Against Heaven'S Destiny

Against Heaven'S Destiny
Perjanjian


__ADS_3

Ketika Jin Yang mendengar ini, dia tidak tahan lagi, dan segera maju.


"Kau, apa kau tahu apa yang sedang kau katakan? Dia adalah seorang Pangeran, berbicara seperti itu, apakah--"


"Jin Yang! Apakah aku menyuruhmu untuk mencela?" Kata-kata dingin Liu Changyan ini segera menghentikan Jin Yang.


Bukan hanya membuatnya berhenti, tapi juga ada ketidakpercayaan di hatinya.


Selama ini, Pangeran kedua yang terlihat lembut dan tenang tidak pernah berbicara dengannya dengan kasar, dan terlihat sangat lembut, dan penuh dengan senyuman.


Namun, dia sekarang terlihat sangat marah, dan dengan dingin membentaknya. Hanya karena dia memarahi orang lain.


Jin Yang merasa terkejut dan syok.


Akan tetapi, setelah melihat wajah Lin Tian, dan melihat tatapan matanya saat ini, tubuh Jin Yang langsung bergetar, dan tidak bisa menahan diri untuk tidak mundur beberapa langkah.


Hanya sekali tatapan, Jin Yang merasa tiba-tiba ada aura pembunuh sangat mengerikan yang datang, dan membuat hatinya ketakutan.


Tatapan itu seperti bukan tatapan manusia, tapi tatapan monster haus darah yang telah membunuh makhluk hidup lebih dari apa yang dilihat.


Hanya sekali tatapan belaka, Jin Yang merasa bahwa dia bisa mati dengan sangat mengerikan.


Melihat Jin Yang yang penuh dengan ketakutan dan keringan dingin di keningnya, Liu Changyan mendengus dingin dan memberinya pandangan bodoh.


"Sebagai seorang bawahan, kamu tidak berhak untuk mencela kata-kataku. Jika kamu masih berkata seperti itu lain kali, mungkin nyawamu tidak akan lagi tertolong."


Jin Yang sudah ketakutan dan ngeri dengan tatapan mata Lin Tian, ditambah dengan kata-kata dingin Liu Changyan, dia hanya bisa menelan ludahnya, dan tidak berani mengatakan apa-apa lagi.


Setelah Jin Yang tenang, Liu Changyan tidak lagi memperdulikannya, dan kembali melihat kearah Lin Tian.


Ketika kembali melihat Lin Tian, ekpresi Liu Changyan juga melembut, dan berkata, "Saudara, dia memang tidak tahu ketinggian langit. Dengan namaku, saya harap Anda tidak akan marah, dan melupakan semuanya."


Sikap Liu Changyan ini membuat Lin Tian semakin menyukainya. Orang pintar memang lebih berhati-hati.


Lin Tian tersenyum tipis kepada Liu Changyan, dan mengibaskan tangannya santai, menandakan dia tidak terlalu peduli dengan apa yang terjadi sebelumnya.


Melihat Lin Tian tidak terlalu memikirkannya, Liu Changyan menghela nafas lega, dan kembali tersenyum.

__ADS_1


Kemudian mengeluarkan lencana emas dengan ukuran Naga, dan namanya, Liu Changyan memberikannya kepada Lin Tian.


"Ini adalah tanda pengenalku. Jika Saudara tiba di kekaisarannya Zhuo, Suadara hanya perlu menunjukannya  dan setiap masalah akan segera selesai dengan mudah." 


Lin Tian mengangguk, tidak menolak dan dengan santai mengambilnya.


Liu Changyan kembali tersenyum, dan berkata, "Dengan ini, Suadara adalah bagian dariku. Jika ada masalah, kami akan siap membantu, dan saya harap Suadara juga akan melakukan hal yang sama."


Lin Tian setuju dan mengangguk, tapi dia tidak mengatakan apa-apa lagi, dan berbalik untuk pergi.


Tapi, sebelum itu, Lin Tian melihat gadis muda yang akan di rampas oleh Duan Ming keluar dari balik pepohonan, dan berjalan kearahnya.


Setelah tiba di depannya, dia segera menyerahkan eliksir yang berupa Ganoderma Lucidum berumur ribuan tahun kepada Lin Tian, dan tersenyum.


"Kakak, terimakasih telah menyelamatkanku. Sebagai ucapan terimakasih, saya harap Kakak akan menerima hadiah kecil ini."


Lin Tian tidak segera menerimanya, dan lebih dulu bertanya, "Bukankah kamu melindungi ini dengan nyawamu, kenapa kamu menyerahkan ini kepadaku?"


Wanita itu tersenyum, dan menjawab, "Aku memang melindunginya dengan nyawaku, tapi aku mendapatkannya lebih dari satu."


Lin Tian memberi "oh" panjang, dan masih tidak mengambilnya.


Di depannya, wanita itu tidak segera menjawab, tapi terlebih melihat Pil yang diberikan oleh Lin Tian dengan mata melebar, dan mulut terbuka.


Melihatnya seperti ini, Lin Tian segera memberikannya satu pil lagi, dan kembali bertanya, "Sudah cukup?"


"Cukup, cukup! Sangat cukup!" Wanita itu buru-buru mengangguk dengan gugup.


"Aku menemukannya di sebelah barat gunung. Disana ada sebuah lembah, yang dijaga oleh ular besar tingkat kedelapan, dan di belakangnya adalah tempat aku menemukannya."


Lin Tian mengangguk, tidak mengatakan apa-apa lagi, dan pergi menuju kearah yang telah di tunjukkan.


Sementara wanita itu, dia masih terkejut dan tidak percaya dengan apa yang ada di tangannya.


Pada awalnya, dia hanya ingin berterimakasih dan memberikan satu Ganoderma Lucidum kepada orang yang telah menyelamatkannya, tapi dia tidak mengira akan mendapatkan harta yang berharga.


Meski gadis itu tidak tahu Pil apa yang diberikan, tapi dari aura yang terkandung di dalamnya, dia yakin ini pasti bukan Pil biasa-biasa saja.

__ADS_1


Setelah kejutan itu, tiba-tiba dia mengingat sesuatu, dan melihat kearah Lin Tian pergi, "Ah! Kakak tunggu! Kamu belum menerima hadiahku."


Tapi Lin Tian telah menghilang dan hanya ada Jin Yang serta Liu Changyan, yang sejak awal merasa penasaran dengan apa yang Lin Tian berikan.


Tepat ketika wanita itu ingin mengejar Lin Tian, Liu Changyan segera maju, dan menghentikannya.


"Saudari ini, bisakah kamu menunjukkan Pil barusan."


Wanita itu tampaknya tidak mengenal identitas Liu Changyan, dan ketika mendengar ini, dia segera memberikan pandangan waspada terhadap Liu Changyan.


Merasa bahwa caranya meminta tidak terlalu rama, Liu Changyan tersenyum, dan dengan sopan berkata lagi, "Maaf sebelumnya. Aku tidak berniat mengambilnya, aku hanya ingin melihatnya sebentar."


Meskipun Liu Changyan telah meminta dengan sopan, wanita itu masih tidak memberikannya, dan menatapnya dengan ragu-ragu..


Belajar dari sebelumnya, yang teman-temannya pada mati karena mendapatkan harta berharga, wanita itu tidak lagi percaya pada orang asing.


Apalagi, Pil yang diberikan ini tampak lebih berharga daripada Ganoderma lucidum.


Jin Yang, yang ada di sebelah Liu Changyan dan melihat jika wanita itu masih ragu-ragu segera maju dan mencoba untuk menyakinkan. 


"Jangan salah faham. Kamu bisa memegang kata-kata kami. Karena bagaimanapun juga, orang yang meminta adalah Pangeran dari kekaisaran Zhuo. Kamu bisa memegang kata-katanya."


Ketika mendengar ini, wanita itu akhirnya tergerak, dan setelah merenung beberapa saat, dia memberikan Pil itu kepada Liu Changyan.


Liu Changyan tersenyum, dan dengan ramah mengambilnya.


Baru pertama kali memegang di tangannya, kerutan segera terlihat di kening Liu Changyan.


"Ini..ini...adalah..." Dan ketika memeriksanya beberapa waktu, kerutan itu semakin banyak, dan ada kejutan besar di matanya.


"Pangeran, apakah Anda menemukan sesuatu?" Jin Yang segera bertanya setelah melihat wajah Liu Changyan berubah.


Liu Changyan terlebih dahulu mengambil nafas dalam-dalam untuk menenangkan diri, dan dengan suara berat menjawab, "Pei Yuan Dan."


"Pei Yuan Dan? Pil macam apa itu?" Selain Liu Changyan, dua orang lainnya tidak tahu, dan bertanya pada saat yang bersamaan.


Kejutan masih belum menghilang dari wajah Liu Changyan, dan dengan bersemangat menjawab, "Pil Pei Yuan Dan adalah pil legendaris yang telah hilang selama ribuan tahun. Aku tidak tahu darimana dia mendapatkannya, yang jelas, aku hanya melihatnya satu kali di istana."

__ADS_1


"Saat itu, hanya Kaisar yang bisa memilikinya. Itupun terlihat lebih lama dan lebih buruk daripada ini."


"Menurut alkemis di istana. Pil ini adalah Pil terbaik dari yang terbaik untuk budidaya. Tidak bisa di beli, dan hanya bisa di temui."


__ADS_2