
"Tidak, itu hanya… lupakan saja." Melihat ekspresi wajah Lin Lin yang sedikit khawatir, Lin Tian segera menggelengkan kepala untuk menenangkannya.
"Aku akan pergi dan berkultivasi di Pagoda Bintang. Bagaimana denganmu, apakah kamu akan ikut atau tidak?" Lalu dia melambaikan tangannya, dan berkata lagi.
Mendengar jawaban Lin Tian, Lin Lin menghela nafas lega. Kemudian dia berbalik sejenak, dan berkata kepada Lin Tian: "Lin Lin akan tetap disini, Lin Lin ingin berlatih dengan Qian Shu."
"Qian Shu?"
"Ya," Lin Lin mengangguk, lalu berbalik untuk melihat Lin Tian, dan berkata lagi. "Nama Pohon Roh ini adalah Qian Shu."
"Apakah begitu. Apa kamu bisa berbicara dengannya?" Lin Tian bertanya, dan melihat ke arah Pohon Roh berwarna hijau besar di belakang Lin Lin.
Lin Lin mengangguk, dan menggelengkan kepalanya, lalu terdiam sejenak.
"Lin Lin tidak terlalu mengerti, tapi Lin Lin bisa mendengar apa yang dia katakan melalui kepalaku. Dia tadi juga berkata kepada Lin Lin, bahwa dia berterima kasih kepada saudara Lin karena membiarkannya tetap tinggal disini." Lalu dia menjawab dengan sedikit menaikkan alisnya, dan merasa sedikit tidak yakin.
Mendengar jawaban Lin Lin, dan melihat Pohon Roh di sana, Lin Tian juga tidak merasa yakin. Karena tidak ada yang pernah menyebutkan bahwa Pohon Roh dapat berkomunikasi dengan manusia.
Untuk dirinya sendiri, yang dapat berkomunikasi dengan Pohon Roh barusan, mungkin karena dirinya telah membentuk Dao Xin di hatinya. Tapi Lin Lin tidak memilikinya sama sekali.
Bagaimana dia bisa berbicara dengannya?
Hanya ketika Lin Tian mengingat kembali tentang tubuh yang dimiliki oleh Lin Lin sekarang, akhirnya dia menemukan bahwa mungkin itu semua adalah kemampuan yang di bawah oleh Tubuh Asal Dunia-nya.
"Baiklah. Jika begitu aku akan pergi ke Pagoda Bintang untuk berlatih. Mungkin akan memerlukan waktu cukup lama, dan sebaiknya Lin Lin juga berlatih juga. Setelah aku selesai berlatih, kita akan segera pergi keluar." Lin Tian mengangguk, melupakan keanehan Lin Lin, dan berkata kepadanya tentang tujuannya di masa depan.
Mengetahui tentang tujuan Lin Tian, mata Lin Lin disana sedikit bersemangat dengan kilatan cahaya.
"Apakah kita akan pergi keluar seperti Paman Nantian?"
__ADS_1
Lin Tian tidak berkata dan hanya mengangguk sebagai jawaban.
"Lalu bagaimana dengan kakek, dan apakah saudari Lian Xiuying juga akan ikut bersama kita?" Kemudian Lin Lin memikirkan sesuatu, dan bertanya lagi.
"Kita sudah keluar dari keluarga Lin. Kita bukan lagi anggota keluarga Lin, jadi kita tidak akan memperdulikan mereka lagi. Mungkin saja kita tidak akan pernah melihatnya lagi," jawab Lin Tian sambil menggelengkan kepalanya.
"Dan untuk Lian Xiuying, sepertinya dia telah pergi keluar terlebih dahulu. Mungkin kita juga tidak akan pernah bertemu dengannya lagi."
"Apa yang terjadi dengan saudari Lian Xiuying? Apakah dia dalam bahaya?" Mendengar kata-kata bahwa mereka tidak akan pernah bertemu lagi dengan Lian Xiuying, Lin Lin segera maju kedepan, dan bertanya kepada Lin Tian dengan nada khawatir.
Wajah khawatir Lin Lin sedikit maju ke arah Lin Tian, kekhawatiran yang dia tunjukkan di wajahnya membuat Lin Tian merasa aneh.
Tapi yang jelas tangannya tidak tahan untuk maju kedepan, tepat ke arah wajah Lin Lin dan dua jari di tangannya yang secara alami mencubit hidung kecil Lin Lin.
"Ah…" merasakan rasa sakit di hidungnya, Lin Lin secara tak sadar berteriak, dan kakinya mundur beberapa langkah ke belakang.
"Hehe.." Lin Tian terkekeh, dan mengangkat kedua tangannya.
"Itu karena kamu terlalu aneh. Kamu tidak pernah mengkhawatirkan keselamatan dirimu sendiri, dan hanya lebih memilih untuk mengkhawatirkan keselamatan orang lain." Kata Lin Tian sambil tersenyum di mulutnya.
"Tentu saja Lin Lin harus khawatir kepada saudari Lian. Itu karena saudari Lian Xiuying sangat baik kepada Lin Lin, dan saudara Lin. Sangat disayangkan kalau orang sebaik Lian Xiuying dalam bahaya," Lin Lin berkata dengan cemberut.
"Apa yang kamu pikirkan. Dia adalah seorang pembudidaya Yuan Qi, dia lebih kuat daripada aku. Dia pergi ke keluarganya, dan keluarganya lebih kuat daripada siapapun di kota Longshan. Bagaimana mungkin ada orang yang bisa membahayakan keselamatannya." Kata Lin Tian dengan nada datar.
Saat mendengar kata-kata Lin Tian, Lin Lin mengangguk, dan sedikit lebih baik. Tapi beberapa saat kemudian, dia sedikit mengerutkan kening dan memikirkan sesuatu.
"Kenapa dia kembali ke keluarganya secara tiba-tiba, dan masih tidak berkata apapun? Apa sesuatu sedang telah terjadi? Apa itu karena.."
Mendengar gumaman aneh Lin Lin, Lin Tian menggelengkan kepalanya, dan melangkah maju ke arahnya. Mengangkat tangannya, dan menyentuh rambut Lin Lin, Lin Tian menghentikan semua pemikiran di kepalanya.
__ADS_1
"Jangan terlalu banyak berpikir. Dia kembali ke keluarganya hanya karena ada urusan kecil. Tidak akan ada yang membahayakan dirinya. Sekarang, lebih baik Lin Lin segera berlatih agar menjadi lebih kuat, dan memiliki kemampuan untuk menemuinya."
Merasakan perasaan hangat dari tangan besar Lin Tian yang menyentuh kepalanya, Lin Lin mengangkat kepalanya. Melihat wajah tampan Lin Tian melalui matanya, dan kata-kata yang terdengar menenangkan di telinganya, dia tersenyum, dan mengangguk sedikit.
"Sekarang berlatihlah dengan cepat." Kata Lin Tian sambil menarik kembali tangannya dari kepala Lin Lin. Kemudian dia mengangguk sedikit, tersenyum kepadanya, lalu berbalik, dan berjalan ke arah Pagoda Bintang tanpa menunggu Lin Lin berkata lagi.
Memasuki ruang Pagoda Bintang, dan duduk kembali di batu yang ada disana, Lin Tian merenung.
Semua masalah yang ada di kota Longshan semuanya telah selesai. Mungkin hanya Keluarga Lin yang akan melakukan gerakan baru-baru ini. Namun karena telah keluar dari keluarga Lin, itu semua bukan lagi urusanku. Yang terpenting sekarang adalah meningkatkan kekuatan.
Banyak harta spiritual, dan batu spiritual di Pagoda Bintang, jadi sekarang sumber daya tidak terlalu dipikirkan. Karena akan pergi keluar, perlengkapan perjalanan perlu diutamakan.
Benar! Bukankah ada Rumput Bintang Biru. Bahan utama untuk Pil Lin Dan Dan?
Sambil berpikir, Rumput dengan daun berbentuk bulat, berwarna biru dan sinar cahaya biru samar dari tiap-tiap daunnya telah muncul di tangan Lin Tian.
"Zhi Wu, awan ungu di ufuk timur, sepertinya aku butuh dirimu!" Selesai memanggil Zhi Wu dengan gaya yang membuat Lin Tian hampir tidak tahan, suara "um" tak tertahankan sepertinya baru saja keluar dari mulutnya.
Lin Tian merasa tidak berdaya, karena tripod Bulan Perak sebelumnya telah di hancurkan oleh Dao Shi, mau tak mau dia harus memilih untuk meminta bantuan Zhi Wu, dan dengan enggan mengatakan sesuatu yang membuatnya mual.
"Hehehe… sepertinya kamu telah sadar dengan keagungan diriku.. hehe.. ambillah hadiah kesadaran dirimu."
"Bang…"
Bersamaan dengan Zhi Wu berbicara, dan wajah Lin Tian yang terpelintir menjadi memburuk, suara dari benturan benda keras terdengar dari depan Lin Tian.
Lin Tian benar-benar merasa tak tertahankan di hatinya. Perutnya merasa mual, tapi untungnya dia bisa menahannya, dan segera menutup mulutnya sebelum terlambat.
Seribu kata kutukan secara tiba-tiba muncul di kepala Lin Tian, tapi dia tidak lagi ingin berbicara dengannya lebih banyak lagi, dan hanya memilih untuk menutup mulutnya, serta melihat apa yang diberikan oleh Zhi Wu kepadanya.
__ADS_1