
"Sialan!" Zhuo Qingshan, yang melihat perubahan pada Zhang Fang mendengus dan tampak marah.
Dia mengalihkan perhatiannya kepada Mo Kai, pemuda yang tampak berusia 18 tahun, dan tampang sombong di sampingnya, Zhuo Qingshan berkata, "Hentikan anjing bodoh itu."
Mo Kai tidak segera menjawab, tapi terlebih dahulu melihat ke arah Zhuo Qingshan dengan tatapan dingin sebelum menghilang dari tempatnya.
Lalu dengan suara "ledakan" sosoknya sudah muncul di depan Zhang Fang, dan kedua matanya yang hitam dan wajahnya yang sedikit gelap menatap Zhang Fang dengan dingin..
"Apakah kau ingin mati?"
Suara yang terdengar serak dan aneh itu tiba-tiba membuat semua jenius di sana bergidik ngeri. Zhang Fang juga tiba-tiba terdiam, dan kembali tenang.
Sementara itu, Lin Lin yang berada di belakang Lin Tian tiba-tiba berjalan ke arahnya, dan memeluk lengan kanannya dengan kuat.
"Saudara Lin, dia..."
"Aku tahu." Lin Tian segera menjawab dengan anggukan, dan mengerti apa yang akan Lin Lin katakan.
Dia melihat ke arah Kai disana, dan tatapannya tampak sedikit menyipit.
"Apakah kalian mengenalnya?" Ling Yanyue tidak bisa menahan diri untuk bertanya saat melihat keduanya tampak mengenal Mo Kai.
"Aku tidak tahu," Lin Tian menjawab dengan keraguan di wajahnya, dan terus melihat ke arah Mo Kai.
"Tapi, dia masa lalu ada orang bodoh bernama Lin Kai dari Keluarga Lin yang melakukan kebodohan, dan aku membuatnya setengah cacat."
"Apakah dia Lin Kai di masa lalu?" Lian Xiuying juga tahu tentang orang yang bernama Lin Kai di masa lalu, dan tidak bisa untuk tidak bertanya dengan sedikit terkejut.
Bukan hanya Lian Xiuying, Li Yaoleng yang berasal dari Longshan juga mengetahui masa lalu Lin Tian, dan tidak bisa menahan diri untuk melihat Mo Kai disana.
"Aku tidak yakin, karena fisik dan apapun yang ada padanya sekarang telah berubah." Lin Tian menjawab masih dengan penuh keraguan, dan tatapan matanya tampak bingung.
"Tubuhnya memang berbeda dengan Lin Kai di masa lalu, tapi Lin Lin dan aku merasa kebencian, amarah, dan niat membunuh Lin Kai darinya. Ini aneh."
"Bukan hanya dia, tapi disana juga." Lin Lin menambahkan dan mengarahkan pandangannya ke arah Mo Xin berada.
Lian Xiuying, Ling Yanyue dan semuanya melihat ke arah yang Lin Lin tuju, dan semakin tidak mengerti.
"Dia adalah Master Sekte Xiehong, Mo Xin. Apakah ada yang aneh dengannya?" Lian Xiuying bertanya dengan tidak mengerti.
"Ada aura kebencian dari Paman Lin Zhong di sana." Lin Lin menjawab dengan sedikit kengerian atas masa lalunya.
"Lin Zhong, bukankah itu ayah dari Lin Kai, dan Paman kalian saat berada di Longshan?" Lian Xiuying semakin kebingungan.
__ADS_1
Dia benar-benar tidak mengerti apa yang terjadi, bagaimana mungkin dua orang yang menjadi musuh Lin Tian di masa lalu tiba-tiba ada di Zhuoshan?
Lebih membingungkannya lagi, dua orang itu masih memiliki identitas yang sangat penting, dan bukan orang sembarangan.
"Aku ingat, seperti beberapa waktu lalu Sekte Xiehong mengangkat seorang Murid utama, dan dikatakan bahwa dia tidak diketahui asal usulnya." Secara tak terduga, Li Yaoleng yang jarang berbicara tiba-tiba berkata.
Mendengar kata-kata Li Yaoleng, mata Lian Xiuying tiba-tiba bersinar, dan buru-buru berkata, "Aku juga tiba-tiba mengingat. Rumornya, dalam sepuluh tahun sekali, Sekte Xiehong akan memilih Murid dan Kepala Sekte baru. Apakah itu berarti bahwa Lin Kai dan Lin Zhong adalah orang yang mereka pilih?"
"Tidak. Jika mereka adalah orang yang sama, seharusnya tubuh dan kekuatan mereka akan tetap sama. Tapi Lin Tian berkata bahwa ciri fisik mereka berdua berbeda, dan hanya aura yang sama. Kekuatan keduanya juga sangat jauh." Ling Yanyue menggelengkan kepalanya, dan berkata dengan sedikit tersenyum.
Lin Tian mengangguk, dan tiba-tiba sedikit tersenyum, "Sekte Xiehong (Darah merah) tampaknya memiliki sesuatu yang menarik."
Lian Xiuying dan yang lainya tidak berbicara lagi, dan hanya melihat Mo Kai yang kini berjalan ke arahnya..
Dengan langkah kaki ringan, dan wajahnya yang penuh keangkuhan, Mo Kai tampak sangat sombong dan acuh tak acuh.
Kedua matanya yang hitam pekat melihat kelompok Lin Tian beberapa waktu, sebelum jatuh kepada Lin Tian.
"Tian Lin, aku akan mengingatnya. Berdoalah agar tidak bertemu denganku di putaran kedua."
Suaranya yang terdengar serak berat aneh dan tampak menjijikkan itu membuat Lin Lin semakin erat memegang lengan Lin Tian..
Gadis kecil itu tampaknya takut dengan apa yang ada di dalam tubuh Mo Kai.
Dari sini, Lin Tian tiba-tiba memikirkan sesuatu saat melihatnya berbalik untuk pergi, dan tidak bisa menahan senyum di dalam hatinya.
"Guru, apakah Anda baik-baik saja?" Zhao Wuji menghampiri Lin Tian dan bertanya saat Mo Kai telah pergi.
Lin Tian tidak menjawabnya, dan hanya melihat ke arah Li Yaoleng, berkata, "Jangan membuat masalah, aku akan menemukanmu setelah semuanya selesai."
Masalah?
Kedua alis Li Yaoleng tampak berkerut saat mendengar apa yang Lin Tian katakan.
Perlu diketahui bahwa dirinya adalah seorang wanita cantik, dan masih salah satu yang tercantik di Zhuoshan. Selain cantik, dia juga sangat berbakat.
Pengagumnya juga tidak sedikit, dan jika dia ingin, dia bisa membuat siapapun memohon untuk berjalan bersamanya. Kerumunan di belakangnya adalah bukti nyata.
Mereka semua adalah pengagumnya, dan akan rela melakukan apapun untuk bisa berjalan bersamanya.
Tapi Lin Tian?
Saat dirinya sendiri menawarkan diri untuk bersamanya, tapi dia menolaknya, dan masih mengatakan itu adalah sebuah masalah?
__ADS_1
"Hehehe..." Ling Yanyue tiba-tiba terkekeh saat melihat reaksi Li Yaoleng.
"Jangan pikirkan apa yang dia katakan, kamu tahu kamu bisa pergi bersama kita." Kata Ling Yanyue dengan maksud yang jelas.
Li Yaoleng tahu apa yang Ling Yanyue katakan, tapi dia tidak mengenalnya dan mengalihkan perhatian kepada Lin Lin.
Dari semua wanita di sisi Lin Tian, tampaknya Lin Lin adalah wanita yang membuat Li Yaoleng sedikit lebih dekat.
Meskipun tanpa berbicara, Lin Lin tahu arti dari tatapan mata Ling Yanyue, dan tiba-tiba tersenyum sambil berjalan ke arahnya.
Memegang tangan Li Yaoleng, Lin Lin berkata, "Ayo kita pergi bersama."
Terlepas dari Lin Tian menolak atau Li Yaoleng yang ragu-ragu, Lin Lin sudah menariknya dan membawanya ke arah lain bersama Ling Yanyue dan Lian Xiuying. Meninggalkan hanya Lin Tian dan Zhao Wuji sendirian.
Melihat keempatnya pergi ke arah lain, dan meninggalkan dirinya sendiri, Lin Tian sedikit terdiam, dan menggelengkan kepalanya.
Wanita memang selalu sulit di atur, bukan?
"Guru--"
Zhao Wuji yang merasa bahwa Lin Tian sedikit marah mencoba untuk berbicara lagi, tapi Lin Tian segera mengangkat tangannya, dan menghentikannya.
"Aku tidak pernah memintamu untuk keluar dan melindungi ku. Kamu pikir, apakah aku masih memerlukan perlindunganmu?"
"Ini adalah pertama dan terakhir kalinya, jika..."
"Guru, Murid sadar salah! Tapi Murid benar-benar tidak bisa menahan saat anjing itu terus menggonggong dan memuntahkan kotoran." Zhao Wuji segera menundukkan kepalanya dan berusaha meluruskannya.
Lin Tian sedikit terdiam saat mendengar apa yang Zhao Wuji katakan, dan kemudian sedikit mengangguk.
"Kamu benar, dengan Teknik baru yang aku ajarkan padamu, Zhang Fang tidak lebih baik daripada anjing. Tapi kamu harus sadar, bahwa ini adalah terakhir kalinya."
"Murid mengerti, dan tidak akan mengulanginya lagi." Zhao Wuji segera mengangguk dan berjanji.
Sebenarnya Lin Tian sedikit marah saat Zhao Wuji tiba-tiba muncul dan mendahului dirinya sebagai seorang murid.
Akan tetapi, saat melihat Teknik Tinju Amarah Naga yang dia keluarkan, Lin Tian harus sedikit menghilangkan egonya.
Ini baru tiga hari, dan Zhao Wuji sudah memahami sedikit dari teknik yang di ajarkan.
Teknik Amarah Naga ini memang lebih rendah daripada Tinju Dunia-nya, tapi itu masih cukup sulit untuk di pelajari, apalagi bagi seorang seperti Zhao Wuji.
Jadi, ketika Zhao Wuji sudah sedikit memahaminya, mau tak mau Lin Tian harus menganggukkan kepalanya diam-diam dan sedikit bangga.
__ADS_1
Setidaknya Zhao Wuji masih seorang jenius tinju.