, Lin Tian masih menganggukkan kepalanya, dan tersenyum setuju.
Mendapat persetujuan Lin Tian, Zhao Wuji tersenyum semakin lebar, dan dengan bangga berkata, "Bagaimana, apakah kamu tertarik untuk mempelajarinya?"
__ADS_1
Mendengar ini, Lin Tian berhenti di tempat, dan melihat Zhao Wuji sambil memiringkan kepalanya.
Zhao Wuji ini, tidakkah dia terlalu lengah? Baru bertemu pertama kalinya, dia langsung menawari teknik yang telah dia latih selama bertahun-tahun?
Intinya bukan itu. Intinya adalah karakternya.
Karakternya yang ramah, santai, dan bebas ini, apakah dia benar-benar Tuan Muda dari keluarga Zhao? Kakak dari Zhao Yue?
Jika diingat kembali, Zhao Yue memiliki karakter yang meledak-ledak, dan sangat sulit mempercayai seseorang. Dua saudara ini, mereka benar-benar bertolak belakang, kan?
Melihat tatapan Lin Tian yang bertanya-tanya, Zhao berbatuk pelan untuk menstabilkan emosinya, dan berkata, "Tentu saja aku tidak akan mengajarkan teknikku dengan sembarang. Jika kamu ingin belajar, kamu harus melalui ujian-ujian terlebih dahulu."
Lin Tian menggelengkan kepalanya, dan tidak menjawab.
"Ada apa? Apakah kamu tidak ingin belajar? Kamu tahu saudara, ini adalah teknik yang aku temukan sendiri, dan hanya aku satu-satunya yang menguasainya."
"Pikirkan lagi! Jika kamu dapat menguasai teknik ini, kamu bisa mengalahkan lawan yang berkali-kali lipat lebih kuat darimu."
Lin Tian masih menggelengkan kepalanya, dan berkata, "Tidak--"
"Apa? Apa kamu tidak tertarik? Ini keberuntungan... Hum...!"
"Saudara Zhao, maksudku adalah, tidak usah memikirkan hal-hal itu untuk saat ini. Karena ular itu belum mati." Lin Tian tersenyum, dan berkata kepada Zhao Wuji yang masih berdiri dengan kebingungan.
Zhao Wuji terkejut, dan segera berbalik.
"Kamu... bagaimana kamu masih hidup?" Zhao Wuji terkejut, dan secara otomatis bertanya pada ular yang kini telah mengangkat kepalanya.
"Mendesis!"
Suara mendesis serta tatapan sangat amarah, dan mulut terbuka adalah apa yang Zhao Wuji dapatkan.
"Sialan!"
Melihat ular itu sangat marah, Zhao Wuji juga terprovokasi dan segera bergegas lagi.
Kemudian mengarahkan tinjunya, dan berteriak, "Mati!"
Akan tetapi, kali ini Zhao Wuji hanya menggunakan pukulan biasa. Di tambah ular yang kini sangat marah, hanya ada suara "bang" keras, serta suara siulan angin, tubuh Zhao Wuji segera terlempar, dan jatuh tepat di sebelah Lin Tian.
__ADS_1
"Puft!"
Saat terjatuh, Zhao Wuji juga mengeluarkan seteguk darah dari mulutnya.
"Sialan!" Zhao Wuji menggeram.
Tapi, ketika dia akan mengatakan kata-kata amarah lagi, dia melihat ular besar itu telah datang, dan terlihat sangat marah. Tampaknya, ular itu bertekad untuk membunuhnya.
"Saudara Tian, aku sudah menghabiskan separuh energi Yuan di Dantian. Aku tidak bisa bertarung lagi, untuk bertahan hidup, sebaiknya kita segera melarikan diri." Berbicara seperti ini, Zhao Wuji sudah berdiri, dan bersiap-siap untuk melarikan diri.
Karena saat ini, ular ini pasti akan melakukan segalanya untuk membunuh mereka. Di antara mereka, Zhao Wuji sadar jika dirinya-lah yang memiliki kultivasi paling tinggi.
Dan karena teknik andalannya tidak berefek apapun, apa yang bisa dilakukan oleh Lin Tian?
Daripada memikirkan harta yang ada di belakangnya, nyawa mereka adalah yang paling penting.
Zhao Wuji sudah berlari, dan sebentar lagi akan keluar, tapi dia tidak merasakan keberadaan Lin Tian.
Zhao Wuji berhenti dan ketika memikirkan Lin Tian yang lemah, serta gemuk tanpa bisa melakukan apapun, hati nurani Zhao Wuji tidak bisa berdamai, dan memutuskan untuk kembali.
"Aku harus membantunya! Itu hanya seekor ular, apa yang perlu di takutkan!"
Zhao Wuji sudah bertekad untuk bertarung sampai mati dan bertanggung jawab atas segalanya.
Akan tetapi, saat kembali dan melihat Lin Tian yang bergerak, lalu memberikan satu pukulan telak, yang membuat ular itu seketika mati, mata Zhao Wuji seketika melebar.
Hewan spiritual tingkat kedelapan, Piton Batu raksasa, yang tidak bisa di bunuh oleh dirinya sendiri dengan segala cara, hanya begitu saja. Satu pukulan, dan langsung mati.
Bukan saja mati dengan keadaan hormat, tapi Piton itu mati dengan kepalanya yang hancur.
Pukulan itu.….
Ketika memikirkan pukulan Lin Tian, Zhao Wuji segera malu, dan buru-buru mendatanginya.
"Saudara Tian, sepertinya kamu sangat kuat!"
Lin Tian tersenyum, tidak berkomentar, dan berkata, "Seperti perjanjian di awal. Kita akan membaginya 50:50. Jika---"
Belum sempat menyelesaikan kata-katanya, Lin Tian segera berhenti.
__ADS_1
Karena saat ini, tiba-tiba dia melihat Zhao Wuji berlutut di depannya dengan rendah hati dan berkata, "Tuan, saya sangat malu bersikap sombong di depan Master. Saya juga sangat tidak sopan, tapi saya minta tolong, agar Master bisa mengajari saya teknik barusan!"