
Boneka itu tidak berhenti setelah menerbangkan Lin Tian, dan bergegas lagi.
"Tinju dunia: Hancurkan Gunung!"
Teriakkan Lin Tian terdengar bersamaan dengan tinju dari aura yang terbang kearah boneka.
Tapi, tinju yang dapat menghancurkan ratusan boneka sebelumnya tidak memiliki dampak apapun, dan menghilang saat menyentuh tinju boneka itu.
Lalu, boneka itu tiba di tempat Lin Tian, dan suara ledakan dari tinju yang mengenai dinding gua terdengar. Saking kuatnya pukulan boneka itu, dia menyebab seluruh ruangan bergetar, dan asap yang berterbangan.
Dan saat dia menarik tangannya, boneka itu meninggalkan lubang besar di dinding. Tapi, tubuh Lin Tian tidak terlihat lagi disana.
Lin Tian berhasil menghindarinya, dan berdiri di belakang boneka itu.
"Kamu memang jauh lebih kuat daripada boneka di luar. Jika aku tidak menghindar, kamu mungkin akan menyebabkanku terluka parah." Lin Tian berkata pada boneka yang kini sudah ada di depannya lagi.
"Tapi ini juga bagus. Karena, dengan begini aku bisa mencoba teknik tinju keduaku."
"Raungan!"
Boneka itu hanya meraung dan menyerang Lin Tian lagi.
Saat melihat dia datang, Lin Tian kali ini tidak bercanda, dan mulai serius.
Lin Tian tidak lagi setengah-setengah, dan mengeluarkan semua kekuatan penuhnya.
"Bang!" Dua pukulan yang dapat menghancurkan sebuah bukit terdengar, dan menghempaskan udara di sekitarnya.
"Huh,"
Lalu, Lin Tian tampak mendengus, dan terlempar lagi ke belakang. Tapi dia tidak terbang dan menabrak dinding lagi.
Hanya saja, Lin Tian merasakan kesemutan di seluruh tangannya.
Kalah lagi!
Meskipun Lin Tian telah melepaskan pukulan penuhnya, Lin Tian masih kalah dalam beradu pukulan barusan.
"Raungan!"
Belum selesai menghela nafas, Lin Tian mendengar boneka itu meraung, dan terbang kembali ke arahnya.
Mengetahui bahwa dirinya kalah dalam beradu kekuatan, Lin Tian tidak berniat untuk melakukan kontak fisik, dan berusaha menghindar.
__ADS_1
Tapi, ternyata boneka itu tidak kalah cepat daripada gerakannya, dan hanya perlu satu kedipan mata telah tiba di depan mata Lin Tian.
Berpikir cepat, Lin Tian mengeluarkan Pedang Pembunuh Dewa dan Iblis dari ruang penyimpanan uang menahan tinju yang datang.
"Bang!"
Tapi tetap saja, kekuatan yang dibawa oleh boneka itu masih besar dan membuat Lin Tian terbang lagi.
Untungnya Lin Tian telah siap dan berhasil menstabilkan tubuhnya di udara. Sehingga dia tidak menabrak dinding langit-langit.
Melihat kebawah lagi, Lin Tian berkata, "Kamu benar-benar humanoid!"
"Raungan!"
Hanya ada raungan amarah sebagai tanggapan.
Setelah itu, melihat bahwa Lin Tian memegang sebuah pedang di tangannya, tiba-tiba pedang batu juga muncul di tangan boneka itu.
Saat melihat pedang di tangan boneka itu, Lin Tian mengerutkan kening lebih serius, dan tatapannya menjadi bermartabat.
"Cobaan ini memang lebih sulit daripada di luar!" Lin Tian bergumam, dan turun ke bawah.
Dua orang satu batu dan manusia, sama-sama memegang pedang, dan saling berhadap-hadapan beberapa waktu.
"Bang!"
....
Suara pukulan, dan ledakan selanjutnya terus terdengar di ruangan. Tapi hasilnya sama, Lin Tian yang akan terlempar dan bertahan, sementara boneka itu terus menyerang.
Sementara Lin Tian terus berjuang untuk mengalahkan boneka di depannya, di luar ada seorang gadis yang berdiri di depan formasi.
Dia adalah Zhang Liya.
Sepertinya dia memiliki suatu cara untuk mencari keberadaan Lin Tian, dan dengan cepat menemukannya lebih dulu daripada yang lainnya.
Tapi, seperti yang telah Lin Tian perkirakan, walau Zhang Liya berada di alam Para Dewa, dan mengetahui ada formasi pesona disana, dia masih akan sangat sulit untuk membuka formasi pesona tingkat kesembilan.
Berlama-lama, dan berputar beberapa waktu, Zhang Liya tampaknya masih kebingungan dan belum menemukan bagaimana cara membuka formasi pesona ini.
"Dari pergerakannya, aku yakin jika di berhenti disini, dan memasuki formasi pesona ini. Tapi, kenapa aku tidak bisa menemukan jalan masuknya?"
Selama satu jam, Zhang Liya masih berputar-putar di depan bukit itu, dan tidak tahu bagaimana mencari jalan masuknya.
__ADS_1
"Pria aneh itu, tampaknya memang bukan pria biasa." Sampai akhirnya, Zhang Liya membuat kesimpulan seperti ini.
Karena bagaimanapun, dirinya yang berada di Alam Para Dewa tidak mudah untuk mencari jalan masuknya, sedangkan dia dapat masuk dengan mudah.
Dua jam lagi, Zhang Liya masih tidak menemukannya, dan merasa sedikit bosan, dan memukul Formasi pesona.
"Booommm!"
"Sialan! Awas kau pria aneh. Jika kau jatuh ke tanganku, aku pasti akan membuatmu sengsara!"
Pukulan kemarahan dari praktisi Para Dewa bukanlah hal yang sederhana. Dalam radius sepuluh mil, siapapun dapat merasakan getarannya.
Kelompok Zhang Fang dan Duan Ming yang ada dalam radius itupun merasakannya, dan berhenti.
"Saudara Zhang, apakah kamu merasakannya?" Duan Ming, yang berada di sebelah Zhang Fang bertanya sambil melihat ke arah sumber getaran tadi.
Di sebelahnya, Zhang Fang mengangguk, dan berkata, "Dilihat dari peta, itu tampaknya adalah arah yang sedang kita tuju."
"Jika begitu, apakah telah ada seseorang di tempat itu?"
Zhang Fang tidak segera menjawab pertanyaan Duan Ming, tapi dia melihat jauh ke arah sumber getaran itu, dan mengerutkan kening berpikir.
Setelah beberapa waktu, Zhang Fang tersenyum, dan berkata, "Itu pasti saudari Liya. Dia pasti sedang mencoba untuk membukanya. Ayo cepat pergi!"
Lin Tian sendiri, yang sedang kelelahan karena bertarung dengan boneka humanoid juga merasakan gerakan di luar. Dan dari energi yang di lepaskan, Lin Tian tahu jika itu adalah Zhang Liya.
"Merepotkan jika harus bertemu dengan dirinya. Sepertinya aku harus segera menyelesaikan boneka ini segera." Lin Tian bergumam, dan mengembalikan Pedang Pembunuh Dewa dan Iblis kedalam Pagoda Bintang.
Sambil terengah-engah, dan melihat boneka Huma yang masih utuh di depan, Lin Tian menarik lengannya ke belakang, dan bergumam, "Tinju Dunia: Gaya kedua, Hancurkan Lautan."
Mengikuti suara Lin Tian, ada suara dengungan di ruangan. Lalu, dari belakang Lin Tian, kepalan tangan berwarna biru keluar dan terbang ke arah boneka humanoid.
Kepalan tangan yang besarnya sama dengan boneka humanoid itu meluncur dengan diikuti oleh dengungan di udara.
Sementara boneka itu, karena tidak memiliki energi spiritual, dia hanya menggunakan tangannya untuk menghadapi teknik Lin Tian.
Suara keras dari benturan kepalan tangan boneka dan teknik Lin Tian tidak terdengar. Teknik Lin Tian hanya seperti melewatinya begitu saja, dan menabrak di dinding di belakangnya.
Namun, ketika boneka itu tampak baik-baik saja, suara ledakan lain terdengar, dan tubuh humanoid itu tiba-tiba hancur berkeping-keping.
Bersamaan dengan itu, sebuah batu berwarna merah terang muncul dari kehancuran boneka itu, dan melayang di depan di Lin Tian.
Tanpa berpikir lebih, Lin Tian mengambilnya, dan segera berlari menuju pintu ruang lain yang telah terbuka.
__ADS_1