Against Heaven'S Destiny

Against Heaven'S Destiny
Kesempatan


__ADS_3

Manusia memiliki rentang hidup maksimal 100 tahun. Tapi karena keserakahan dan nafsu, munculah orang-orang yang di sebut Kultivator.


Entah sejak kapan Kultivator muncul pertama kali, dan siapa yang melakukannya untuk pertama kali, tapi yang jelas, para Kultivator sekarang terus bermunculan di mana-mana.


Tujuan semua Kultivator adalah untuk umur panjang, dan hidup abadi. Namun sejak jaman kuno, tidak ada berita bahwa seorang Kultivator bisa abadi.


Mungkin mereka bisa memiliki umur ribuan tahun jika memiliki ketinggian tertentu, tapi mereka tetap akan mati.


Semua orang berlomba-lomba untuk mendapatkan kehidupan abadi, tapi tidak ada yang pernah melakukannya, dan kesulitannya juga tidak sedikit.


Salah satu dan yang paling sulit adalah kesengsaraan surga.


Seperti namanya, kesengsaraan Surga adalah percobaan untuk setiap Kultivator yang ingin terus maju.


Di mulai dari pelatihan qi, bawaan, Yuan Qi, Jindan, dan kemudian Yuan Ying dan seterusnya, semua memiliki kesulitan seperti mendaki langit. Dan puncak awal untuk melangkah ke jalan abadi adalah dari Alam Jindan menuju ke Yuan Ying.


Jindan di dalam Dantian berubah, dan kemudian membentuk sebuah jiwa baru di dalam Dantian, itulah alam Yuan Ying. Semua orang yang berhasil melahirkan sebuah bayi dari dari Jindan akan otomatis berada di Alam Yuan Ying.


Tapi sebelum itu, mereka terlebih dahulu harus menghadapi kesengsaraan Surga. Karena Alam Yuan Ying bisa di katakan sebagai setengah manusia fana, dan setengah manusia Abadi.


Kesengsaraan surga yang muncul pada umumnya adalah berupa sebuah Guntur Perampokan. Guntur dari surga jatuh, menghantam alam Yuan Ying baru, mencoba untuk menguji alam Yuan Ying, dan memberikan manfaat pada jiwa baru di dalam Dantian.


Semua Alam Jindan yang akan menerobos Yuan Ying pada dasarnya akan mengalami itu semua, dan itu hanya terjadi ketika mereka berhasil membentuk jiwa baru di dalam Dantianya.


Tapi sekarang, Lin Tian yang hanya akan mencoba menerobos alam Bawaan, alam kedua di jalan abadi, sebuah Kesengsaraan Surga telah mendatanginya.


Kilatan petir biru muncul di atas langit, dan mulai turun dan menyambar ke segala arah.


Ketebalan Guntur di sana hanya terlihat sebesar jari orang dewasa, tapi tekanan dan kekuatannya melebihi apa yang bisa di atasi oleh alam Bawaan akhir tingkat akhir.


"Ledakan.."


Kilatan cahaya jatuh beberapa jauhnya dari posisi Lin Tian berdiri, dan suaranya terdengar sangat jelas di telinga Lin Tian.

__ADS_1


Melihat ke arah petir sebelumnya jatuh, Lin Tian mulai menebak kenapa dia mengalami kesengsaraan surga sekarang. Itu bukan karena hal lain, sperti yang di katakan oleh Zhi Wu, karena dia melatih Seni Bintang Abadi, sesuatu yang dapat membuatnya memiliki potensi sebanding dengan surga.


Kehendak Surga tidak mentolerir potensi yang dirinya bawa di masa depan, dan lebih memilih untuk mencegahnya di awal.


Mengetahui ini, Lin Tian akhirnya tahu kenapa Zhi Wu mengusirnya dari dalam Pagoda Bintang.


Mengangkat kepalanya lagi, melihat awan hitam yang telah terbentuk sejauh ratusan meter, dan masih terus berkumpul, Lin Tian tiba-tiba memikirkan sesuatu, dan sebuah senyum tipis tapi penuh makna muncul di mulutnya.


"Sekte Longhunzong, sepertinya aku memiliki hadiah yang bagus untuk kalian." Melihat ke kejauhan, tepat ke arah Sekte Longhunzong berada, Lin Tian berkata sambil tersenyum.


Pada saat ini adalah malam hari, tapi sebuah awan hitam lebih pekat dari gelapnya malam terbentuk di Pegunungan Naga.


Pertama kali awan hitam itu terlihat hanya ratusan meter, tapi sekarang telah berkembang menjadi seribu meter, dan masih terus berkembang.


Li Zhangyan, yang sedang mempelajari Pil Yipin di rumah keluarga Li dengan serius tiba-tiba berhenti, dan segera berdiri. Meninggalkan Pil Yipin dengan kemurnian seratus persen di meja begitu saja, dan segera melihat ke luar jendela.


"Aura ini, ini adalah kesengsaraan surga. Awan hitam sepanjang ribuan meter dan masih terus berkembang, Jindan macam apa yang bisa menarik awan sepanjang itu?!" Melihat ke luar jendela, Li Zhangyan mengerutkan kening, dan berkata kepada dirinya sendiri dengan suara dalam.


Bukan hanya Li Zhangyan yang melihat keluar jendela, Li Yaoleng yang sedang berlatih di kamarnya juga melakukan hal yang sama. Bedanya adalah dia melihatnya dengan diam, dan pandangan ragu-ragu.


Saat ini adalah malam hari, tapi Sekte Longhunzong masih memilih banyak orang yang berlatih tanding arena, dan beberapa murid yang sedang menyaksikan pertandingan di arena pertandingan.


Karena Lin Tian telah dekat dengan tempat di mana Sekte Longhunzong berada, dan penampakan awan hitam besar serta kilatan cahaya petir yang terus menyambar dan selalu mengikuti di belakangnya, satu atau dua murid dari Sekte Longhunzong secara tak langsung akan melihatnya.


"Hei, lihat di sana!"


Benar saja, salah satu murid dari Sekte Longhunzong melihatnya dan segera berteriak memberitahu.


"Apakah hujan akan turun?" salah seorang murid melihat awan hitam dan beberapa petir yang menyambar, dia memiringkan kepalanya, dan berkata dengan aneh.


"Aduh!" dia selesai berkata, dan murid yang sebelumnya berteriak segera memukul kepalanya dari samping.


"Apa yang kamu lakukan?" sambil memegang kepala yang di pukul, dia berteriak kepada murid sebelumnya.

__ADS_1


"Aku memukulmu karena kamu bodoh! Lihat, awan itu sedang mengarah ke Sekte kita, dan masih berjalan dengan cepat. Apa kamu pikir itu adalah pertanda hujan?" Sambil mengutuk, murid yang terlihat lebih kuat dari murid di sebelahnya berkata.


"Lalu apa maksudnya?" murid sekte kecil itu bertanya.


"Itu pasti pertanda buruk, cepat pergi dan beritahu para Tetua!"


Murid malang itu mengangguk-angguk kepalanya, dan dengan cepat berlari ke arah para tetua Sekte berada.


"Ledakan..."


Ketika awan hitam mulai memasuki wilayah Sekte Longhunzong, sebuah kilatan petir jatuh di depan gerbang Sekte, dan suara Guntur terdengar di seluruh Sekte.


Para murid Sekte Longhunzong yang sebelumnya bertanding di arena, dan murid yang sedang menyaksikannya menghentikan kegiatan mereka, dan mengarahkan pandangannya ke arah sumber suara.


"Ledakkan...."


"Ledakkan...."


..


Beberapa kilatan petir jatuh ke arah pintu gerbang, dan suara Guntur keras adalah apa yang mereka temukan.


Dan kemudian, di ikuti oleh beberapa murid yang berlarian dari gerbang Sekte, suara jeritan jeritan kesakitan terdengar di seluruh Sekte Longhunzong.


"Lari, itu adalah amarah dewa!"


"Jangan mendekatinya, petir itu akan segera menghancurkan tubuhmu!"


"Ahhh, tidak..."


Kepanikan dan jeritan dari murid Sekte Longhunzong mulai terdengar di mana-mana.


Bersamaan dengan para murid Sekte Longhunzong panik, seorang pemuda memasuki gerbang Sekte Longhunzong dengan langkah-langkah kaki santai.

__ADS_1


"Ini adalah sambutan yang meriah." Melihat para murid Sekte Longhunzong yang berlarian panik, Lin Tian mengangguk dan berkata sambil tersenyum.


__ADS_2