Against Heaven'S Destiny

Against Heaven'S Destiny
Pilihan Li Yaoleng


__ADS_3

Setelah berbicara, Lin Tian serta burung Phoenix itu turun, dan jatuh kembali ke tempat Li Yaoleng berada.


Li Yaoleng, yang berdiri di sana, sejak awal sampai akhir, yang selalu terpesona dengan pemandangan di atasnya, hanya tersadar kembali ketika melihat burung serta manusia telah turun, dan berdiri di depannya.


Melihat Lin Tian yang turun, dan sedang berjalan ke arahnya dengan tenang, kata kuat, gagah, dan kata-kata khusus lainnya muncul di hati Li Yaoleng.


Melihat wajahnya yang tenang, meskipun tidak terlalu tampan, tapi dengan auranya, lelaki yang datang dan menghentikan keputusannya, tidak di ragukan lagi, bahwa pria ini telah tercetak di ingatan Li Yaoleng.


"Kamu tahu, burung apa itu?" setelah berjalan ke depan Li Yaoleng, Lin Tian bertanya kepada Li Yaoleng sambil menunjukkan burung berwarna biru di belakangnya.


Pertanyaan Lin Tian membangunkan Li Yaoleng yang sedang berdiri dengan linglung.


Setelah tersadar, kemudian Li Yaoleng mengalihkan pandangannya, dan sekali lagi mencoba untuk melihat burung di depannya dengan lebih teliti.


Burung itu sekarang telah kembali ke penampilan aslinya, yang sebesar sapi dan berdiri diam di sana. Selain helai rambut di atas kepalanya yang telah berkurang satu, dia tetap sama, burung berwarna biru dan berpenampilan seperti ayam.


"Phoenix..."


Melihat burung besar berwarna biru di depannya, Li Yaoleng tiba-tiba mengingat sesuatu dari buku yang pernah dia baca sebelumnya, dan bergumam pelan.


"Ya, dia adalah Phoenix. Lebih tepatnya Phoenix es salah satu ras Phoenix. Binatang tingkat Suci yang keberadaannya setara dengan Naga. Dia bukan Phoenix sungguhan, dia sekarang hanya sebatas kesadaran jiwa, dan sedang berada dalam tubuhmu," Lin Tian di sebelahnya mengangguk dan menjelaskan.


"Di dalam tubuhku?" Mendengar kata-kata Lin Tian, Li Yaoleng sedikit bingung, dan bertanya secara tak sadar.


"Benar, dia sekarang ada di dalam tubuhmu. Semua yang terjadi dengan tubuhmu selama enam belas tahun ini, semuanya adalah karenanya. Aura dingin di dalam tubuhmu, itu terjadi karena dia mencoba menyatukan jiwanya dengan jiwamu. Tetapi karena tidak ada yang mengetahuinya, orang-orang di sekitarmu mencoba menahan aura dingin dengan menggunakan Rumput Matahari. Dan sekarang, dia sekali lagi mencoba menyatukan kembali jiwanya." Dengan panjang lebar, Lin Tian menjelaskan kepada Li Yaoleng dengan pelan.


Sebenarnya Lin Tian tidak terlalu ingin menjelaskan semuanya kepada Li Yaoleng, itu terlalu merepotkan. Tapi karena dia adalah orang yang di pilih oleh Lin Nantian untuknya untuk membantunya di masa depan, Lin Tian mau tak mau harus menjelaskan semuanya.

__ADS_1


Dengan semua yang telah terjadi, meskipun tidak mau, Li Yaoleng ini, dia telah menjadi seseorang yang telah terkait dengan nasibnya.


Setelah mendengar kata-kata Lin Tian, tidak ada perasaan senang di hati Li Yaoleng dan hanya ada kebencian dan amarah di hatinya.


Melihat burung di depannya, dia menatapnya dengan tatapan tajam, dan penuh kebencian.


Burung Phoenix ini, dia adalah penyebab dari semua penderitaannya. Penyebab kedua orang tuanya meninggal, dan menyebabkan semua penderitaannya selama enam belas tahun. Dia bukanlah burung Phoenix, melainkan hanya sebuah bencana.


Dengan menggenggam kedua lengannya, Li Yaoleng menatap burung di depannya dengan penuh kebencian. Jika bukan karena telah melihat kekuatan burung ini sebelumnya, Li Yaoleng sungguh ingin segera bergegas maju dan mencabik-cabiknya menjadi potongan-potongan kecil.


Dan Phoenix itu, yang berdiri dengan tenang dan merasakan kebencian Li Yaoleng terhadapnya, perasaan marah muncul di hatinya.


Dirinya adalah binatang suci, salah satu dari empat Divine Beast, dan hewan yang hanya bisa di lihat di atas, tapi manusia biasa di depannya, dia berani memarahinya dan menatapnya dengan penuh kebencian. Jika bukan karena ada Lin Tian di sampingnya, dia mungkin sudah mencabik-cabiknya.


Lin Tian, yang berdiri di antara Li Yaoleng dan Phoenix itu, dan merasakan kemarahan mereka berdua, Lin Tian tidak peduli.


Li Yaoleng, yang sedang marah, dan mendengar pertanyaan Lin Tian, dia segera mengalihkan pandangannya dan melihat wajah Lin Tian.


Hidup.


Apakah aku ingin hidup?


Dengan penderitaan di masa lalu, dan bayangan yang telah dia lihat sebelumnya, jika Lin Tian bertanya seperti ini, Li Yaoleng tidak akan ragu dan langsung berkata tidak. Tetapi setelah mengetahui semuanya di sebabkan oleh burung ini, dan melihat kekuatan yang telah di tunjukkan Lin Tian saat bertarung dengan Phoenix ini, dia ragu-ragu lagi.


Li Yaoleng menutup matanya, dan berpikir.


Untuk apa hidup? Apa tujuan dari kehidupan? Apakah hanya untuk melihat orang-orang di sekitarnya mati satu bersatu? Apa makna dari kehidupan? Ayah.. Ibu...

__ADS_1


Melihat Li Yaoleng yang sedang menutup matanya untuk berpikir, Lin Tian hanya diam dan menunggunya untuk memutuskan.


Lin Tian tidak mencoba membujuk atau mencegahnya. Semua orang memiliki tujuan hidupnya masing-masing. Dengan semua kejadian yang di alami Li Yaoleng, yang menyebabkan hatinya serta jiwanya mengalami guncangan hebat, keputusan yang dia buat sekarang adalah titik awalnya.


Setelah berpikir cukup lama, akhirnya Li Yaoleng membuka matanya, dan melihat Lin Tian di depannya dengan ketegasan di antara kedua matanya.


"Aku ingin hidup. Aku ingin hidup dan menjadi kuat. Sangat kuat, sehingga aku bisa melindungi orang-orang yang berharga bagiku!" Dengan wajah tegas tanpa keraguan, Li Yaoleng berkata kepada Lin Tian dengan mantap.


Setelah memikirkan semuanya, Li Yaoleng memutuskan untuk terus menjalani kehidupannya. Untuk tujuan menjadi lebih kuat, dan melindungi orang-orang yang berharga baginya. Karena baginya, tanpa kekuatan, dan hidup di dunia yang kejam ini, semuanya adalah bencana.


Mengetahui pilihan Li Yaoleng, Lin Tian mengangguk, dan diam-diam tersenyum dalam hatinya.


"Karena kamu telah memutuskan, semuanya jadi mudah, dan aku bisa memenuhi tanggung jawabku," kata Lin Tian pelan sambil mengangguk.


"Sekarang, aku akan membantumu untuk mencoba menyatukan jiwamu dengan jiwa Phoenix ini." Kemudian Lin Tian melanjutkan.


Mengalihkan pandangannya, dan melihat Phoenix yang sedang berdiri di sana, Li Yaoleng sebenarnya tidak terlalu menyukai ini.


Daripada menyatukan kedua jiwanya, dia lebih suka menghancurkan Phoenix ini.


Dan Phoenix itu sendiri, ketika dia mendengar pertama kali mendengar kata-kata Li Yaoleng, matanya menjadi cerah. Dan sekarang, meskipun dia tidak menunjukkannya di permukaan, setelah Lin Tian berkata, ada perasaan bersemangat dan harapan di hatinya.


"Mulailah untuk duduk dan menenangkan hatimu. Jangan terlalu khawatir, aku tahu pikiranmu, semuanya akan baik-baik saja." Lin Tian melihat keraguan di wajah Li Yaoleng, dan berkata untuk menenangkannya.


Mendengar kata-kata Lin Tian, meskipun Li Yaoleng tidak tahu apa maksudnya, dia masih melakukannya dan duduk bersila.


Setelah Li Yaoleng duduk, Lin Tian berjalan ke punggungnya, dan melihat Phoenix di sana

__ADS_1


"Giliranmu." Kata Lin Tian pelan kepada Phoenix itu.


__ADS_2