
Setelah keluar dari dalam Pagoda Bintang, hari sudah pagi.
Lin Tian berdiri di dunia nyata, melihat sekeliling dengan memiringkan kepalanya dan bingung.
Di mana rumah yang aku tinggali barusan? Kenapa tiba-tiba menghilang dan hanya meninggalkan puing-puing?
Melihat atap rumah yang dia injak di bawah kakinya, Lin Tian merasa bingung. Selain bingung, Lin Tian juga merasa sedikit marah. Siapa Nima yang merobohkan rumahnya?
Mendesah.
Lin Tian merasa sedikit tidak rela, Rumah yang di tinggali kurang dari lima hari, sekarang telah menghilang dan rata dengan tanah. Sepertinya dia harus mencari tempat tinggal lagi.
Lin Tian tidak memiliki tujuan selain pergi ke Pavilium Suci.
Berjalan ke arah Pavilium Suci, di sekitar jalan, Lin Tian melihat pemandangan beberapa rumah yang bernasib sama dengan rumahnya. Banyak rumah-rumah yang hancur berkeping-keping, dan rata dengan tanah. Seperti habis di guncang oleh kejadian yang sangat besar. Bukan hanya rumah, bangunan-bangunan tinggi dan bahkan tembok kota Longshan yang kokoh juga tidak lepas dari kerusakan.
Melihat pemandangan di sekitarnya dan mendengar ratapan kesakitan orang-orang yang sedang terluka, Lin Tian mengerutkan kening. Dengan keraguan di hatinya, Lin Tian melangkahkan kakinya menuju Pavilium Suci lebih cepat.
Sesampainya di Pavilium Suci, Lin Tian melihat bangunan di sini terlihat baik-baik saja, sama seperti sebelumnya, seperti tidak pernah terjadi apa-apa. Ada juga banyak orang yang datang ke tempat ini, kebanyakan dari mereka adalah orang yang sedang terluka. Dengan banyaknya orang-orang ini yang datang ke Pavilium Suci, diperkirakan mereka sedang mencari Pil penyembuhan untuk mengobati luka-lukanya.
Setelah melihat sejenak, Lin Tian melangkah maju dan memasuki Pavilium Suci.
Di dalam Pavilium masih sama, selain banyaknya orang yang mengerumuni stan yang menjual berbagai Pil, tidak ada kerusakan sedikitpun di dalam.
"Tuan Muda, anda akhirnya datang."
__ADS_1
Melihat Lin Tian memasuki Pavilium Suci, Xioa Nin Er yang pernah bertemu dan mencoba Pil Yipin Lin Tian sebelumnya, dia segera berteriak kepada Lin Tian dari balik kerumunan.
Mendengar suara itu, Lin Tian mengalihkan pandangannya dan melihat ke arah suara. Dari balik kerumunan, Lin Tian melihat seorang gadis pelayan sedang melambaikan tangan ke arahnya dan tersenyum. Melihat gadis pelayan ini, Lin Tian mengenalinya sebagai Nin Er yang mencoba Pil Yipin-nya di masa lalu.
Setelah mengkonsumsi Yipindan, luka di lengannya telah sembuh dan kemudian kembali di tempatkan di tempat pelayanan Pil. Dengan tampilan bersemangat, Xioa Nin Er berjalan menerobos kerumunan dan berjalan ke arah Lin Tian dengan senyum dan perasaan lega di wajahnya.
"Tuan Muda, akhirnya anda datang kesini. Nona Lian telah menunggu Anda." Setelah tiba di depan Lin Tian, Xioa Nin Er segera berkata dengan ramah dan senyum di mulutnya.
"Menungguku, apa ada sesuatu yang terjadi?" Mendengar kata-kata Xioa Nin Er, Lin Tian mengangguk dan berkata.
"Saya tidak tahu. Nona hanya berkata, jika anda datang kemari, biarkan anda untuk segera menemuinya." Xioa Nin Er menggelengkan kepalanya dan berkata.
"Kalau begitu, pimpin jalan." Kata Lin Tian.
Xioa Nin Er tidak lagi berkata, dia hanya mengangguk, berbalik dan segera berjalan menuju ke lantai dua.
Mengingat pertemuan mereka pertama kalinya, Lin Tian merasa sedikit penasaran dengan gadis kecil yang suka bermain trik kecil itu.
Apa yang akan di lakukan Lian Xiuying kali ini?
Ketika tiba di lantai tiga, Lin Tian di bawa ke sebuah ruangan pribadi. Ruangan ini cukup besar, meja dan bangku di ruangan tampak mahal, terlihat elegan dan seluruhnya di dekorasi dengan mewah. Tapi juga masih ada nuansa seorang wanita.
"Tuan Muda, tolong tunggu di sini, saya akan memanggil Nona Lian." Setelah tiba di depan kursi yang ada di ruangan, Xioa Nin Er berkata kepada Lin Tian dengan ramah.
Lin Tian hanya mengangguk dan langsung duduk. Tanpa kata-kata, Lin Tian menyiapkan teh sendiri dengan bahan yang telah ada di meja. Teh di atas meja sedikit berbeda dengan yang ada di lantai dua sebelumnya, teh ini sedikit lebih hijau dan memiliki aura yang menyegarkan pikiran.
__ADS_1
Setelah setengah jam, aroma teh yang menyegarkan keluar dari teko. Lin Tian mengambil satu gelas yang berada di sampingnya dan menuangkan teh kedalam gelas.
"Teh ini sedikit lebih baik daripada sebelumnya." Setelah menyesapnya sedikit, Lin Tian tersenyum dan berkata kepada dirinya sendiri.
"Teh ini adalah teh Longchi peringkat kedua dari Pegunungan Naga. Teh ini memiliki kemampuan untuk menyegarkan pikiran dan sedikit membantu dalam proses meditasi. Tentu saja itu lebih baik daripada yang kamu minum sebelumnya." Entah kapan, setelah Lin Tian selesai berkata, Lian Xiuying sudah berada di sampingnya dan berkata kepadanya dengan mencibir.
Mendengar kata-kata itu, Lin Tian mengangkat kepalanya, melihat wajah Lian Xiuying di sampingnya, Lin Tian tidak berkata dan hanya melihatnya dengan pandangan acuh tak acuh.
Berbeda dengan masa lalu, kali ini Lian Xiuying memakai pakaian yang lebih terbuka, dengan sedikit kain yang menutupi tubuhnya, membuat dadanya yang besar tampak lebih menonjol dan rambut hitam panjangnya menggantung di belakangnya, Lian Xiuying kali ini tidak seperti Ketua Pavilium Suci, melainkan seorang wanita penggoda.
"Teh ini memang sedikit lebih baik" Lin Tian tidak berkomitmen dan berkata dengan acuh tak acuh.
Melihat penampilan acuh tak acuh Lin Tian, Lian Xiuying merasakan ada api yang sedikit menyala di hatinya.
Setelah bertemu dengan Lin Tian kemarin, Lian Xiuying merasa sedikit marah dan penasaran tentang Lin Tian. Bagaimana Lian Xiuying tidak merasa marah, Lin Tian adalah satu-satunya pria yang tidak jatuh cinta dengan triknya dan satu-satunya pria yang berhasil mengalahkannya.
Jadi berbeda dengan kemarin, kali ini, sebelum bertemu dengan Lin Tian, Lian Xiuying menyiapkan beberapa pakaian yang lebih terbuka, untuk membuat Lin Tian lebih melihat keunggulan tubuhnya sendiri dan akhirnya akan sedikit menundukkan kepalanya. Tapi Lian Xiuying tidak menduga, setelah melihat semuanya, Lin Tian masih memiliki sikap acuh tak acuh.
Apakah penampilan serakah Lin Tian kepada tubuhnya di masa lalu hanya di buat-buat?
"Apakah teh ini hanya sedikit lebih baik?" Lian Xiuying menyembunyikan perasaan di dalam hatinya. Dia sedikit menegakkan tubuhnya, mencoba untuk lebih memperlihatkan keindahan tubuhnya kepada Lin Tian, dan bertanya dengan senyum penuh arti.
Melihat langkah Lian Xiuying, tidak ada fluktuasi emosi yang terjadi di wajah Lin Tian. Dia masih duduk di sana dengan tenang, melihat dada besar Lian Xiuying dan melihatnya dengan acuh tak acuh.
"Selain pandangan yang bagus di pagi hari, tidak ada yang istimewa tentang teh ini." Kata Lin Tian.
__ADS_1
Melihatnya seperti ini, Lian Xiuying merasakan api di hatinya semakin membesar.
Wanita di depanmu adalah wanita cantik yang indah. Apakah kamu tidak bisa sedikit menghargai apa yang di depanmu? Kenapa kamu masih membuat ekspresi wajah yang acuh tak acuh seperti itu?