
"Tinju Dunia: Gaya pertama, Hancurkan Gunung."
Mengikuti suara Lin Tian, Tinju raksasa berwarna keemasan dengan kobaran api di sekelilingnya muncul di langit.
Tepat ketika Teknik Tinju Lin Tian keluar, momentumnya berkali-kali lebih kuat dan tekanannya tidak bisa di bandingkan dengan Jinlong di sana.
Itu benar-benar bagaikan seekor ular kecil, yang sedang menghadapi kemarahan dewa.
Dunia seakan-akan terdiam, dan keheningan terjadi bersamaan dengan tekanan seperti dunia sendiri yang menekan siapapun yang ada.
Semua orang yang melihat Tinju raksasa di atas langit tiba-tiba merasa bahwa tubuhnya sangat berat, dan dengan kakinya yang mulai lemah, siapapun itu mulai berlutut di tanah.
Tak terkecuali Duan Yujin sendiri, yang meskipun dengan paksa menolak tekanan yang menekan seluruh tubuhnya, dia tidak memiliki kemampuan untuk menahan tekanan dunia, dan dengan wajah tidak rela perlahan-lahan berlutut di tanah.
Bahkan, Jinlong yang dia bangga-banggakan juga tidak bisa menolaknya, dan berhenti di udara.
Kemarahan dan tatapan dinginnya juga berubah menjadi ketakutan dan keputusasaan.
Daripada di sebut seekor Naga, Jinlong sekarang lebih pantas di panggil cacing, bahkan sebagai seekor ular pun tidak layak.
Kemudian, dengan keheningan dan suasana yang terdiam, ledakan terjadi.
Jinlong, yang dikatakan dapat membuat bumi bergetar langsung hancur berkeping-keping saat serangan Lin Tian jatuh ke tubuhnya.
Sosok ular raksasanya terlihat sangat rapuh bagaikan kaca yang terpecah menjadi kepingan-kepingan kecil di udara berwarna keemasan, dan tak kemudian menghilang dari dunia.
Setelah penampakan Jinlong menghilang, Tinju raksasa yang dilapisi api keemasan tetap seperti sebelumnya, dan tidak berhenti terus meluncur ke arah Duan Yujin yang sedang berlutut.
Sekarang, dengan dampak yang di timbulkan oleh Tinju di udara, dapat di pastikan bahwa Duan Yujin akan segera menjadi gumpalan daging cincang.
Hanya saja, tepat ketika jaraknya sudah dekat, sosok bayangan hitam entah darimana tiba-tiba muncul di hadapan Duan Yujin, dan dengan suara mendengus yang terdengar, ledakan besar terjadi.
"Booom!"
Tanah terguncang dan debu-debu di tanah berterbangan.
Dunia menjadi gelap, dan pemandangan di depan Lin Tian tampak seperti mengalami kehancuran.
Butuh beberapa waktu untuk semuanya menghilang, dan keadaannya kembali normal.
Tepat ketika penampakan dan tekanan di tempat itu menghilang, suara penuh amarah terdengar.
"Anjing mana yang berani membuat kekacauan di Wilayah Zhoushan-ku?!"
__ADS_1
Setelah kata itu jatuh, orang-orang yang sebelumnya berlutut dan akan berdiri tiba-tiba kembali berlutut dan menundukkan kepalanya.
"Yang Mulia Pangeran Zhou."
"Yang Mulia Pangeran Zhou."
...
Mengikuti suara yang di tujukan, Lin Tian melihat seorang pemuda sekitar dua puluhan tahunan, terlihat tampan dengan balutan jubah emas bermotif naga, serta ekpresi yang angkuh, dan tatapan mata yang acuh tak acuh, seperti melihat apapun di matanya adalah sesuatu yang sangat rendah, berdiri di depan Duan Yujin.
Selain seorang pemuda, Lin Tian juga melihat orang lain berpakaian serba hitam dan hanya menunjukkan tampang orang tua berumur tujuh puluhan tahun, serta tatapannya yang tenang dan tanpa ekpresi.
Berdiri di samping pria muda yang ada di sebelumnya, kehadirannya tampak tidak dapat di kenali, itu seperti dia tidak pernah ada di situ, meskipun sosoknya jelas-jelas berdiri di sana.
"Pemuda yang memakai jubah emas dan perawakan angkuh itu adalah Pangeran Pertama. Saudara dari Liu Changyan, Zhuo Qingshan." Ling Yanyue memperkenalkan melalui indera spiritualnya kepada Lin Tian.
Pangeran pertama? Zhuo Qingshan?
Mendengar dua identitas besar itu, Lin Tian tidak banyak merespon dan hanya mengeluarkan "oh" acuh tak acuh dari mulutnya.
Dilihat dari matanya, Lin Tian menemukan bahwa Zhuo Qingshan ini berada di Jindan akhir tahap akhir yang mengejutkan di umurnya, tapi hanya itu, tidak lebih.
Bagi Lin Tian, Jindan akhir di umur dua puluhan bukanlah hal yang besar, dan tidak perlu di pedulikan.
Identitasnya juga sama. Di hadapan Raja Abadi sepertinya, itu benar-benar tidak layak di sebutkan.
Kehadirannya di sana yang tampak seperti patung dengan kekuatan Para Dewa sedikit menarik perhatiannya..
Lin Tian tidak berpikir, bahwa selain Ling Yanyue, akan ada seseorang dengan kekuatan Para Dewa di Zhuoshan.
"Apakah kalian tidak akan berlutut?" Zhuo Qingshan, yang merasa di abaikan oleh Lin Tian dan Ling Yanyue tiba-tiba berkata dengan suara dingin.
Mendengar suara itu, Lin Tian sekali lagi melihat Zhuo Qingshan disana dari atas ke bawah secara sembrono, dan tiba-tiba menyeringai.
"Di dunia ini, tidak ada seorangpun yang berhak membuatku berlutut. Dan kamu, Jindan kecil memintaku untuk berlutut dan memujamu, apakah kamu layak?"
"Hiiiishhh..."
....
Suara nafas dingin segera terdengar sesaat setelah kata-kata Lin Tian jatuh.
Semua orang, yang mendengar suara Lin Tian tiba-tiba merasa bahwa keringat dingin mulai mengalir dari keningnya.
__ADS_1
Ini terlalu sombong!
Siapa itu Zhuo Qingshan? Itu adalah Pangeran Pertama. Orang kedua selain Kaisar yang memiliki identitas di atas segalanya.
Semua orang harus sopan dan menundukkan kepalanya saat melihatnya, tapi Lin Tian dengan terang-terangan menghinanya dan masih di depan banyak tatapan pasang mata!
Ini... apakah dia benar-benar tidak tahu ketinggian langit?
Semua orang ketakutan, takut bahwa dengan telinga mereka yang mendengar penghinaan ini terjadi, nyawa mereka semua akan menghilang.
Kemarahan seorang Pangeran benar-benar hukum di Zhuoshan..
Sebagai seorang pangeran, berdiri di atas semuanya, seseorang yang biasanya memerintahkan kepada siapapun tanpa harus mengulanginya, penghinaan Lin Tian benar-benar membuat Zhuo Qingshan terkejut sekaligus marah.
"Anak muda, apakah kamu sadar dengan siapa kamu berbicara?" Orang di sisi Zhuo Qingshan terlebih dahulu berkata kepada Lin Tian.
"Jika kamu tidak tahu, sebagai seorang senior aku akan memberitahumu, bahwa orang besar yang sedang memintamu adalah langit, yang tidak bisa kamu lihat."
"Apapun yang dikatakannya adalah perintah surga. Saat kamu melihatnya, berlutut dan menundukkan kepala adalah hukum yang telah di tetapkan oleh surga. Apakah kamu tahu itu, junior?"
"Hehehe..." Lin Tian terkekeh sesaat setelah orang tua itu berbicara.
"Orang besar yang sebanding dengan langit? Hahaha!" Lin Tian tertawa, dan nadanya benar-benar menghina.
"Apapun yang dikatakannya adalah dekrit surga? Saat aku melihatnya, aku harus berlutut dan memujanya seolah-olah dia adalah Dewa Surga?"
"Hahahaha...."
Penghinaan di antara kata-kata dan tawa Lin Tian benar-benar tidak di sembunyikan, dan siapapun yang mendengarnya pasti akan segera tahu, bahwa Lin Tian benar-benar menghina identitas Zhuo Qingshan.
Lin Tian menghina seorang Pangeran? Dia menghina seorang Pangeran yang bisa menutupi seluruh Zhuo Qingshan dengan telapak tangannya!
Dia benar-benar...
Semua orang kehabisan kata-kata saat memikirkan tindakan yang Lin Tian lakukan.
Selain dengungan, dan ketakutan yang menyelimuti seluruh tempat itu, tak ada seorangpun yang bisa memikirkan kata-kata yang pas untuk keberanian Lin Tian..
Lin Tian benar-benar berani dan tidak peduli sama sekali.
Dia tertawa cukup lama karena lelucon yang benar-benar membuatnya merasa terhina.
Setelah puas tertawa, Lin Tian mencibir dan dengan dingin berkata, "Aku sudah lupa, berapa tahun lamanya orang yang memiliki keberanian berkata seperti itu kepadaku. Yang jelas, rumput di pemakamannya telah tumbuh lebih dari beberapa meter."
__ADS_1
Saat kata-kata Lin Tian selesai, ada dengungan dan kekacauan di kepala semua orang yang mendengarnya.
Demi Dewa, ini benar-benar bencana!