Against Heaven'S Destiny

Against Heaven'S Destiny
Darah seperti banjir


__ADS_3

Sepanjang perjalanan kembali, suasana di sekitar terasa lebih sunyi. Selain suara angin, dan hawa dinginnya dari angin malam, tidak ada hal lain yang Lin Tian temui dalam perjalanan.


Cahaya perak bulan di atas langit, yang menyinari gelapnya malam, dan suara desiran angin yang masuk ke telinganya, Lin Tian tahu sesuatu telah terjadi.


Jarak antara tempat tinggalnya, dan Pavilium Suci tidak terlalui jauh, tapi kali ini, Lin Tian merasa jaraknya menjadi dua kali lipat.


Hatinya sedikit gelisah. Lin Tian tidak tahu, apakah orang-orang dari Sekte Longhunzong telah tiba, atau belum dan telah membawa Lin Lin.


Dia hanya berharap, orang-orang dari Sekte Longhunzong belum melancarkan aksinya.


Tepat ketika Lin Tian berjarak kurang dari seratus meter dari tempat tinggalnya, bau darah segar tercium karena terbawa anginya malam.


Lin Tian menghentikan langkah kakinya. Kemudian melihat ke arah depan sejenak, dan tak lama Lin Tian berjalan lagi ke arah depan dengan langkah kaki ringan.


Melalui indera spiritualnya, Lin Tian tidak melihat adanya nafas kehidupan yang terdeteksi.


Benar saja, setelah memasuki halaman depan rumahnya, hanya ada beberapa tubuh tanpa kehidupan yang tergeletak di mana-mana.


Orang-orang yang sedang tergeletak ini memiliki beberapa luka di tubuhnya. Ada orang yang kepalanya meledak, meninggalkan isi kepalanya berserakan di mana-mana, dan ada juga perut, serta dadanya yang berlubang.


Dari pakaian biru laut yang mereka gunakan, orang-orang ini sebagian berasal dari empat keluarga besar, ada juga yang berasal dari keluarga Chen dan Lin.


Tentu saja, ada juga beberapa orang yang berasal dari Sekte Longhunzong.


Namun, saat Lin Tian memeriksa mayat-mayat orang ini, dia tidak menemukan keberadaan dari tubuh Lin Lin. Dari ini bisa di pastikan, orang yang telah membunuh mereka semua adalah Lin Lin, atau ada orang yang sedang membantunya.


Tapi Lin Tian tidak memiliki waktu untuk memikirkan siapa orang itu, dan hanya berdiri dan melihat ke arah barat.


Di lihat dari bekas pertempuran, dan mayat-mayat yang tergeletak, sepertinya Lin Lin berlari ke arah barat, dan berlari menuju ke arah Pegunungan Naga.


Mengetahui arah yang di tuju Lin Lin, Lin Tian segera berlari ke arah Pegunungan Naga.

__ADS_1


Tapi kali ini dia tidak berlari secara tergesa-gesa seperti sebelumnya.


Dia tidak yakin apakah Lin Lin masih baik-baik saja, atau sedang terdesak, tapi setelah melihat mayat-mayat ini, dia memastikan bahwa Lin Lin masih bisa mengatasi untuk sementara waktu.


Selain itu semua, hal ini juga hal baik baginya, karena Lin Lin ingin menjalani hidup sebagai Kultivator, hal-hal seperti ini adalah hal yang biasa. Jika dia bisa mengatasi hal ini ketika dirinya tiba, itu adalah pengalaman hidup yang sangat berharga baginya.


Bisa dikatakan, ini adalah ujian untuk Lin Lin. Apakah dia bisa terus berjalan di jalan ini atau tidak.


Bersamaan dengan Lin Tian yang sedang berlari ke pegunungan naga, di antara pepohonan hutan besar, dan di kegelapan malam, seorang gadis kecil berusia kurang dari 16tahun sedang berdiri di tengah-tengah kerumunan.


Meskipun gadis kecil itu terlihat sedang terdesak, wajahnya tetap tenang.


Sambil memegang pedang merah kecil di tangannya, dan darah yang masih menetes dari ujungnya, dia melihat orang-orang di depannya dengan wajah tenang, dan tatapan mata yang dingin.


Sementara orang-orang di sekitarnya, dia melihat Lin Lin di depannya dengan pandangan ngeri, dan ketakutan di wajahnya.


Lebih dari lima puluh orang telah berangkat ke tempat tinggalnya, dan mencoba untuk menangkapnya. Tapi gadis ini tidak menyerah dengan mudah dan membantai beberapa orang.


Mereka berpikir bahwa gadis kecil yang terlihat polos dan tak berdaya ini mungkin adalah target yang mudah, tapi mereka tak menduga, dari awal hingga sekarang, gadis ini telah membunuh lebih dari tiga puluh orang di kelompok mereka.


Dan sekarang, ketika gadis kecil ini mengeluarkan pedangnya, pemandangan mengerikan di tampilkan di depan mereka.


Mereka tahu pedang yang di pegang gadis ini adalah pedang Siwang yang terkenal, tapi mereka tidak tahu, bahwa pedang ini masih memiliki kemampuan untuk menyerap seluruh darah dari setiap orang yang di sentuhannya.


Melihat orang-orang yang tergeletak di tanah dengan tubuh keriput, dan darah di seluruh tubuhnya yang telah mengering, rasa dingin muncul di tubuh setiap orang yang melihatnya.


"Apa yang kalian lakukan, cepat bawa gadis ini!"


Chen Fang, yang berdiri di belakang mereka, dan melihat semuanya ragu-ragu serta ketakutan, dia segera berteriak, dan memerintahkan.


Selain Chen Fang, Lin Zhong juga ada di sana. Mendengar teriakkan Chen Fang, dia juga mengangguk setuju.

__ADS_1


"Ingat, apa yang di janjikan oleh Sekte Longhunzong, jika ada yang berhasil membawa gadis ini, 1000 batu spiritual akan di berikan sebagai imbalannya."


Saat mendengar kata-kata dari mereka berdua, orang-orang yang sedang mengepung Lin Lin, yang awalnya ragu-ragu menjadi lebih yakin.


1000 batu spiritual, bagi orang-orang yang hanya di tahap pelatihan qi adalah godaan yang menggiurkan, dan itu juga bisa melupakan tentang kengerian Lin Lin.


Keserakahan membutakan pikiran mereka.


Dengan demikian, mereka segera bergegas ke arah Lin Lin. Mengangkat beberapa senjata di tangan mereka, dan salin mencoba untuk melumpuhkan Lin Lin terlebih dahulu.


Mencoba mendapatkan imbalan 1000 batu spiritual lebih dulu.


Berdiri di belakang kerumunan, dan melihat semua orang bergegas ke arah Lin Lin, Lin Zhong, yang adalah masih keluarganya, tidak ada kasian atau iba di wajahnya.


Dia hanya tersenyum, dan tersenyum dengan senyum seringai mengerikan di wajahnya.


Namun, senyuman Lin Zhong hanya bertahan sebentar.


Karena, dia melihat Lin Lin di sana mendengus, lalu sebuah aura merah meledak dari tubuhnya, menyebar, dan mengehentikan semua pergerakan orang-orang yang sedang mencoba melumpuhkannya.


Saat semua orang berhenti bergerak, Lin Lin tidak tinggal diam. Dia memegang pedang merah di tangan, menggerakkannya secara vertikal, dari depan dan ke samping.


Saat mata pedang Lin Lin mengenai tubuh mereka, luka dari bekas pedangnya segera mengeluarkan darah.


Bukan hanya sedikit darah yang keluar, namun darah keluar sangat deras, seperti sebuah air terjun. Keluar dari dalam tubuhnya, dan menguras semua darah di setiap meridianya.


Membuat wajah orang-orang itu memutih karena pucat, dan tubuhnya yang mulai mengering dengan cepat.


"Klik."


"klik.."

__ADS_1


Bahkan ketika tubuh mereka jatuh ke tanah, tidak ada suara daging yang terdengar, yang ada hanya suara keras dari tulang di seluruh tubuh yang jatuh, dan mengenai tanah di bawahnya.


"Iblis, kamu pasti iblis.." Lin Zhong berhenti tertawa, dan segera di gantikan dengan teriakan ketakutan, dan syok.


__ADS_2